Assalaamu 'alaikum.

Dunsanak sadonyo,

Saya memohon maaf atas kenyataan tempoh hari yang telah diartikan
sebagai membela kerajaan Malaysia ataupun Negeri Sembilan.  Sebenarnya
saya tak ada kena mengena dengan kerajaan Malaysia, saya bukan pegawai
negeri Malaysia.   Kalau ingin berhubung dengan kerajaan Malaysia
melalui sayapun saya tak punya kuasa apa-apa.  Saya hanya perantau
Minang yang ditakdirkan Allah merantau ke Malaysia.

Sebenarnya mak tuo (kakak dari ibu) saya dibawa ke Malaysia sewaktu
kecilnya dan entah bagaimana terus ditinggalkan di situ di bawah
jagaan saudara nenek.  Bila kami mula-mula berhijrah ke Malaysia, di
rumah merekalah kami menumpang buat beberapa bulan sebelum kami ada
rumah sendiri.

Baru-baru ini baru saya terdengar, rupanya mak tuo dan anak-anaknya
berkecil hati karena terasa 'terbuang' bila ditinggalkan di Malaysia
dan tidak dapat bersekolah oleh kerana kemiskinan keluarga kami itu.
Sedangkan ibu saya yang tinggal tetap di Bukit Tinggi berjaya
disekolahkan dan menjadi guru, dengan biasiswa negeri tentunya. Hanya
baru beberapa tahun kebelakangan ini barulah mereka terasa berminat
untuk pulang ke Bukittinggi menjenguk tempat asal mereka, sedangkan
keluarga kami selalu juga pulang ke kampung. 

Sekianlah dahulu penjelasan saya.  Saya memohon maaf sekali lagi kalau
tersalah cakap.

mardia (44)
sg buloh, selangor

--- In [EMAIL PROTECTED], "Sandi Yudha"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamualaikum,wr,wb.
> 
> mohon maaf ambo manyela saketek pembicaraan.....soalnyo ado nan
mandanyuik
> didado ambo katiko ambo mambaco tulisan uda,uni,apak,etek,pak etek,rang
> sumando,mamak *MARDIA* nan mangatokan bahwasanyo "kebudayaan Minang
dianggap
> sebahagian budaya Malaysia." Maaf saribu maaf....nan namonyo minang tu
> sapangatahuan ambo nan indak basekolah tinggi ko cuma ado di Indonesia.
> Apopun alasannyo....antah itu dek banyaknyo urang minang nan
> hijarahlah....atau apapun....nan namonyo minang tetap minang.....adonyo
> disumatera barat INDONESIA......bukan Malaysia atau nagari antah
barantah
> lainnyo.
> Kini bantuak iko se uda,uni,apak,etek,pak etek,rang sumando,mamak
> *MARDIA. *Kini
> ambo ka batanyo ka uda,uni,apak,etek,pak etek,rang sumando,mamak
> *MARDIA** *Dima
> latak darah minang uda,uni,apak,etek,pak etek,rang sumando,mamak
*MARDIA* ko
> randang,lagu, dan lain sabagainyo nan itu memang milik rang minang
sumatera
> barat *ASLI *tapi indak diakui keabsahannyo milik minang.....Minang
indak
> manuntuik banyak do......cuma butuh pengakuan dari Malaysia nagari
nan indak
> pernah tahu ba a caro badunsanak.Itu se....indak kurang....indak
> labiah.....Kalau indak awak nan ka manggadangan nagari....sia lai....
> 
> 
> Wassalam,
> 
> 
> Sandi Yudha
> On 10/29/07, Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  Assalamualaikum
> >
> > Menanggapi tindakan pembajakan budaya oleh pihak Malaysia, saya
sebagai
> > "orang mudo matah" sangat prihatin. Kalau lah beberapa lagu Melayu dan
> > Minangkabau kemudian dipakai untuk promosi wisata dan identitas
Malaysia,
> > saya rasa itu wajar karena memang itu bagian dari kebudayaan mereka.
> > HAnya saja, mereka tidak bisa main klaim begitu saja, karena toh
beberapa
> > porduk budaya itu bukan asli dari tanah mereka. Melainkan produk
budaya
> > Semenanjung Melayu yang melingkupi Sumatera Timur, Semenanjung
Malaya dan
> > Seluruh Pesisir Pulau Kalimantan.
> > Ok lah kalau negeri sembilan juga merupakan dunsanak kita yang
berada di
> > beda negara, tapi apa dengan begitu mereka dengan seenaknya mengklaim
> > rendang dan segala produk budaya Ranah minang juga hak paten mereka.
> > Jadi, kalaulah dunsanak kito di negeri Sembilan masih merasa
bagian dari
> > Minangkabau, alangkah bijaknya apabila dalam setiap penggunaan
simbol-simbol
> > adat Minangkabau yang digunakandi ngeri sembilan tetap membawa nama
> > Minangkabau di Simatera Barat. Bukan hanya Sumatera saja.
> > Jujur saja, sejak zaman Sriwijaya sampai sekarang,s eolah nama
Minangkabau
> > tabu di sebut-sebut dalam sejarah. Bahkan Minanga Tamwan tidak diakui
> > sebagai Minangkabau, Indeswari (Dara Pitok), ibu raja-raja
Majapahit tidak
> > diakui sebagai puteri Minangkabau, dan Gajah Mada tidak diakui sebagai
> > putera Dharmasyaraya yang menjadi punggawa istana Majapahit
(bahkan untuk
> > mengklaim GAjah Mada adalah putera asli Jawa, di sebutlah Gajah
Mada sebagai
> > putera asli desa MAda di KAki Gunung Gede...mungkin diantara
anggota milist
> > ada yang mengetahui hal ini, mohon penjelasaannya apa benar
demikian??)
> > Apakah negeri sembilan juga akan berkhianat juga pada ranah Bundo
Kanduang
> > ini??
> >
> > Tks
> > Bot SP
> > Ajo Piaman nan sasek di Pulau Seribu Pura
> >
> > ----- Original Message ----
> > From: Datuk Endang <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: [email protected]
> > Cc: [EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Monday, October 29, 2007 12:30:01 AM
> > Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mandacak Kudo Pandai ;Re: Malaysia Kembali
> > "Bajak" lagu daerah Indo
> >
> > Sanak Mardia yang ambo hormati,
> > Saya memang berkeinginan suatu waktu mempelajari sejarah Semenanjung
> > karena ada keterkaitan historis dan budaya dengan sejarah di Sumatera.
> > Sementara waktu saya sampaikan hipotesis migrasi masyarakat Minang ke
> > Semenanjung terutama ke Negeri Sembilan saat ini dalam dua alasan :
> > 1.       Eksodus karena pergolakan di Kerajaan Pagaruyung pada waktu
> > peralihan Sultan Alif yang beragama Islam, sekitar tahun 1570-an.
Karenanya
> > dimungkinkan terbentuk format suprastruktur di Negeri Sembilan.
> > 2.       Previlege dalam bentuk konsesi dari Sultan Johor sewaktu
> > masyarakat Minang membantu menghadang pengaruh Aceh di pesisir timur
> > Sumatera, pada kurun pertengahan abad ke 17 s/d 18.
> > Sehingga saya belum menemukan alasan bila kejadian itu berlangsung
pada
> > kurun abad 15 dan 16.
> > Saya menyampaikan hipotesis singkat mengenai terbentuknya masyarakat
> > Semenanjung hingga saat sekarang ini, walau telah muncul berbagai
versi.
> > Dalam ekspedisi Palapa, pelayaran Majapahit hanya menyisiri pantai
timur
> > Sumatera; dan disebutkan bila masyarakat Semenanjung hanya mengibarkan
> > panji-panji Majapahit di sepanjang pantai. Belum ada penjelasan
bila pada
> > masa itu (abad 14) telah terbentuk sistem kerajaan di Semenanjung.
> > Ihwal terbentuknya suprastruktur adalah ketika Prameswara yang
merupakan
> > raja terakhir dari dinasti Syailendra terusir dari sekitar
Palembang saat
> > ini sekitar penghujung abad 14; kemudian atas perlindungan Raja
Tiongkok
> > menetap di Tumasik (Singapura). Selanjutnya berdasarkan
kesepakatan Tiongkok
> > dan Thailand, Prameswara kemudian pindah ke Malaka saat ini dan
mendirikan
> > dinasti baru di Semenanjung. Pada sekitar tahun 1412 Prameswara
masuk Islam,
> > dan mengawini putri Raja Pasai di Aceh.
> > Saya ingin menggambarkan bila sebenarnya dinasti Sriwijaya telah
berpindah
> > dari Palembang ke Semenanjung. Perpindahan ini karena serangan
Kerajaan
> > Colamandala dari India pada penghujung abad ke 14. Serangan Cola
ini selalu
> > menjadi pertanyaan bagi saya, karena tidak bersifat intervensi,
hanya bumi
> > hangus dan mengusir saja. Terbukti setelah serangan itu armada
Cola kembali
> > ke India, dan sebagian diantaranya menyangkut di beberapa bandar
di barat
> > Semenanjung.
> > Beberapa hal ini mudah-mudahan dapat menjadi pertimbangan : Sriwijaya
> > (Budha) berada dalam protektorat Tiongkok; serta Melayu Jambi yang
pindah ke
> > Majapahit (Hindu) sejak lama memiliki relasi dengan India.
Serangan Kublai
> > Khan ke Singhasari (1296) telah dibalas dengan serangan Cola ke
Sriwijaya
> > (1399?).
> > Saya meyakini masyarakat Sriwijaya itu eksodus ke Semenanjung, walau
> > beberapa di antaranya masih menetap di daerah hulu sungai Musi dan
daerah
> > sekitarnya. Karena istilah kebangsawanan Sriwijaya (Datuk) sudah tidak
> > bersisa di Sumatera Selatan saat ini. Masyarakat ini sudah berkembang
> > sedemikian rupa sehingga sampai ke utara Kalimantan.
> > Relasi Sriwijaya dan Minangkabau saya sebutkan disini adalah
penghormatan
> > yang sepantasnya kepada saudara yang lebih tua. Dari prasasti yang
tersisa
> > disebutkan pada abad ke-7 terjadi kunjungan muhibbah dari
Sriwijaya ke suatu
> > negeri yang disebut Minanga Tamwan. Saya menilai kunjungan ini
mengukuhkan
> > kesepahaman yang ternyata terus membekas hingga hari ini. Sebagai
catatan,
> > kita melihat setelahnya selama pergolakan Sriwijaya, Melayu, Aceh, dan
> > Majapahit di Sumatera relatif tidak mempengaruhi Minangkabau,
terlihat dari
> > sistem adat dan budaya yang tidak berubah.
> > Pada tahun 1511 terjadi pendudukan Malaka oleh Portugis, sehingga
terjadi
> > eksodus masyarakat Semenanjung ke Aceh. Pada tahun 1512 berdiri
Kesultanan
> > Aceh Darussalam di Krueng Aceh oleh para migran ini; dan sejak
saat itu kita
> > membaca selama berabad-abad dilakukan serangan berkali-kali
terutama ke
> > Malaka dan Johor. Untuk memperkuat posisi serangan, Aceh menguasai
pesisir
> > pantai Sumatera, untuk menghempang pelayaran jalan rempah,
khususnya di
> > pesisir timur.
> > Saya belum tahu posisi Sultan Johor pada masa itu, kemungkinan berada
> > dalam pengaruh Portugis. Pada awal abad 17 Aceh telah menguasai
Siak Riau,
> > sehingga Sultan Siak dan Sultan Johor meminta bantuan Pagaruyung untuk
> > mengusir Aceh dari Siak. Raja Pagaruyung menghimpun kekuatan
masyarakat dari
> > ketiga luhak, dan kekuatan masyarakat ini akhirnya berhasil
mengusir Aceh
> > dari Siak. Sejak saat itu kita mengenal tumbuhnya rantau baru,
terbentang
> > dari Kampar hingga Siak, sebagai bentuk konsesi dan privilege dari
bantuan
> > tersebut. Dan kemungkinan juga sampai ke Negeri Sembilan saat ini.
> > Secara historis adalah sangat wajar bila Semenanjung berhutang
budi kepada
> > masyarakat Minangkabau, melebihi masyarakat-masyarakat adat budaya
lainnya
> > di Sumatera. Saya menilai ketika beberapa waktu yang lalu ada
penerbangan
> > langsung KL-Minangkabau, mencerminkan hubungan adik-kakak ini.
> > Selain itu Semenanjung juga memiliki hubungan dengan Sumatera Selatan,
> > sebagai daerah asal usul mereka. Sebuah foundation saya dengar telah
> > didirikan, yang memberikan kesempatan beasiswa pendidikan bagi
putera-puteri
> > dari Palembang untuk sekolah di Malaysia.
> > Namun mari kita melihat konteks sejarah untuk membaca fenomena yang
> > berlangsung beberapa waktu ini. Perlakuan Malaysia terhadap WNI
khususnya
> > TKI sudah sangat keterlaluan; namun seharusnya tidak begitu untuk
masyarakat
> > Minangkabau dan Sumatera Selatan. Walaupun demikian, kita sebagai
bagian
> > dari bangsa Indonesia tentunya akan lebih menjunjung tinggi
martabat bangsa
> > Indonesia.
> > Sementara demikian. Wassalam.
> > -datuk endang
> >
> >
> > *mardia_n <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
> >
> >
> > Assalaamu 'alaikum.
> >
> > Dunsanak sadonyo,
> >
> > Seperti yang kita tahu, orang Minangkabau ramai yang berhijrah dan
> > menetap di Negeri Sembilan, Malaysia. Mereka membawa bersama budaya
> > Minang, maka kebudayaan Minang dianggap sebahagian budaya Malaysia.
> > Jadi bila kita pertikaikan, maksudnya kita mempertikaikan orang Negeri
> > Sembilan, yang asalnya orang Minang kita juga.
> >
> > Kakak ibu saya dibawa dan menetap di Negeri Sembilan sewaktu remajanya
> > dan berkahwin dengan saudara kami juga yang telah menetap di sana
> > terlebih dahulu. Mereka merupakan orang Malaysia sebenar (tak macam
> > saya, orang kata Malaysia celup) :-) Rujuk di bawah sejarah Negeri
> > Sembilan (maaf dalam bahasa Inggeris).
> >
> > Begitu juga budaya suku kaum lain dari Indonesia yang menetap di
> > Malaysia seperti Riau di Johor.
> >
> > Wassalaam,
> > mardia (44)
> > sg buloh, malaysia
> >
> >
http://www.malaysiatravel.org.uk/tourist-attraction/negeri-sembilan.html
> >
> > Negeri Sembilan Malaysia
> > Malaysia Sembilian, Negeri SembilianNegeri Sembilian literally means
> > "Nine States". It is so called because it comprises a federation of
> > nine states. Located on the southwest corner of Peninsular Malaysia,
> > Negeri Sembilan encompasses an area of 6,645 sq km and a 48 km long
> > coastline.
> >
> > Negeri Sembilan comprises of picturesque valleys and plains amidst
> > undulating hills and mountains. The rustic villages and lush forests
> > coupled with splendid waterfalls, cool, crystal clear streams, and
> > rivers make it an ideal site for eco-tourism. Negeri Sembilan is also
> > known for its Minangkabau-styled architecture, reflecting the
> > influence of the State's first inhabitants from Sumatra.
> >
> > History
> > Negeri Sembilan was settled between the 15th and 16th century by the
> > Minangkabau people of West Sumatra who migrated to the region during
> > the Malay Sultanate in Malacca. At that time Negeri Sembilan was a
> > rather loose confederation of nine fiefdoms in a secluded valley of
> > the region. It was only in 1773, and with Raja Melewar as the Yam Tuan
> > or ruler, that the nine separate fiefdoms of Sungai Ujong, Rembau,
> > Johol, Jelebu, Naning, Segamat, Ulu Pahang, Jelai and Kelang were
unified.
> >
> > Negeri Sembilan's modern history then began with British intervention
> > in the districts of Sungai Ujong, Rembau and Jelebu to protect British
> > economic interests and placed the country under the control of a
> > British Resident. The British established their influence by making
> > treaties with the separate states (1874-89) and by reforming them into
> > a closer federation (1895). Negeri Sembilan became one of the
> > Federated Malay States in 1896.
> >
> > Negri Sembilan endured Japanese occupation in World War II between
> > 1941 and 1945, and joined the Federation of Malaya in 1948, and became
> > a state of Malaysia in 1963.
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> >
> >
> >
> >
> > __________________________________________________
> > Do You Yahoo!?
> > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> > http://mail.yahoo.com
> > >
> >
> 
> >



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke