Ketum DDII: Politisi Ideal Bisa Mengamalkan Syariah Islam

Jumat, 16 Nov 07 18:13 WIB

Komitmen keIslaman seseorang yang mempunyai latar belakang pendakwah (Da'i),
tak jarang menjadi luntur akibat terjun kekancah perpolitikan, karena itu
komitmen penegakan syariah Islam diharapkan tetap ada di dalam jiwa seorang
politisi itu.


Demikian pernyataan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia KH. Syuhada
Bachri dalam 'Seminar refleksi Seabad M. Natsir Pemikiran dan
Perjuangannya', di Aula Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis(15/11).

Syuhada mencontohkan, komitmen keIslaman mantan Perdana Menteri M. Natsir
sebagai seorang negarawan muslim, ulama intelektual, dan juga politikus
muslim Indonesia belum bisa digantikan oleh siapapun, ketika beliau yang
juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
(DDII)berpulang ke rahmatullah.


"Pak Natsir adalah sosok yang unik, pemahaman terhadap pendidikan Islam
sangat baik, namun ketika beliau berada di antara politisi, dia seperti
seorang politisi yang handal, "ujar Syuhada.


Lebih lanjut Ia menuturkan, banyak teladan yang dapat diambil dari kiprah M.
Natsir sebagai politisi yang bersih, karena berbagai keputusan politik yang
diambilnya selalu dikonsultasikan dalam Istiqarahnya kepada Allah.


"Kalau politisi yang dai saat ini lebih sering melakukan sujud syahwi, kalau
ada kebijakan yang salah seperti dalam sholat bisa dibenarkan dengan sujud
itu, "tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan Satu Abad M. Natsir, Laode M.
Kamaluddin membantah, bahwa rangkaian acara dimulai hari ini hingga Juli
2008 sebagai protes atas keputusan pemerintah yang tidak memberikan gelar
pahlawan kepada perdana menteri pertama Indonesia.

"Kegiatan ini bukan untuk protes belum diberikannya gelar pahlawan kepada M.
Natsir, "ungkap Laode.

Ia menambahkan, acara ini sudah dicanangkan jauh hari sebelum pengumuman
gelar pahlawan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Laode menegaskan, tujuan peringatan ini agar masyarakat bisa mengambil
teladan dan mendapatkan informasi yang benar tentang sejarah PM pertama
Indonesia.

Acara seminar itu selain dihadari oleh Ketua Umum DDII, juga tampak Ketua
Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah,
Wakil Ketua MPRRI AM. Fatwa, dan juga mahasiswa dari Sekolah Tingi Islam
Dakwah M. Natsir. (novel)

Source :
http://www.eramuslim.com/berita/nas/7b15144847-ketum-ddii-politisi-ideal-bisa-mengamalkan-syariah-islam.htm




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke