Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuhu

     Salah satu berkurangnya produksi beras karena lahan pertanian
     yang semakin sempit, dan banyak pemuda generasi sekarang yang
     enggan untuk terjun ke pertanian.

     Berikut adalah artikel yang  mudah-mudahan bisa memotivasi terjun ke
     bidang pertanian


     Arnoldison

------------
Pertanian Sebuah Profesi Yang Mulai Terpinggirkan”

Sebelum  memasuki  pembahasan, akan disebutkan tentang masalah profesi
secara  umum  kemudian  tentang  berprofesi  sebagai  seorang  petani.
Pembahasan  kedua  hal  ini  penting untuk diketahui, sebelum memasuki
pembahasan-pembahasan yang selanjutnya.

Berbicara  profesi maka berbicara tentang mata pancaharian dan mencari
nafkah.  Sesungguhnya  agama  islam  juga memperhatikan kehidupan umat
islam  di  dalam  kehidupan mereka di dunia. Islam menganjurkan kepada
para pengikutnya untuk bekerja dan berusaha. Alloh subhanahu wa ta’ala
berfirman:

“Dan Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.” (An Naba : 11).

Dan firman-Nya subhanahu wa ta’ala:

“Dan  Kami  adakan  bagi kalian di muka bumi itu (sumber) penghidupan.
Amat sedikitlah kalian yang bersyukur.” (Al A’raf : 10).

Juga firman-Nya subhanahu wa ta’ala:

“Dan  tidaklah berdosa bagi kalian untuk mencari karunia (rezeki) dari
Rabb kalian.” (QS. Al Baqarah :198).

Islam   merupakan   agama  yang  memerintahkan  untuk  aktif  bekerja,
melakukan  usaha di muka bumi dan memakmurkannya. Islam lebih menyukai
seseorang  itu  bekerja  walaupun bagaimanapun kasar ataupun rendahnya
pekerjaan itu daripada orang yang menggantungkan hidupnya kepada orang
lain dan meminta-minta kepada orang. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa
sallam bersabda:

“Jikalau seorang di antara kalian mengambil seutas tali kemudian pergi
ke gunung kemudian dia pulang dengan membawa seikat kayu bakar di atas
punggungnya   kemudian  menjualnya,  yang  dengan  itu  Alloh  menjaga
wajahnya  (kehormatan/harga  dirinya),  niscaya itu lebih baik baginya
dari  pada  dia  meminta-minta  kepada  sesama  manusia, apakah mereka
memberinya atau menolaknya.”

Bahkan  islam  menganjurkan  untuk  memakan  makanan  dari hasil usaha
sendiri  dan  dikatakan  hal  itu  lebih  baik  daripada makanan hasil
meminta-minta.  Memakan  makanan  dari  hasil usaha sendiri lebih baik
dari  pada  makan makanan yang mahal atau bergizi sekalipun tetapi itu
hasil  dari  meminta-minta.  Rosululloh  shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda:

“Tidaklah  seseorang  itu  memakan  makanan  yang lebih baik dari pada
memakan makanan dari usahanya tangannya. Sesungguhnya nabi Alloh Dawud
‘alaihsi   salam   memakan   dari   hasil   usaha   tangannya.

Dan  perlu  diketahui  bahwasanya  para nabi pun mereka bekerja dengan
profesi  yang  bermacam-macam.  Mereka tidak mengandalkan hidup kepada
orang lain. Sungguh mereka adalah sebaik-baik contoh dalam segala hal.
Dalam  suatu  riwayat,  Ibnu Abbas berkata: ” Nabi Adam ‘alaihis salam
menjadi  petani,  nabi  Nuh  ‘alaihis  salam menjadi tukang kayu, nabi
Idris ‘alaihis salam menjadi penjahit, nabi Ibrohim ‘alaihis salam dan
nabi  Luth  ‘alaihis  salam menjadi petani, nabi Shalih ‘alaihis salam
menjadi  pedagang, nabi Dawud ‘alaihis salam menjadi pandai besi, nabi
Musa  ‘alaihis  salam,  nabi  Syua’ib ‘alaihis salam dan nabi Muhammad
shollallohu  ‘alaihi  wa  sallam  menjadi  penggembala.”  Para sahabat
Rosululloh  pun  juga  berdagang  di  daratan maupun lautan, menggarap
tanah dan lain sebagainya.

Begitulah  islam,  mengajak agar umat islam tidak berpangku tangan dan
meminta-minta,  akan tetapi menganjurkan untuk bekerja. Apalagi kepada
orang  yang  sudah  mempunyai  tanggungan nafkah seperti seorang suami
atau kepala keluarga maka dia wajib memberikan nafkah kepada istri dan
keluarganya. Alloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berfirman:

“Dan  kewajiban  ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan
cara yang baik.” (QS. Al-Baqarah : 233).

Namun   Alloh  subhanahu  wa  ta’ala  juga  memberitahukan  bahwasanya
pemberian nafkah itu sebatas kemampuannya, dan jangan berlebih-lebihan
ataupun terlalu kikir. Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hendaklah  orang  yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan
orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberikan nafkah dari harta
yang  diberikan  Alloh  kepadanya.  Alloh idak memikulkan beban kepada
seseorang  melainkan (sekedar) apa yang Alloh berikan kepadanya…” (QS.
Ath-Thalaq : 7).

Di  antara  bentuk  memberi  nafkah  berupa  keperluan  hidup terutama
sandang,   pangan   dan  papan.  Haditsnya  dari  Hakim  bin  Muawiyah
Al-Qusyairi,   dari   ayahnya   dia  berkata:  “Aku  bertanya,  ‘Wahai
Rosululloh,  apakah  hak  istri  salah  seorang diantara kami?’ Beliau
menjawab:

“Engkau memberinya makan jika kamu makan dan memberi pakaian jika kamu
berpakaian.

Dan  sungguh  bedosalah  orang yang membiarkan dan menelantarkan orang
menjadi  tanggungannya.  Sebagaimana hadits dari Abdullah bin Umar dia
berkata, telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

“Cukuplah  seseorang itu berdosa dengan menelantarkan orang yang wajib
diberi  makan.”  Diriwayakan  An-Nasai,  dan dalam lafazh riwayat Imam
Muslim:   “Ia   menahan   memberi   makan   terhadap  oarang  yang  ia
miliki."

Kemudian  bagaimanakah  sikap seorang muslim dalam bekerja dan mencari
nafkah.  Apakah  dia boleh menjadi orang yang sukses dan kaya? Berkata
Syaikh         ‘Abdul ‘Adhim  bin Badawi tidak mengapa (hidup) dengan
kekayaan  bagi  orang  yang bertakwa.” Kemudian beliau berdalil dengan
sebuah  hadits  dari Muadz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya dari
pamannya,  dia  berkata: telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam:

“Tidak  mengapa  (hidup)  dengan  kekayaan  bagi  orang yang bertakwa,
kesehatan  itu bagi orang yang bertakwa lebih baik (berharga) daripada
kekayaan,    dan    baiknya   jiwa   termasuk   kebahagian.”

Begitulah  petunjuk  Rosululloh  shollallohu  ‘alaihi  wa sallam untuk
umatnya,  dimana  beliau  mengaitkan  kekayaan  dan  ketakwaan. Karena
memang  realita  yang  ada  di  tengah-tengah  kaum  muslimin terdapat
orang-orang  kaya tetapi mereka tidak bisa menggunakan hartanya dengan
benar sesuai dengan apa yang diajarkan islam. Mereka tidak menggunakan
kekayaannya  untuk  kepentingan  ketaatan  kepada  Alloh  subhanahu wa
ta’ala tetapi kebanyakan mereka justru digunakan untuk bermaksiat. Hal
ini  terjadi dikarenakan mereka tidak bertakwa. Justru yang kita lihat
kebanyakan  orang  kaya  malah menggunakan harta itu untuk bermaksiat,
menumpuk harta dan berfoya-foya, rakus terhadap dunia dan lalai dengan
akhirat.

Tetapi bagaimanakah dengan hasil binaan Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa  sallam  yaitu  para  sahabat  rodhiyallohu  ‘anhum,  mereka adalah
orang-orang  bertakwa  lagi  diridhai  Alloh  .  Bacalah  sejarah para
sahabat  rodhiyallohu  ‘anhum  dan para salafus shalih pasti di antara
mereka  terdapat  orang-orang  kaya.  Mereka bisa menggunakan hartanya
untuk kemaslahatan dirinya dunia dan akhirat, keluarga dan kepentingan
umat  islam,  tidaklah itu bisa mereka lakukan melainkan karena mereka
adalah  orang-orang  yang  bertakwa.  Sehingga mereka bisa menggunakan
hartanya di jalan Alloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mereka tidak
tertipu  dengan  dunia.  Pada  pembahasan  Petani-petani Teladan, akan
disebutkan  dua  kisah  orang  yang  bertakwa  yang  bisa memanfaatkan
hartanya,  yaitu  kisah seorang sahabat Abu Thalhah rodhiyallohu ‘anhu
dan thabi’in Urwah bin Zubair rohimahulloh.

Jadi  perlu diperhatikan sebelum berkecimpung di dalam sebuah profesi,
mental  yang  harus  dipersiapkan adalah ketakwaan, sehingga kita bisa
memanfaatkan  harta  yang  Alloh  subhanahu wa ta’ala amanahkan kepada
kita  dan  tidak tertipu dengan harta dan dunia. Namun perlu diketahui
ketakwaan  hanya  didapat  oleh  orang  yang  faham  dengan  agamanya.
Sedangkan  kefahaman terhadap agama didapatkan dengan mempelajari ilmu
agama  dan  memahami  agama  dengan benar yaitu memahami agama menurut
pemahaman para sahabat rodhiyallohu ‘anhum

Kemudian  Syaikh  Abdul  Adhim  bin  Badawi menegaskan: “Anjuran untuk
sederhana dalam mencari nafkah.”

Beliau  berdalil  dengan hadits dari Jabir bin Abdullah ra dia berkata
telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam :

“Wahai  manusia! Bertakwalah kalian kepada Alloh dan perbaikilah dalam
mencari  (rizki), karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati sampai
selesai/habis  rizkinya dan jika ditangguhkan darinya maka bertakwalah
kalian  kepada  Alloh  dan perbaikilah dalam mencari (rizki), ambillah
apa    yang    halal    dan    tinggalkan   apa   yang   haram”

Begitulah  islam  mengajarkan  bagi kita untuk seimbang dalam bekerja,
kita  disuruh  berusaha  dan  juga bertawakkal, mencari yang halal dan
meninggalkan  yang  haram.  Tidak  usah  takut  akan kelaparan, karena
tidaklah  seseorang  itu akan mati sebelum habis rizkinya makanya kita
disuruh berusaha kemudian bertawakkal.

Pembahasan   selanjutnya  mengenai  memilih  profesi  sebagai  petani.
Profesi  petani  merupakan salah profesi yang ditekuni oleh para nabi,
diantaranya  nabi Adam ‘alaihis salam, nabi Ibrohim ‘alaihis salam dan
nabi  Luth  ‘alaihis  salam.  Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang
marfu’ yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas rahuma:

“Bahwasanya Nabi Dawud adalah seorang pandai besi (pembuat baju besi),
Nabi  Adams  adalah  seorang petani, Nabi Nuh as adalah seorang tukang
kayu, Nabi Idris as adalah seorang penjahit (penenun) dan Nabi Musa as
adalah    seorang    penggembala.”

Kegiatan  pertanian juga dilakukan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa  sallam  dan kulafaur rasyidin rodhiyallohu ‘anhum dan para sahabat
rodhiyallohu  ‘anhum,  mereka melakukan dan musaqat dan muzara’ah. Dan
di  dalam sejarah disebutkan bahwa penduduk Madinah yaitu para sahabat
dari  kalangan  anshar  berprofesi  sebagai  petani  kurma  dan daerah
Madinah sejak dahulu sebagian besar adalah daerah pertanian kurma.

Dalam  kitab  Shahihain  diriwayatkan  dari  jalur  Ibnu  Syihab  dari
Al-A’raj   dari   Abu   Hurairah   rodhiyallohu   ‘anhu,  ia  berkata:
“Orang-orang   menuding   Abu  Hurairah  terlalu  banyak  meriwayatkan
hadits-hadits  dari  Rosululloh  shollallohu  ‘alaihi wa sallam. Hanya
kepada Alloh-lah tempat kembali. Orang-orang juga menyatakan, ‘Mengapa
kaum  Muhajirin  dan  Anshar  tidak  meriwayatkan  hadits  seperti Abu
Hurairah?’  sesungguhnya  saudara-saudaraku  dari  kalangan  Muhajirin
sibuk  berdagang  di  pasar, sementara saudara-saudaraku dari kalangan
Anshar  sibuk  mengurus  kebun-kebun kurma mereka. Adapun aku hanyalah
seorang  fakir miskin yang senantiasa menyertai Rosululloh shollallohu
‘alaihi  wa  sallam  dengan  makanan sekedar mengganjal perut. Dan aku
dapat menghafal hadits-hadits yang terluput dari mereka.

Alloh   menyuruh   untuk   mencari   nafkah  dengan  cara  halal.  Dan
sesungguhnya  pertanian  adalah salah satu profesi yang halal dan bisa
dijamin  kehalalannya  oleh  petani itu sendiri. Perhatikanlah seorang
petani,  dia  bisa menjamin kehalalan apa yang dia makan, misalnya dia
menanam padi kemudian dipanen dan nasinya dia makan maka dia akan tahu
dengan jelas kehalalan makanan yang masuk ke dalam perutnya.

Di  antara baiknya suatu profesi adalah dilihat dari kemampuan memberi
manfaat   bagi   orang  lain.  Cobalah  lihat  pertanian,  bidang  ini
menyediakan  bahan  makanan  bagi  orang  banyak,  bahkan makhluk lain
seperti  binatang.  Perhatikanlah  juga  orang-orang kota mereka semua
makan  dan  bahan makanan mereka berasal dari jerih payah para petani,
maka  manfaat  pertanian  sangat besar untuk keberlangsungan kehidupan
manusia.

Dan ternyata ajaran islam memberikan anjuran untuk bercocok tanam. Ini
adalah  sebuah  lisensi  dari  ajaran  islam  terhadap  pertanian  dan
mengenai   pembahasan   anjuran  islam  tersebut  akan  dibahas  dalam
pembahasan tersendiri, insya Alloh.

source
http://abuabdilbarr.wordpress.com/2007/06/22/memilih-profesi-sebagai-petani/    
 

Sunday, November 4, 2007, 7:37:36 PM, you wrote:

za>    Dimasa lalu Kab . Solok dikenal dengan julukan lumbung berasnya Sumatera 
Barat , maka ditahun 1960 terkenal lagu “ Bareh Solok “ yang didendangkan Elly 
Kasim . Beras yang paling terkenal
za> adalah beras yang berasal dari padi caredek sejenis padi umur pendek yang 
batangnya relative pendek dan kalau panen harus dasabit lalu diiriak dan bukan 
dituai . Namun dengan pesatnya pembangunan
za> didaerah Solok , maka puluhan hektar lahan persawahan dikorbankan dan 
beralih fungsi untuk kepentingan pembangunan seperti untuk keperluan terminal 
Bareh Solok , perkantoran instansi pemerintah ,
za> jalan tembus ( jalan lingkar) Saok Laweh - Selayo menuju Padang serta 
pembangunan ruko disepanjang jalan baru tersebut . Mau tidak mau tentunya akan 
mengurangi lahan persawahan secara drastis dan
za> secara langsung akan berdampak terhadap produksi hasil pertanian padi di 
Kab . Solok , sedangkan penambahan / pencetakan sawah baru hampir tidak pernah 
ada . Luas lahan persawahan dimasa datang
za> akan terus
za>  berkurang seiring laju pembangunan , dan saya dengar – dengar disebelah 
terminal Bareh Solok juga akan dibangun sebuah Mall . Akan berubahkah Solok 
dari sentra pertanian menjadi sentra
za> perdagangan dimasa datang ? waktu jualah yang akan membuktikan .




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke