Sepatu Si Bapak Tua
Oleh : K Suheimi
Suatu ceritra yang menggelitik dan jadi bahan renungan adalah sewaktu saya
mendengar Radio Classy dengan judul Sepatu Si Bapak Tua
Ceritra ini di olah oleh Yanti, dia rajin, sebulan yang lalu kebetulan
melahirkan di Rs Bunda. Dan saya minta izin untuk ini disampaikan pada pembaca
saya, semoga ada hikmah dan manfaatnya, selamat menikmati.
Dan saya tersentak sewaktu mendengar resonansi jiwa dari Radio Classy. Yanti
dengan manis mengubah satu kisah, dan kisah ni disampaikan oleh Adi dengan
penuh perasaan. Saya kira ceritra ini bagus untuk kita simak bersama, begini
kisahnya
Seorang bapak tua pada suatu hari hendak bepergian naik bus kota,, Saat
menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dan jatuh ke
jalan,, Sayang, pintu tertutup dan bus segera berlari cepat,, Bus ini hanya
akan berhenti di halte berikutnya yang jaraknya cukup jauh sehingga ia tak
dapat memungut sepatu yang terlepas tadi,, Melihat kenyataan itu, si bapak tua
itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan melemparkannya ke luar
jendela,,
Seorang pemuda yang duduk dalam bus tercengang, dan bertanya pada si bapak
tua, ''Mengapa bapak melemparkan sepatu bapak yang sebelah juga?'' Bapak tua
itu menjawab dengan tenang, ''Supaya siapa pun yang menemukan sepatuku bisa
memanfaatkannya,,''
Bapak tua dalam cerita di atas adalah contoh orang yang bebas dan merdeka,,
Ia telah berhasil melepaskan keterikatannya pada benda,, Ia berbeda dengan
kebanyakan orang yang mempertahankan sesuatu semata-mata karena ingin
memilikinya, atau karena tidak ingin orang lain memilikinya,,
Sikap mempertahankan sesuatu -- termasuk mempertahankan apa yang sudah tak
bermanfaat lagi -- adalah akar dari ketamakan,, Penyebab tamak adalah kecintaan
yang berlebihan pada harta benda,, Kecintaan ini melahirkan keterikatan,, Kalau
Anda sudah terikat dengan sesuatu, Anda akan mengidentifikasikan diri Anda
dengan sesuatu itu,, Anda bahkan dapat menyamakan kebahagiaan Anda dengan
memiliki benda tersebut,, Kalau demikian, Anda pasti sulit memberikan apapun
yang Anda miliki karena hal itu bisa berarti kehilangan sebagian kebahagiaan
Anda,,
Kalau kita pikirkan lebih dalam lagi ketamakan sebenarnya berasal dari
pikiran dan paradigma kita yang salah terhadap harta benda,, Kita sering
menganggap harta kita sebagai milik kita,, Pikiran ini salah,, Harta kita
bukanlah milik kita,, Ia hanyalah titipan dan amanah yang suatu ketika harus
dipertanggungjawabkan,, Pertanggungjawaban kita adalah sejauh mana kita bisa
menjaga dan memanfaatkannya,,
Peran kita dalam hidup ini hanyalah menjadi media dan perantara,, Semuanya
adalah milik Tuhan dan suatu ketika akan kembali kepadaNya,, Tuhan telah
menitipkan banyak hal kepada kita: harta benda, kekayaan, pasangan hidup,
anak-anak, dan sebagainya,, Tugas kita adalah menjaga amanah ini dengan baik,
termasuk meneruskan pada siapa saja yang membutuhkannya,,
Paradigma yang terakhir ini akan membuat kita menyikapi masalah secara
berbeda,, Kalau biasanya Anda merasa terganggu begitu ada orang yang
membutuhkan bantuan, sekarang Anda justru merasa bersyukur,, Kenapa? Karena
Anda melihat hal itu sebagai kesempatan untuk menjadi ''perpanjangan tangan''
Tuhan,, Anda tak merasa terganggu karena tahu bahwa tugas Anda hanyalah
meneruskan ''titipan'' Tuhan untuk membantu orang yang sedang kesulitan,,
Cara berpikir seperti ini akan melahirkan hidup yang berkelimpahruahan dan
penuh anugerah bagi kita dan lingkungan sekitar,, Hidup seperti ini adalah
hidup yang senantiasa bertambah dan tak pernah berkurang,, Semua orang akan
merasa menang, tak ada yang akan kalah,, Alam semesta sebenarnya bekerja dengan
konsep ini, semua unsur-unsurnya bersinergi, menghasilkan kemenangan bagi semua
pihak,,
Tapi, bukankah dalam proses memberi dan menerima ada pihak yang akan
bertambah sementara pihak yang lain menjadi berkurang? Kalau Anda berpendapat
demikian berarti Anda sudah teracuni konsep Zero Sum Game yang mengatakan kalau
ada yang bertambah pasti ada yang berkurang, kalau ada yang untung pasti ada
yang rugi, kalau ada yang menang pasti ada yang kalah,, Padahal esensi hidup
yang sebenarnya adalah menang-menang,, Kalau kita memberi kepada orang lain,
milik kita sendiri pun akan bertambah,,
Bagaimana menjelaskan fenomena ini? Ambilah contoh kasus bapak tua tadi,,
Kalau ia tetap menahan sepatunya maka tak ada pihak yang dapat memanfaatkan
sepatu tersebut,, Kondisi ini adalah kalah-kalah (loose-loose),, Sebaliknya
dengan melemparkannya, sepatu ini akan bermanfaat bagi orang lain,, Lalu apakah
si bapak tua benar-benar kehilangan? Tidak,, Ia memperoleh kenikmatan batin
karena dapat memberikan manfaat bagi orang lain,, Betul, secara fisik ia
kehilangan tetapi ia mendapatkan gantinya secara spiritual,,
Perasaan inilah yang selalu akan Anda dapatkan ketika Anda membantu orang
lain: menolong teman yang kesulitan, memberikan uang pada pengemis di jalan,
dan sebagainya,, Kita kehilangan secara fisik tapi kita mendapatkan ganti yang
jauh lebih besar secara spiritual,,
Sebagai penutup, ijinkanlah saya menuliskan seuntai puisi dari seorang bijak:
''Engkau tidak pernah memiliki sesuatu
Engkau hanya memegangnya sebentar
Kalau engkau tak dapat melepaskannya, engkau akan
terbelenggu olehnya,,
Apa saja hartamu, harta itu harus kau pegang dengan
tanganmu seperti engkau menggenggam air,,
Genggamlah erat-erat dan harta itu lepas,, Akulah itu sebagai milikmu dan
engkau mencemarkannya,,
Lepaskanlah, dan semua itu menjadi milikmu selama-lamanya'',,
Lalu saya teringat pesasn Baginda Rasul;
Mudahkanlah kamu akan dimudahkan, lapangkanlah kamu akan di lapangkan
Irhammu fil ardh yarhamkum fissamaak. Kasihanilah yang didunia, yang dilangit
pasti mengasihimu. Rasakanlah nikmatnya dalam memberi.
Padang 26 Oktober 2007
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---