Selasa, 13 November 2007, 08:38:29 WIB

 *Jakarta, 
myRMnews<http://www.myrmnews.com/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=46461>
.* Pemerintah Malaysia akhirnya menyerah soal polemik lagu Rasa Sayange.
Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Malaysia Rais Yatim telah bertemu
dengan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik. Dalam pertemuan itu,
Malaysia mengakui lagu Rasa Sayange sebagai lagu asli Indonesia.

Ketua Umum DPP Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik
Rekaman Indonesia (PAPPRI) Dharma Oratmangun mengatakan, dalam kunjungan ke
Malaysia, lahir kesepahaman antara Jero Wacik dan Rais Yatim. "Persoalan
lagu Rasa Sayange selesai. Secara de facto, Malaysia mengakui itu milik
Indonesia," kata Dharma kemarin (12/11).

Pernyataan eksplisit Rais Yatim, menurut Dharma, disampaikan saat acara Temu
Jembatan Budaya di Kuala Lumpur kemarin. Dharma merupakan salah seorang
anggota delegasi kebudayaan Indonesia. "Oleh Pak Menteri (Menbudpar Jero
Wacik) disampaikan bahwa sebagai negara bertetangga, semua persoalan agar
diselesaikan dalam konteks masing-masing. Adapun lagu Rasa Sayange sudah
bisa dipahami sebagai warisan yang dipunyai Indonesia," jelas Dharma.

Lagu tersebut memang hidup di masyarakat secara luas hingga ke Malaysia.
Karena itu, rakyat Malaysia juga mengenal dengan baik lagu tersebut. "Jadi,
tidak ada masalah lagi," tegasnya.

Jero Wacik saat dihubungi tadi malam membenarkan bahwa masalah lagu Rasa
Sayange sudah tuntas. "Sebenarnya, tidak hanya masalah itu yang dibahas. Ada
banyak hal," kata Jero. Sayang, pembicaraan tidak berlanjut karena Jero
sedang mengikuti jamuan makan malam.

Sebelumnya, kementerian kebudayaan Malaysia mengakui telah lalai menggunakan
lagu Indonesia lainnya. Yakni, lagu Tiar Ramon karya musikus Minang, yang
digunakan tarian delegasi Malaysia pada Asia Festival 2007 di Osaka.

Indonesia tidak akan memperkarakan lagu dan kesenian yang dipakai Malaysia.
Sebab, Indonesia dan Malaysia masih serumpun. Hanya, Indonesia meminta, jika
Malaysia menggunakan kesenian Indonesia, harus diumumkan kepada publik bahwa
itu berasal dari Indonesia.

Di Malaysia, selain menghadiri Temu Jembatan Budaya, Jero Wacik membuka
Indonesia Trend (Trade, Tourism, and Investment) Expo 2007 di Kuala Lumpur.
Itu merupakan pameran produk-produk ekspor Indonesia ke Malaysia. *jpnn*


-- 
http://auliahazza.com/
http://auliahazza.belajar-islam.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke