Kelapa Gading, 31 Oktober 2007
Assalamu'alaikum.w.w

Angku Ninik Mamak, Angku-Angku Cadiak Pandai, Ibu-Ibu Bundo Kanduang nan ambo 
hormati sarato dunsanak sapalanta.

    Sato Ambo Saketek menanggapi atau mengemukakan pandapek sehubungan dengan 
Wancana yang berkembang di milis nangko, bahwa ada rencana akan di adokannya 
diskusi panel tentang sejarah perang Padri, hal iko adalah sangat baik jiko hal 
tersebut di adokan dalam intern kito masyarakat Minang, karna hal tersebut 
tentu akan sangat bermanfaat untuk generasi muda atau generasi Minang pada masa 
mendatang.
    Namun, jiko hal iko diadokan bersifat berkala nasional dengan melibatkan 
suku bangsa lain seperti Riau, Tapanuli dan lain - lain, dan apalagi hal iko 
ado kaitnyo dengan desakan atau petisidari piak luar tentang status ke pahlawan 
Tuanku Imam Bonjol dan adonyo ke inginan untuak membatalkan kepahlawanannyo, 
menurut emat ambo sebaiknyo hal iko perlu kito pertimbangkang lebih matang.
    Menurut pandapek ambo jikok kito nan mausahokan agar terlaksana diskusi 
panel ko, iko namonyo awak ma irikkan galah kakaki, dan ujung-ujungnyo kito 
sandiri masyarakat Minang nan akan rugi. Mengenai kepahlawan Tuanku Imam 
Bonjol, kan sudah jelas  duduk persoalannya, berdasar surat keputusan Presiden 
Republik Indonesia, beliau sudah di angkat dan dinyatakan sebagai 
pahlawan,.....sekarang apa lagi,... tentu bagi kito masyarakat Minang 
sebenarnya sudah tidak masalah. Namun, jika ada pihak-pihak yang berkeberatan 
dengan hal tersebut, merekalah yang seharusnya berusaha untuk mengadakan 
diskusi panel itu untuk memperjuangkan pandapat mereka, dan kita masyarakat 
Minang tentu berada pada pihak yang mempertahankan, hal iko sesuai dengan 
istilah dalam adat " tagak suku pertahankan suku, tagak nagari pertahankan 
nagari, tagak Minang pertahankan Minang ". Ambo kuatir "tukang pancing di 
larikan ikan". 
   Dan manuruik harapan ambo, jikok kito alun bisa manambah, saindaknyo kito 
jan sampai mangurangi dan mailangkan nan alah ado. Konon kabanyo hak paten 
gulai randang lah di ambiak urang lua, dan baitu juo lagu dan budaya awak lah 
banyak pulo nan ka di akui urang, kini pahlawan kito ka di preteli urang pulo, 
bisa sajo kito dianggap "ijuak indak basaga lurah indak babatu". Namun, iko  
hanyo pandapek ambo pribadi,  kalau lai ado bananyo mungkin dapek 
dipertimbangkan, jikok indak tentu dicari pandapek nan labiah baik untuak 
kepentingan kito basama masyarakat Minang.
    Demikianlah nan dapek ambo sampaikan mudah-mudahan ado manfaatnyo, jikok 
kilaf jo sasek, ambo mohon maaf.

Wasalam,

Azmi Dt.Bagindo
    
"   Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

Seperti dapat diduga, rencana Diskusi Panel yang akan diselenggarakan oleh 
Arsip Nasional medio Januari 2008 nanti telah mendapat perhatian para tokoh 
dari tiga daerah yang terkait dengan sejarah Perang Paderi tersebut, yaitu 
Sumatera Barat, Riau, dan Mandahiling. Berikut ini adalah informasi yang saya 
terima sampai saat ini.    1.                  Dari daerah Sumatera Barat, Buya 
H Mas’oed Abidin menginformasikan bahwa Gubernur Gamawan Fauzi menyetujui untuk 
mengirim sebuah delegasi Sumatera Barat yang terdiri dari: Prof. Dr. 
Bustanuddin Agus MA (MUI), Prof Dr Yaswirman MA (UMSB), Prof Azmi, Ph.D (ICMI), 
S.Suryadi (Ph D Candidate, Universitas Leiden), Ir Puti Raudha Thaib (Bundo 
Kandung), dan Dr Gusti Asnan (Unand). Bersamaan dengan itu dari Bp. Bachtiar 
Abna SH MH  Dt Rajo Suleman (LKAAM) menyatakan bahwa LKAAM Sumbar akan ikut 
dalam Diskusi Panel ini dan sedang menyusun tim. Dari tokoh perantau, saya  
menerima sambutan positif dari Bundo Hayatun Nyzmah Rumzi (Jakarta),
 Bp. Chaidir Nien Latief SH MSi Dt Bandaro (Bandung), dan dari Syamsir Syarief 
(USA).
  2.                  Dari daerah Riau, Bapak H Azaly Djohan SH 
menginformasikan bahwa Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) memutuskan untuk ikut 
dalam diskusi panel dan sedang menyusun nama-nama sejarawan yang akan masuk 
dalam delegasi. Belai juga akan mengajak MUI Riau.
  3.                  Dari daerah Mandahiling, Ibu Dra Mona Lohanda akan 
mengundang Bp. Basyiral Hamidy Harahap, pengarang buku ‘Greget Tuanku Rao’ 
(2007).
     Secara pribadi saya sangat bersyukur dengan response yang sangat positif 
dari fihak-fihak terkait untuk memahami suatu episode sejarah yang sangat 
penting bagi tiga daerah yang bertetangga ini. Kepada Bp Djoko Utomo, Kepala 
Arsip Nasional yang menjadi tuan rumah Diskusi Panel ini, telah saya 
menyampaikan persepsi pribadi saya bahwa banyak manfaat yang akan dapat 
diperoleh dari pertemuan ilmiah tentang sejarah daerah masa lampau ini, antara 
lain:
     1.                  Bangkitnya kesadaran bersama bahwa kekerasan yang 
dilakukan atas nama apapun – termasuk atas nama agama – hanya akan menimbulkan 
rasa getir yang berkepanjangan dari generasi ke generasi;
  2.                  Timbulnya kesadaran bahwa pendekatan persuasif yang 
bersifat damai akan mempunyai dampak yang lebih positif dalam kehidupan 
bermasyarakat.
  3.                  Khusus untuk daerah Sumatera Barat, suasana tenang dalam 
pertemuan ilmiah ini dapat menjadi momentum awal untuk menindaklanjuti dan 
menjabarkan doktrin ‘Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah’ (ABS SBK)  
yang tercantum dalam Piagam Bukik Marapalam (1837) antara para pemangku adat 
dan para alim ulama, yang belum ada rinciannya sampai saat ini.
  4.                  Tersusunnya sejarah bersama antara Minangkabau – 
Mandahiling – Riau dalam kurun 1803-1837, yang merupakan bagian collective 
memory dari warga masyarakat tiga daerah ini, yang selanjutnya akan merupakan 
bagian menyeluruh dari proses panjang membangun kesadaran berbangsa dan 
bernegara.

5.          Khusus bagi Arsip Nasional, lebih tersosialisasikannya kepada 
seluruh warga masyarakat tentang pentingnya pemeliharaan arsip bagi sejarah 
masyarakat.

     Semoga Allah swt memberi Rahmat, Taufiq, Hidayah dan InayahNya bagi kita 
semua.
Wassalam,
Saafroedin Bahar

   
   
   
   
   
   
  




       
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke