Assalamualaikum Wr. Wb. sidang palanta kasodonyo...

Nak tau di leba lauik, lah ambo cubo balayia jo kapa Bogowonto ka nagari jauah
Nak tau dek dinginnyo es, iyo lah wak cubo mancampua jo pabukoan di bulan puaso
Nak tau jo nagari Minang....
Iyo lah Palanta RantauNet.com iko tampek ambo batanyo....???


Tatkala hadir dan bekunjung ke kota Medan, permukaan bumi yang dijejak pertama 
kali oleh roda belakang pesawat bukan lah Bandara Batak International, namun 
ternyata adalah Bandara Polonia Medan. Saat-saat yang lain mendatangi dataran 
Jawa Barat, pesawat menyentuh landasan Bandara Husein Sastranegara bukan 
Bandara Sunda, pulang ke Jakarta ternyata kami mendarat di Soekarno-Hatta 
International Airport bukan di Bandara Betawi. Dan saya belum pernah merasakan 
ratanya landasan pacu di bandara Bugis Ujung Pandang, dan juga Bandara Dayak di 
Pontianak

Saya yang tidak mengerti apa-apa, namun punya silaturrahmi batin dengan daerah 
asal muasal dan kuburan para leluhur saya di bumi Minangkabau, ingin memperoleh 
kemurahan hati dari sidang pembaca di palanta RN yang berkompeten dan / atau 
setidaknya memahami permasalahan ini, memberikan setitik pencerahan bagi patik 
untuk sekedar tahu, menyangkut alasan apa yang mengemuka, saat para berwenang 
memberi penetapan kepada Pelabuhan Internasional di Padang dengan memberinya 
nama "Minangkabau International Airport" atau "Bandara Internasional 
Minangkabau" ?.  Sebuah nama bagi satu wilayah adat yang sudah sedemikian 
kondang ke seluruh penjuru angin dan bahkan sudah terjadi sejak jaman "baheula" 
?

Nama Haji Agus Salim telah digunakan dalam penyebutan stadion olahraga / sepak 
bola di Kota Padang, namun kita belum kehabisan nama besar lainnya yang sangat 
mengemuka. Founding Father Negara Republik Indonesia sebagian banyak nya adalah 
berasal dari ranah Minangkabau. Seolah menempuh pendidikan tanpa melalui 
jenjang Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat, tatkala kita menyebut nama Muhammad 
Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya HAMKA), 
Muh. Yamin, Sjafroedin Prawiranegara (meskipun bukan orang minang), Tuanku Imam 
Bonjol, dan lain banyak sebagainya itu, tanpa sedikitpun menggetarkan riak hati 
akan keterkaitan mereka dalam membanggakan Minangkabau.

Dan apakah ada setitik kemungkinan yang merebak di hadapan kita bahwa nanti 
dalam beberapa saat kedepan, Teluk Bayur akan ganti nama menjadi "Pelabuhan 
Laut Minangkabau". Namun saya sedikit yakin bahwa para berkompeten  tidak akan 
memberi penamaan "Pelabuhan Laut Rendang" 

Bukanlah sebuah ungakapan ketidaksetujuan, namun ini semua berangkat dari hanya 
sekedar ingin tahu dan mohon pencerahannya .....

Salam, maaf, dan terimakasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.






      
________________________________________________________ 
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke