Waalaikumsalam,

Beberapa hari yang lalu sudah ada yang menjelasakan dengan cukup baik.
Silakan cari diarsip pak.

Tapi saya harap jangan hal2 sepele bisa menjadi pertimbangan untuk
melakukan perubahan besar yang ujung2nya hanya menghabiskan anggaran
tanpa ada manfaat yang signifikan.

Contohnya. Sampai saat ini saya tidak mengerti apa maunya pemerintah
mengganti2 nama sekolah. Dari sma ke smu, stm/smea jadi smk.
Seandainya anggaraan yang digunakan untuk mengganti kop surat,
stempel, plang nama sekolah dll dijadikan dana untuk membiayai siswa
yang tidak mampu alangkah bermanfaatnya. Padahal penggantian nama
tersebut tidak memberikan dampak apa2 kecuali hanya berganti nama.

Memang akan banyak yang tidak 'sreg' ketika sebuah nama diberikan
karena beda kepala beda pemikiran, beda keinginan dan itu tidak akan
bisa hilang sampai kapanpun. Tetapi ketika sudah diputuskan dengan
pertimbangan baik, maka sudah sangat patut didukung dengan sepenuhnya.
Hal ini juga dicontohkan oleh Rasulullah ketika kalah suara dengan
sahabat. Rasulullah menjunjung putusan yang telah diambil walaupun
suara itu bukan berasal dari Beliau.

Soal nama bandara, kita tidak ada keharusan mencontoh daerah lain
ketika mereka memberi nama bandara mereka dengan nama pahlawan mereka.
Adalah hal yang patut DIACUNGKAN JEMPOL ketika orang minang mampu
tidak mengekor dengan daerah lain. Ini harus terus kita tumbuh
kembangkan karena dari keberanian membuat SESUATU YANG BARU inilah
kemajuan akan mudah didapat. Kemajuan negara barat adalah karena
keberanian mereka untuk melakuakn invoasi dalam melahirkan sesuatu
yang baru dan akan menjadi standard bagi negara pengekornya. Dan
pengekor akan selamanya jadi pengekor karena tidak berani membuat
sesuatu yang baru.

Saatnya kita dukung/dorong agar pemerintah/niniak mamak 'kampuang
kito' bisa menjadi inovator bagi kemajuan negeri ini.

Demikian, tulisan saya ini tidak saya tujukan sebagai jawaban kepada
yang membuka posting ini karena beliau hanya ingin mencari tau sejarah
pemberian nama. Tetapi sebagai pelepas uneg2 saya atas beberapa
posting terkait beberapa hari sebelumnya.

Wassalam,
Yanurmal (36Tahun)

On 11/3/07, Andi Rasad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamualaikum Wr. Wb. sidang palanta kasodonyo...
>
> Nak tau di leba lauik, lah ambo cubo balayia jo kapa Bogowonto ka nagari
> jauah
> Nak tau dek dinginnyo es, iyo lah wak cubo mancampua jo pabukoan di bulan
> puaso
> Nak tau jo nagari Minang....
> Iyo lah Palanta RantauNet.com iko tampek ambo batanyo....???
>
>
> Tatkala hadir dan bekunjung ke kota Medan, permukaan bumi yang dijejak
> pertama kali oleh roda belakang pesawat bukan lah Bandara Batak
> International, namun ternyata adalah Bandara Polonia Medan. Saat-saat yang
> lain mendatangi dataran Jawa Barat, pesawat menyentuh landasan Bandara
> Husein Sastranegara bukan Bandara Sunda, pulang ke Jakarta ternyata kami
> mendarat di Soekarno-Hatta International Airport bukan di Bandara Betawi.
> Dan saya belum pernah merasakan ratanya landasan pacu di bandara Bugis Ujung
> Pandang, dan juga Bandara Dayak di Pontianak
>
> Saya yang tidak mengerti apa-apa, namun punya silaturrahmi batin dengan
> daerah asal muasal dan kuburan para leluhur saya di bumi Minangkabau, ingin
> memperoleh kemurahan hati dari sidang pembaca di palanta RN yang berkompeten
> dan / atau setidaknya memahami permasalahan ini, memberikan setitik
> pencerahan bagi patik untuk sekedar tahu, menyangkut alasan apa yang
> mengemuka, saat para berwenang memberi penetapan kepada Pelabuhan
> Internasional di Padang dengan memberinya nama "Minangkabau International
> Airport" atau "Bandara Internasional Minangkabau" ?.  Sebuah nama bagi satu
> wilayah adat yang sudah sedemikian kondang ke seluruh penjuru angin dan
> bahkan sudah terjadi sejak jaman "baheula" ?
>
> Nama Haji Agus Salim telah digunakan dalam penyebutan stadion olahraga /
> sepak bola di Kota Padang, namun kita belum kehabisan nama besar lainnya
> yang sangat mengemuka. Founding Father Negara Republik Indonesia sebagian
> banyak nya adalah berasal dari ranah Minangkabau. Seolah menempuh pendidikan
> tanpa melalui jenjang Sekolah Dasar atau Sekolah Rakyat, tatkala kita
> menyebut nama Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Haji Abdul Malik
> Karim Amrullah (Buya HAMKA), Muh. Yamin, Sjafroedin Prawiranegara (meskipun
> bukan orang minang), Tuanku Imam Bonjol, dan lain banyak sebagainya itu,
> tanpa sedikitpun menggetarkan riak hati akan keterkaitan mereka dalam
> membanggakan Minangkabau.
>
> Dan apakah ada setitik kemungkinan yang merebak di hadapan kita bahwa nanti
> dalam beberapa saat kedepan, Teluk Bayur akan ganti nama menjadi "Pelabuhan
> Laut Minangkabau". Namun saya sedikit yakin bahwa para berkompeten  tidak
> akan memberi penamaan "Pelabuhan Laut Rendang"
>
> Bukanlah sebuah ungakapan ketidaksetujuan, namun ini semua berangkat dari
> hanya sekedar ingin tahu dan mohon pencerahannya .....
>
> Salam, maaf, dan terimakasih
>
> Wassalamualaikum Wr. Wb.
>
>
>
> ________________________________
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> >
>


-- 
Yanurmal
======================================
95% Permasalahan Playstation 2 bisa diselesaikan
sendiri dirumah tanpa peralatan khusus
--
Dapatkan Buku Panduan Service Playstation 2
diwebsite http://www.ps2ku.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke