Kepada Pak Iwan Wibisono sebaiknya melaporkan kasus ini ke direktorat jenderal imigrasi departemen hukum dan ham atau kanwil imigrasi setempat, juga bisa layangkan surat pembaca di beberapa media. Pengalaman saya dengan orang Jepang biasanya mereka langsung melaporkan kepada pemerintah mereka jika mereka tidak tahu jalurnya walaupun pada saat kejadian mereka tidak complaint. Mudah-mudahan ini kejadian sebenarnya. Wass.& Bgds.,
Herman Jambak Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA Garuda Indonesia Building 7th Fl. Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061 E-mail: [EMAIL PROTECTED] http://www.kokarga.com Secretary of Board of Eldership Member Federasi Awak Kabin Udara Indonesia (FAKUI) & Indo-Beatlemania Club (IBC) Private E-mail: [EMAIL PROTECTED] +62811961908, +62818981259 http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr Send : [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ---- From: muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Tuesday, November 20, 2007 9:13:51 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Kasus di Bandara Ngurah Rai Assalamu'alaikum wr.wb. Semoga kasus di bawah tidak terjadi juga di BIM e-mail dari : [EMAIL PROTECTED] Secara garis besar pengalaman saya sebagai berikut: Beberapa waktu lalu, saya mempunyai rombongan tamu dari salah satu stasiun TV Jepang yang ingin meliput dan mempromosikan Bali. Rombongan tersebut tiba di Bali hampir jam 12 malam dan membawa banyak perlengkapan shooting, model, dll. Program ini atas biaya dan inisiatif mereka sendiri tanpa keterlibatan pemerintah RI maupun Jepang. Ketika mereka sampai di Imigrasi, petugas yg bersangkutan menyuruh mereka utk masuk ke suatu ruangan dan membuka serta menanyakan harga dari perlengkapan mereka. Petugas tersebut kemudian bilang bahwa mereka harus membayar sekitar Rp.30jtan agar perlengkapan mereka bisa masuk. Karena ketua rombongan tersebut tidak mengerti, maka saya berbicara dgn petugas bersangkutan. Setelah berbicara sekitar 15 menit, petugas tersebut dengan "baik hati" berkata bahwa dia akan berusaha "menolong" kami. Akhir cerita (sekitar jam 2 pagi) kami sepakat dengan harga tertentu agar rombongan tersebut dapat beristirahat krn esok hari mereka harus start jam 5 pagi. Utk catatan, kejadian ini telah saya alami berkali-kali. Bukan hanya sekali ini saja. Pertanyaan saya: 1. Apa memang ada peraturan yg mengharuskan tamu membayar sejumlah uang apabila mereka membawa barang dgn nilai tertentu? Teman saya yg lain (dari Jepang juga) pernah mengalami hal ini hanya karena dia membawa sebuah laptop dan sebuah kamera digital. 2. Kepada siapa kira-kira saya harus melaporkan hal ini? Karena kejadian seperti ini jelas kontra produktif dengan program Recovery Bali dan promosi pariwisata Indonesia. Utk informasi, ketua rombongan ini pernah berkata kepada saya bahwa mereka akan meliput semua hal, tak terkecuali sistem pelayanan di Bali. Saya tidak menyangkal bahwa hal ini sudah menjadi rahasia umum tapi saya akan berusaha semampu saya agar hal-hal tersebut tidak terulang lagi pada tamu-tamu berikutnya yg berkunjung ke Bali. Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada yang merasa terganggu dengan tulisan saya ini dan terima kasih atas perhatiannya. ____________________________________________________________________________________ Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how. http://overview.mail.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Jika anda, kirim email kosong ke >>: berhenti >> [EMAIL PROTECTED] Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] digest: >> [EMAIL PROTECTED] terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
