Pak Saaf yang terhormat,
  Setuju sekali dengan gagasan pak Saaf untuk pelurusan sejarah. Sesudah pak 
Saaf menggagas PDRI yang sekarang hasilnya sudah mulai kelihatan. Dengan 
diakuinya hari bela negara, dan beberapa gedung yang dinamakan Gedung Sjafrudin 
dan Insya Allah nanti dihari pahlawan 10 November pengakuan untuk Pahlawan 
Nasional maka jerih payah pak Saaf tersebut telah kelihatan. Sebaiknya juga pak 
Rosihan Anwar diundang dalam forum ini sebab saya membaca tulisan beliau yang 
berdasarkan arsip dari Belanda berbeda sekali dengan yang kita pelajari dari 
buku sejarah. Betul kata orang : SEJARAH DIBUAT OLEH ORANG YANG MENANG dan kita 
yang sedang dijajah oleh Belanda tentu saja memutar balikkan fakta. 
  Wassalam
  Hayatun Nismah Rumzy 
   
  "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

   
  Dalam kesempatan mengunjungi Pimpinan Arsip Nasional di Jalan Ampera Raya, 
Cilandak Timur, Jakarta, pada hari Jumat pagi tanggal 26 Oktober 2007 yang lalu 
untuk suatu acara yang terkait dengan kegiatan kearsipan nasional -- bersama 
dengan sahabat saya Dr Joko Affandi dari Badan Kepegawaian Nasional – saya 
mencoba menjajagi kemungkinan diadakannya pembahasan sejarah Perang Paderi, 
berdasar arsip-arsip Belanda yang ada di lembaga Negara tersebut.
   
  Penjajagan ini saya lakukan sehubungan dengan kesepakatan saya dengan  Sdr Ir 
Mudy Situmorang dalam forum Rantau Net ini untuk menjernihkan sejarah Perang 
Paderi, yang penting bagi kedua suku bangsa Minangkabau dan Batak,  ke forum 
ilmiah yang netral, khususnya ke perguruan tinggi. Sebelum ke Arsip Nasional, 
saya telah menghubungi dua sahabat saya pengarang buku ‘Sejarah Minangkabau’, 
1970, yaitu Prof Dr Asmaniar Idris dan Drs Amrin Imran, mengenai masalah yang 
sama, yang syukur Alhamdulillah bersedia untuk memaparkan buku karangan 
beliau-beliau tersebut, termasuk mengenai sejarah Perang Paderi. Dapat saya 
sampaikan, bahwa saya juga telah mengadakan komunikasi mengenai masalah ini 
dengan sahabat saya yang sedang tugas belajar di Universitas Leiden, Suryadi, 
khususnya mengenai Piagam Bukit Marapalam, 1837.
   
  Seperti kita ketahui bersama, wacana ini bermula dari rencana Sdr Ir Mudy 
Situmorang untuk mengajukan petisi kepada Pemerintah RI mengenai gelar 
kepahlawanan Tuanku Imam Bonjol. Sebagai rujukan rencana petisinya, Sdr 
Situmorang menggunakan buku karangan Ir Mangaraja Onggang Parlindungan, 1964, 
Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao: Sejarah Teror Agama Islam Mashab 
Hambali di Tanah Batak, 1816-1833, Penerbit Tandjung Pengharapan, Djakarta.  
Buku ini telah disanggah oleh Prof Dr Hamka.
   
  Saya sangat bersyukur bahwa penjajagan saya tersebut mendapat sambutan baik 
dari Kepala Arsip Nasional Bp Drs Djoko Utomo, dan dari Ibu Dra Mona Lohanda, 
Deputi Kepala Arsip Nasional Bidang Konservasi Kearsipan.  Telah disepakati 
untuk menyelenggarakan sebuah diskusi panel tentang Sejarah Perang Paderi 
berdasar arsip-arsip Belanda yang ada di Arsip Nasional, pada bulan Januari 
2008 yang akan datang, setelah sebuah pertemuan rutin dengan para sejarawan 
Belanda yang datang ke Jakarta.
   
  Persiapan diskusi panel tersebut akan dilakukan oleh Dra Mona Lohanda, yang 
antara lain akan menghubungi Prof Dr Taufik Abdullah dan Dr `Anhar Gonggong. 
Dalam hubungan ini beliau memberikan kepada saya sebuah copy buku karangan 
Basyral Hamdy Harahap, 2007, ‘Greget Tuanku Rao’. Penerbit Komunitas Bambu, 
Depok, yang kebetulan beliau miliki. Sesuai dengan penjajagan saya sebelumnya, 
saya menyarankan kepada Ibu Dra Mona Lohanda untuk juga mengundang Prof Dr 
Asmaniar Idris dan Dra Amrin Imran. 
   
  Sudah barang tentu sesuai dengan visi dan missi Arsip Nasional sebagai simpul 
memori kolektif bangsa, maksud diadakannya diskusi panel tersebut bukanlah 
untuk menimbulkan konflik dan perpecahan, tetapi justru untuk mengambil hikmah 
dari pengalaman sejarah masa lampau tersebut. Niat yang bersifat konstruktif 
ini juga disepakati dalam pertemuan saya sebelumnya dengan seorang peminat 
sejarah Indonesia, Saudara Batara Hutagalung. 
   
  Untuk keperluan persiapan undangan, Saudara-saudara yang berminat untuk 
mengikuti diskusi panel ilmiah yang insya Allah akan diadakan bulan Januari 
2008 tersebut, saya undang untuk mengirimkan nama lengkap, pekerjaan, alamat 
rumah, serta nomor tilpon/faks/HP melalui email ini kepada`saya.
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar


  
 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke