Waalaikumsalam w.w. Nanda Rahima dan Sanak Arman Bahar,

Tarimo kasih ateh tanggapan Nanda jo Sanak. Saparati nan ambo tulih, nan ambo 
cubo malakukan sakuaik-kuaiknyo dalam karir ambo nan 47  tahun dalam 
pemerintahan (1960-2007) -- baiak sipil maupun militer -- hanyolah sakadar 
mamacik arek amanah dan contoh kejujuran nan ditunjuakkan dek rang gaek ambo, 
Almarhum H Baharoedin Thaib Soetan Saidi dan Mak ambo, Saah. Itu juo nan ambo 
pasankan ka anak-anak ambo, nan rasonyo masih mamacik arek pasan ambo tu. Jan 
handaknyo ado di antaro mereka nan maiduiki keluarganyo jo harato haram hasil 
korupsi tu. Kambaiaklah.

Ambo indak tahu, apo iko nan namonyo 'makrifatullah', tapi rasonyo ambo indak 
satinggi tu bana doh. Mungkin juo karano indak bisa ambo mambayangkan baa 
perasaan anak cucu ambo nan ambo cintoi sapanuah hati mancaliak ayah dan 
kakeknyo diseret di muko hakim karano dituduah korupsi. Indak katacaliak muko 
urang dek ambo dan dek mereka. Bagi ambo, kehormatan dan integritas diri labiah 
tingi dari pado pitih , harato, atau jabatan. Mudah-mudah Allah swt salalu 
maagiah ambo dan anak cucu sarato minantu-minantu ambo jo kakuatan malawan 
'pinyakik kanker' bangso kito iko.

Wassalam,
Saafroedin Bahar

----- Original Message ----
From: Arman Bahar <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, November 3, 2007 6:18:16 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Korupsi


Assalamualaikum ww

Maaf sanak sado alah no, sato pulo ambo sakaciak

Nan
 lah dicontohkan mak Saafruddin Bahar adolah satu dari sekian banyak contoh 
seseorang yang telah bermakrifatullah dengan baik

Mari kito resapi sebuah teladan tentang ma'rifatullah seorang anak manusia. 


Ketika menuruni sebuah lembah, Umar bin Khaththab yang ditemani salah seorang 
sahabatnya bertemu dengan seorang anak yang tengah menggembalakan ratusan ekor 
kambing milik tuannya. Umar ingin menguji 
ma'rifatullah anak tersebut dengan medesaknya agar mau menjual seekor saja dari 
kambing gembalaannya. "Juallah kepadaku salah seekor kambing yang engkau 
gembalakan itu," pinta Umar. "Aku tidak berhak menjualnya, karena 
kambing-kambing itu milik tuanku," jawab si penggembala. "Katakan saja pada 
tuanmu bahwa salah seekor kambing hilang diterkam srigala," uji Umar. Dengan 
tegas si penggembala berkata, "Aku bisa saja mengatakan salah seekor kambing 
milik tuanku hilang atau mati diterkam srigala. Mungkin ia akan mempercayai 
alasanku, tapi bagaimana dengan Allah? Bukankah Allah Maha Melihat dan Maha 
Mengetahui?" Mendengar jawaban itu, Umar menangis terharu. Lalu beliau 
membebaskan penggembala itu dengan cara menebusny


Manuruik Rahima, sulit sekali memberantas korupsi yang dah menjadi darah daging 
dinegara kita ini, tapi disisi Allah tiada yang mustahil sepanjang ada niat 
kita dan usaha serta pengorbanan untuk kearah sana, suai bana ambo tu memang 
sulit namun bukan berarti tidak bisa, walau sulit, right? 


Kan kito lah samo tau survey dari berbagai lembaga baik dalam maupun luar 
negeri menunjukkan bahwa bangsa yang mayoritas berpenduduk ISLAM ini dinyatakan 
sebagai bangsa yang sakit moral, terkorup peringkat pertama di Asia Tenggara 
atau peringkat lima dunia, negara yang paling tidak aman hingga investor 
menjauh dan predikat buruk lainnya, kok bisa? Jangan2 mayoritas tersebut TIDAK 
BER-ISLAM dengan benar 


 

Katanya sih, masalah yang membelit bangsa ini sudah terlalu kompleks, namun 
satu hal yang bisa digaris bawahi bahwa indikasi yang dominan dari semua akar 
permasalahannya adalah KERINGNYA RUHANI ANAK BANGSA INI DARI SIRAMAN PETUNJUK 
(baca Al Qur'an) ALLAH DAN SUNNAH RASUL apalagi bagi kito2 nan ABS-SBK, 
nonsense, tu nyoooo….


 

Agama BAGI SEBAGIAN ORANG tak lebih dari sekedar symbol dan status ataupun 
sebatas ritual sehingga tindakan dan sepak terjang mereka dalam beraktifitas 
sehari hari seolah2 tidak berhubungan dengan nilai2 relijius


 

UNTUK ITULAH telah muncul sebuah ORGANISASI TARBIYAH dengan menempatkan diri 
sebagai garda terdepan dalam mencontohkan, menyeru dan membentuk anak bangsa 
ini menjadi pribadi2 yang dekat dan taat kepada Tuhannya
  

 

Tiga prinsip kerjanya adalah, TARBIYAH (MENCONTOHKAN, MENYERUKAN dan MEMBENTUK 
KEPRIPADIAN MUSLIM) sebagai pola da'wah yang terus ditumbuh kembangkan 


 

Seruan ini tentu saja ditujukan bagi kalangan yang mulai menjauh dari nilai2 
Illahiyah dan insanniyah yang suci, karena itu seruan da'wah ini berlaku BAGI 
SEMUA KALANGAN TANPA KECUALI DAN DIPRIORITASKAN BAGI MEREKA YANG TELAH MEMAHAMI 
PESAN UTAMA ISLAM DIMANA PELAKSANAAN IBADAH DAN PENEGAKAN SYARIAH SUDAH 
MERUPAKAN HAL YANG LAZIM LAZIM SAJA


 

TARBIYAH memang bukan satu2nya namun tanpa tarbiyah semuanya nggak bakalan 
jadi, mentarbiyah diri sendiri dan angota keluarga sampai ke anak cucu bukan 
tidak tepat namun akan lebih efektif bila dilakukan dengan terorganisir, tul 
nggak?


So, mari kta dukung usaha2 dakwah ini dengan terjun dan berperan aktif bersama 
saudara2 kita yang telah lebih dulu bergabung dalam usaha dakwah ini sehingga 
beberapa tahun kedepan bermunculan insan2 yang telah tertarbiyah dengan baik 
sejak dari level terendah sampai ke level atas 


 

Wasalam

ABP

Anggota Biasa Jamaah Tarbiyah 



On 10/27/07, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Pak Saaf. Seperti yang saya katakan, sulit sekali
memberantas korupsi yang dah menjadi darah daging

dinegara kita ini. Tapi disisi Allah, tiada yang
mustahil sepanjang niat kita dan usaha kita ada, serta
pengorbanan kita untuk kearah sana juga ada.

Minimal kita, diri kita, anak cucu kita, dan teman
akrab kita, kita perkenalkan dengan arti pengorbanan

yang hakiki. Kata orang "Cinta butuh pengorbanan",
maka, "Pemberantasan korupsi juga butuh pengorbanan".

Sudah sanggupkah diri kita berkorban untuk dicaci,
dihina, diejek, dimarahi, dipersulit segala urusan,

bahkan dipecat sekalipun dari jabatan kita hanya untuk
mempertahankan kebenaran dan menjauhi korupsi, sogok
menyogok ini? Sumber korupsi berasal muasal, bisa jadi
dari menyogok ini(risywah), karena seorang pejabat

selalu berusaha mengembalikan uangnya yang telah
disogoknya untuk suatu jabatan tertentu, atau urusan
tertentu.

Coba kalau ngak ada Risywah(sogok menyogok) itu, ngak
ada keluar uang saat hendak menduduki suatu jabatan

tertentu, saya kira para pejabat masih ngak mikir
kembalikan uang terdahulu yang sempat hilang itu.

Ataupun penyebab korupsi itu adalah tuntutan dari
keluarga, yang biasanya tuntutan (maaf), para pasangan

kita, anak-anak kita yang lebih dr kadar gaji,
kemampuan kita.Seharusnya sikap qanaah(puas, alias
bersyukur, binti terima apa yang diberikan Allah
dengan ridha dan ikhlas) itu yang harus ditanamkan
pada diri anak-anak kita sejak dini lagi, jangan

tamak, egois, mau diregut semuanya, dan selalu
berbangga didepan tetangga, keluarga, teman, seakan
ialah yang hebat, kaya, pintar dan sebagainya,
sehingga malu kalau dilihat orang tidak seperti apa
yang dibanggakan selama ini, maka jalan satu-satunya

yah berusaha dengan jalan apapun untuk mewujudkan
mimpi2 yang telah terlanjur dibanggakan ke orang lain
itu).

Sebaik-baik pendidikan adalah pendidikan AlQuran dan
hadits dalam mewujudkan kepribadian yang bersih, hati

yang suci dari segala macam penyakit, tamak(tidak
qanaah), penyakit korupsi, dan penyakit lainnya yang
jelek, yang bersemayam dimasyarakat, didiri,
dikeluarga kita.

"Kejarlah duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya,

dan kejarlah akhiratmu seakan kamu mati besok".

Berat pengorbanan untuk mencapai yang baik dan
berhasil itu.Tapi sebagaimana firman Allah sendiri
Allah pasti akan memberikan kita berbagai cobaan,

kalau memang kita ingin berhasil.

Ujian cobaan untuk memberantas korupsi itu dah siapkah
diri kita akan kehilangan jabatan, dah siapkah kita,
anak cucu, keluarga kita diejek, caci maki orang lain,
dah siapkah kita sebagaimana ujian para nabi dan

sahabat? Kalau semua masyarakat warga Indonesia ini
dah siap dengan semua pengorbanan itu untuk dirinya
sendiri, keluarganya saya kira korupsi tuntas sampai
mudah2an keakar-akarnya sekaligus.Ini terkadang belum

apa-apa..dengan alasan apapun, takut akan nasib
anak-anak, cucu, jabatan, pekerjaan dan lainnya dah
mundur sebelum bertanding.

Wassalamu'alaikum. Rahima.


--- "Dr.Saafroedin BAHAR" <
[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Benar sekali, Nanda Rahimah, sulit sekali membrantas
> korupsi. Namun kesulitan itu tak boleh menyebabkan
> kita berhenti menumpasnya, minimal di lingkungan

> kita sendiri. Seperti juga dengan ajaran orang tua
> Nanda, saya menekankan kepada seluruh anak-anak saya
> bahwa mereka saya besarkan dengan rezeki halal hasil
> keringat saya sendiri, dan saya melarang mereka

> untuk mendekati segala hal yang berbau korupsi.
> Alhamdulillah sampai sekarang mereka masi mengingat
> dan melaksanakan nasihat saya itu.
>
> Saya mengkhayal, kalau semua atau sebagian besar

> warga masyarakat kita dan sebagian  besar
> penyelenggara negara bisa menahan diri untuk tidak
> terlibat korupsi, rasanya tidak akan terlalu lama
> bangsa kita hidup dalam keterpurukan seperti

> sekarang.
>
> Untuk itu kita perlukan seorang pemimpin nasional
> yang selain jujur dan bersih, juga berwibawa dan mau
> melaksanakan pembrantasan korupsi tanpa tedeng
> aling-aling.

>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around

http://mail.yahoo.com












__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke