Syafrudin tidak dianngap presiden karena sifatnya sementara/darurat,sedangkan 
Assa'at tidak diakui karena RIS tidak sesuai dengan konsep NKRI.
Mungkin karena hal tersebut di atas pemerintah RI tidak menjadikan 
beliau-beliau sebagai The Real President.
 
Wass.& Bgds.,

Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
E-mail: [EMAIL PROTECTED]  http://www.kokarga.com
Secretary of Board of Eldership Member Federasi Awak Kabin Udara Indonesia 
(FAKUI) & Indo-Beatlemania Club (IBC)
Private E-mail: [EMAIL PROTECTED]
+62811961908, +62818981259
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
Send : [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] 


----- Original Message ----
From: ardian hamdani <[EMAIL PROTECTED]>
To: rantau net <[email protected]>
Sent: Monday, November 19, 2007 4:25:49 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Sudah Dipimpin Delapan Presiden


Sumber : HR Pikiran Rakyat 28 Okt.2007
   
  Koran Bandung yang mencoba ungkapkan kebenaran sejarah...bagaimana dengan 
koran di Sumbar?? Beranikah ungkapkan sejarah bahwa Putra Sumbar pernah jadi 
Presiden di Indonesia??
   
  salam erat
   
  DanY
   
   
  Indonesia Sudah Dipimpin Delapan Presiden 
  MUNGKIN masih banyak dari sobat-sobat yang beranggapan bahwa Indonesia hingga 
saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. 
Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun hal itu ternyata keliru. 
Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga
 saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan presiden. Lho, kok bisa? Lalu 
siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?
   
  Dua tokoh yang terlewat itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. 
Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. 
Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik 
Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada 
awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat 
republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).
   
  Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II 
dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka 
berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para 
pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar 
penangkapan terhadap Soekarno dan para
 pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu 
menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra 
Barat.
  Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya 
pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno 
- Hatta mengirimkan telegram berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia 
memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi 
Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan 
pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada 
Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk 
Pemerintahan Darurat di Sumatra".
   
  Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, 
ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif 
yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai
 Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu 
pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan 
menyetujui usul itu "demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada 
dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat 
internasional untuk diakui sebagai negara".
  Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI 
"diproklamasikan". Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri 
Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. 
T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. 
Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai 
Panglima Besar Angkatan Perang.
  Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada 
tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI 
yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan
 eksistensi Republik Indonesia.
   
  Mr. Assaat
  Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 
27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada 
Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah 
satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara 
Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
  Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana 
Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia. 
   
  Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat 
penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah 
Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan 
mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa 
sejarah Republik Indonesia sejak tahun
 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS 
melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu 
berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.
  Nah sobat Percil, dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8. Urutan 
Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin 
Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati 
Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono. (Dewi S. Apriyanti/dari berbagai 
sumber)***
 
      
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers











      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke