Saya tidak tahu apakah keberanian Fadel Muhammad (FM) karena
      beliau memiliki kekuatan politik(kader partai golkar) dan kekuatan ekonomi
      (pengusaha) sehingga berani untuk berbeda pendapat dengan pusat.

      Tapi yang jelas hal tersebut 'baik-baik' saja asal memiliki obyektifitas
      kebenaran realitas yang menguntungkan masyarakat bukan untuk
      kepentingan pribadi.

      Ada kelebihan dari suatu daerah yang dipimpin oleh putera
      daerah yaitu sang pememimpin memeliki idealisme untuk
      membangunan kampung halamannya.

      Perbedaan dengan pemerintah pusat tentu saja ada
      batasan-batasannya yang tidak keluar dari konsep NKRI.

      Hal yang lain yang dimiliki oleh pemimpin putera daerah adalah
      kemampuan lebih untuk melihat kondisi masyarakat sebenarnya,
      karena hidup dan bergelimang dengan kehidupan sehari-hari
      didaerahnya. Tapi saya tidak mau mengatakan hal ini sebagai suatu jaminan
      keberhasilan bagi pemimpin putera daerah, karena banyak juga
      pemimpin putera daerah yang sebetulnya tidak memahami daerah dan
      kondisi rakyatnya.

      Bagi kita yang berada dirantau yang memang tidak mengalami
      realitas sebenarnya keadaan kampung halaman , yang hanya
      menerima berita-berita dari surat kabar, memiliki
      keterbatasan-keterbatasan dalam memahami kondisi kampung
      halaman.
      Oleh karena peran kita sebagai urang rantau adalah lebih memberikan 
wawasan,
      informasi komparasi dengan daerah lain, dan informasi-informasi
      yang berguna lainnya.

      Tetapi perihal bagaimana managerial kampung halaman, penempatan
      personal (staffing), pengorganisasian (organizing) merupakan
      wewenang dari pemerintah daerah.
      Disamping hal lain adalah orang rantau  tak memiliki hak pilih
      untuk memilih pemimpin daerah

      Arnoldison
      
      
      

Monday, October 29, 2007, 6:15:17 PM, you wrote:

DNpci> Sinar Harapan.

DNpci> Disertasi Fadel Muhammad.

DNpci> "Daerah harus berani mengambil sikap berlainan dengan pusat demi
DNpci> kepentingan rakyat"

DNpci> Yogyakarta - Ternyata faktor lingkungan makro atau
DNpci> pemerintah pusat tak berpengaruh terhadap manajemen maupun kinerja
DNpci> daerah Gorontalo, padahal pusat membuat undang-undang ataupun
DNpci> peraturan pemerintah sehingga ada orang yang berpendapat Gorontalo
DNpci> adalah negara sendiri.
DNpci> Hal inilah yang terungkap dalam disertasi Fadel Muhammad
DNpci> berjudul "Signifikansi Peran Kapasitas Manajemen Kewirausahaan
DNpci> terhadap Kinerja Pemerintah Daerah" dengan promotor Prof Dr Miftah
DNpci> Thoha, Prof Dr Mardiasmo. Fadel dinyatakan lulus dan berhak
DNpci> menyandang gelar doktor dengan predikat cum laude.
DNpci> Disertasi yang dipertahankan dalam ujian terbuka dan
DNpci> berlangsung di Gedung Pascasarjana UGM, Sabtu (27/10), itu juga
DNpci> dihadiri ratusan undangan. Tampak hadir Sutiyoso, Akbar Tandjung,
DNpci> Muladi, Ginanjar Kartasasmita. "Berdasarkan ini, saya mengambil
DNpci> kesimpulan, pemerintah daerah di era otonomi ini harus berani bikin
DNpci> inovasi, bikin terobosan," kata Fadel yang Gubernur Gorontalo itu.
DNpci> Fadel lantas memberi contoh konkret. Sebagai gubernur,
DNpci> dirinya ingin mengembangkan pelabuhan di Gorontalo untuk mengekspor
DNpci> jagung. Namun keinginan ini ditolak oleh pusat dengan alasan kalau
DNpci> punya pelabuhan dan daerah tersebut tak punya pendapatan, pusat tak
DNpci> akan memberi uang. Argumen pusat ini tak bisa dimengerti.
DNpci> Meski demikian, Fadel justru berpikiran lain dan tak mau
DNpci> ambil pusing. Dengan kewenangannya yang penuh dan mendapat
DNpci> persetujuan DPRD, Fadel lantas mengalokasikan dana dari APBD untuk
DNpci> membangun pelabuhan. Nyatanya, setelah pelabuhan ada, perekonomian
DNpci> Gorontalo justru maju. Demikian pula pengembangan pelabuhan udara
DNpci> yang oleh pusat diminta untuk dilebarkan, namun Fadel justru
DNpci> memperpanjang landasan.
DNpci> Contoh lain adalah kasus ekspor sapi. Gara-gara
DNpci> Gorontalo mengekspor sapi ke Malaysia, Fadel mendapat surat teguran
DNpci> dari Menteri Perdagangan yang diterima pada 20 Oktober lalu. Hal
DNpci> yang sama juga terjadi ketika mengekspor jagung ke Filipina
DNpci> sementara Jakarta masih mengimpor jagung. "Ini kan mereka (pusat-
DNpci> red) berpikir sangat sentralistik. Dia tak punya hak marah kepada
DNpci> saya. Dia hanya punya hak untuk terima urusan saja," kata Fadel.
DNpci> Ia menjelaskan mengirim sapi ke Jakarta butuh empat
DNpci> hari, sementara ke Filipina hanya delapan jam. Demikian pula soal
DNpci> harga, menjual ke Filipina bisa lima kali lipat. "Jadi sebetulnya
DNpci> bukan negara sendiri, tapi kita, daerah, harus berani mengambil
DNpci> sikap berlainan dengan pusat demi kepentingan rakyat. Selama tidak
DNpci> berani, maka daerah tak akan maju," katanya. Dengan kata lain, dalam
DNpci> bahasa manajemen, Fadel ingin mengatakan perlunya daerah melakukan
DNpci> inovasi dan terobosan supaya maju.
DNpci> Pada bagian lain, ketika berbicara dengan wartawan,
DNpci> Fadel mengungkapkan majunya Gorontalo juga tak lepas dari perubahan
DNpci> mindset (cara berpikir) para birokrat; dari pola pikir birokratik
DNpci> menjadi pola pikir enterpreuner.
DNpci> "Dan untuk mengubah ini diperlukan biaya sekitar Rp 6
DNpci> miliar. Selama ini, budaya di birokratik itu nggak ada. Yang ada
DNpci> adalah loyal. Karena itu saya ubah, mereka harus inovatif, bekerja
DNpci> teamwork dan untuk kesejahteraan rakyat serta harus bekerja agar
DNpci> rakyat percaya pada mereka dan bekerja lebih cepat lagi," kata
DNpci> Fadel.

DNpci> Insentif untuk Karyawan
DNpci> Dalam mengubah mindset itu, dirinya mengumpulkan
DNpci> bawahannya dan memasukkan beberapa belalang ke dalam toples yang ada
DNpci> di depannya. Beberapa belalang meloncat keluar dari toples. Dan itu
DNpci> dilakukan beberapa kali, sehingga semua belalang (yang jumlahnya
DNpci> sekitar 40 ekor) itu terbang semua, keluar dari toples.
DNpci> Fadel pada kesempatan itu juga berharap agar pemerintah
DNpci> berjiwa enterpreuner jika mau maju. Dan soal ini, Presiden Susilo
DNpci> Bambang Yudhoyono pun sadar. Tak hanya itu yang dilakukan Fadel
DNpci> dalam menggairahkan kinerja para karyawannya. Ia memberikan insentif
DNpci> karena gaji PNS tak mencukupi.


DNpci> 



-- 
Best regards,
 Arnoldison                            mailto:[EMAIL PROTECTED]




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke