Wassalamu'alaykum wr.wb
Saya menyambut gembira bahwa pada akhirnya sejarah perang paderi
ini dibicarakan dan digarap secara serius.
Walaupun pendidikan saya tidak berlatar belakang sejarah namun
saya memang tertarik untuk mempelajari sejarah, sama dengan
ketertarikan dengan ilmu-ilmu lainnya.
Cuma saya melihat analisa dari pak Saf (koreksi bila salah)
adanya preasumsi terlebih dahulu terhadap perang paderi ini yaitu
bahwa penyebaran agama yang dilakukan melalui tindak kekerasan.
Bahwa dalam sejarah Islam memang ada tindak kekerasan seperti perang
atau pertempuran tidaklah berarti bahwa agama Islam disebarkan
dengan cara kekerasan.
Haruslah dilihat terlebih dahulu motif dan sebab kekerasan itu terjadi
sehingga bisa menilai secara obyektif
Untuk sementara ini menurut pendapat saya, perkembangan dari
kritik dan pengkajian ulang terhadap sejarah perang paderi (at
least dari kelompok tertentu) dengan melakukan penerbitan ulang
buku Tuanku Rao tidaklah bertujuan murni pencaharian
kebenaran sejarah tetapi memang ada maksud dan latar belakang
tertentu yang bertujuan untuk memojokkan kelompok yang
berseberang darinya, walaupun ini hanya berdasar dugaan , yang
melihat kecendrungan dari arah diskusi dari beberapa milis
perihal perang paderi ini.
Dengan akan adanya diskusi dan kajian ini yang dilakukan ahli-ahli sejarah
yang
kompeten dan diakui kejujuran ilmiahnya diharapkan lahir
pandangan-pandangan yang obyektif terhadap sejarah perang
paderi ini.
Wassalam
Arnoldison
Monday, October 29, 2007, 1:28:38 PM, you wrote:
DSB> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
DSB> Seperti dapat diduga,
DSB> rencana Diskusi Panel yang akan diselenggarakan oleh Arsip Nasional medio
DSB> Januari 2008 nanti telah mendapat perhatian para tokoh dari tiga daerah
yang
DSB> terkait dengan sejarah Perang Paderi tersebut, yaitu Sumatera Barat, Riau,
dan
DSB> Mandahiling. Berikut ini adalah informasi yang saya terima sampai saat ini.
DSB> 1.
DSB> Dari
DSB> daerah Sumatera Barat, Buya H Mas oed Abidin menginformasikan bahwa
Gubernur
DSB> Gamawan Fauzi menyetujui untuk mengirim sebuah delegasi Sumatera Barat yang
DSB> terdiri dari: Prof. Dr. Bustanuddin Agus MA (MUI), Prof Dr Yaswirman MA
(UMSB),
DSB> Prof Azmi, Ph.D (ICMI), S.Suryadi (Ph D Candidate, Universitas Leiden), Ir
Puti Raudha Thaib
DSB> (Bundo Kandung), dan Dr Gusti Asnan (Unand). Bersamaan dengan itu dari Bp.
Bachtiar
DSB> Abna SH MH Dt Rajo Suleman (LKAAM)
DSB> menyatakan bahwa LKAAM Sumbar akan ikut dalam Diskusi Panel ini dan sedang
DSB> menyusun tim. Dari tokoh perantau, saya
DSB> menerima sambutan positif dari Bundo Hayatun Nyzmah Rumzi (Jakarta), Bp.
Chaidir Nien Latief SH MSi Dt Bandaro
DSB> (Bandung), dan dari Syamsir Syarief (USA).
DSB> 2.
DSB> Dari
DSB> daerah Riau, Bapak H Azaly Djohan SH menginformasikan bahwa Lembaga Adat
Melayu
DSB> Riau (LAMR) memutuskan untuk ikut dalam diskusi panel dan sedang menyusun
DSB> nama-nama sejarawan yang akan masuk dalam delegasi. Belai juga akan
mengajak
DSB> MUI Riau.
DSB> 3.
DSB> Dari
DSB> daerah Mandahiling, Ibu Dra Mona Lohanda akan mengundang Bp. Basyiral
Hamidy
DSB> Harahap, pengarang buku Greget Tuanku Rao (2007).
DSB> Secara pribadi saya
DSB> sangat bersyukur dengan response yang sangat positif dari fihak-fihak
terkait untuk
DSB> memahami suatu episode sejarah yang sangat penting bagi tiga daerah yang
DSB> bertetangga ini. Kepada Bp Djoko Utomo, Kepala Arsip Nasional yang menjadi
tuan
DSB> rumah Diskusi Panel ini, telah saya menyampaikan persepsi pribadi saya
bahwa banyak
DSB> manfaat yang akan dapat diperoleh dari pertemuan ilmiah tentang sejarah
daerah
DSB> masa lampau ini, antara lain:
DSB> 1.
DSB> Bangkitnya
DSB> kesadaran bersama bahwa kekerasan yang dilakukan atas nama apapun
termasuk
DSB> atas nama agama hanya akan menimbulkan rasa getir yang berkepanjangan
dari
DSB> generasi ke generasi;
DSB> 2.
DSB> Timbulnya
DSB> kesadaran bahwa pendekatan persuasif yang bersifat damai akan mempunyai
dampak
DSB> yang lebih positif dalam kehidupan bermasyarakat.
DSB> 3.
DSB> Khusus
DSB> untuk daerah Sumatera Barat, suasana tenang dalam pertemuan ilmiah ini
dapat
DSB> menjadi momentum awal untuk menindaklanjuti dan menjabarkan doktrin Adat
DSB> Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK) yang tercantum dalam
Piagam Bukik Marapalam
DSB> (1837) antara para pemangku adat dan para alim ulama, yang belum ada
rinciannya
DSB> sampai saat ini.
DSB> 4.
DSB> Tersusunnya
DSB> sejarah bersama antara Minangkabau Mandahiling Riau dalam kurun
1803-1837,
DSB> yang merupakan bagian collective memory dari
DSB> warga masyarakat tiga daerah ini, yang selanjutnya akan merupakan bagian
menyeluruh dari proses panjang membangun kesadaran berbangsa dan bernegara.
DSB> 5. Khusus bagi Arsip Nasional, lebih tersosialisasikannya kepada
seluruh warga masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan arsip bagi sejarah
masyarakat.
DSB> Semoga Allah swt memberi Rahmat, Taufiq, Hidayah dan InayahNya bagi kita
semua.
DSB> Wassalam,
DSB> Saafroedin Bahar
DSB> __________________________________________________
DSB> Do You Yahoo!?
DSB> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
DSB> http://mail.yahoo.com
DSB>
--
Best regards,
Arnoldison mailto:[EMAIL PROTECTED]
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---