Assalamua'laikum WR.WB
Bapak-bapak yang terhormat...Maaf kalau ikut berpendapat,
Saya saya ini keliru karena yang memeriksa barang-barang bawaan penumpang
bukanlah petugas Imigrasi tetapi adalah petugas bea cukai..
Petugas imigrasi yang pertama bertemu penumpang setelah turun dari pesawat,
setelah di stempel oleh petugas Imigrasi passport yang bersangkutan
kemudian penumpang menuju conveyor untuk mengumpulkan barang bawaannya
dan menuju pemeriksaan bea dan cukai.
Biasanya ketika kita masih diatas pesawat penumpang disodorkan formulir
declarasi barang-barang bernilai diatas $1000. Kalau ada penumpang harus
bayar bea masuk..kategori apa barang-barang kru tv ini..petugas akan
menentukan nilainya..
Ini biasa yang terjadi disetiap Airport Indonesia..
wassalam,
Ridwan M Sirin
Herman Jambak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kepada Pak Iwan Wibisono sebaiknya melaporkan kasus ini ke direktorat
jenderal imigrasi departemen hukum dan ham atau kanwil imigrasi setempat, juga
bisa layangkan surat pembaca di beberapa media.
Pengalaman saya dengan orang Jepang biasanya mereka langsung melaporkan kepada
pemerintah mereka jika mereka tidak tahu jalurnya walaupun pada saat kejadian
mereka tidak complaint.
Mudah-mudahan ini kejadian sebenarnya.
Wass.& Bgds.,
Herman Jambak
Corp.Affairs & Services Koperasi KOKARGA
Garuda Indonesia Building 7th Fl.
Jl. Gunung Sahari Raya 52, Jakarta 10610 Indonesia
Ph. (62-21) 4262058-4262060 Fax. (62-21) 4262061
E-mail: [EMAIL PROTECTED] http://www.kokarga.com
Secretary of Board of Eldership Member Federasi Awak Kabin Udara Indonesia
(FAKUI) & Indo-Beatlemania Club (IBC)
Private E-mail: [EMAIL PROTECTED]
+62811961908, +62818981259
http://www.saudagarminang.com http://www.indo-beatlemaniaclub.co.nr
Send : [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message ----
From: muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 20, 2007 9:13:51 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Kasus di Bandara Ngurah Rai
Assalamu'alaikum wr.wb.
Semoga kasus di bawah tidak terjadi juga di BIM
e-mail dari :
[EMAIL PROTECTED]
Secara garis besar pengalaman saya sebagai berikut:
Beberapa waktu lalu, saya mempunyai rombongan tamu dari salah satu
stasiun TV Jepang yang ingin meliput dan mempromosikan Bali. Rombongan
tersebut tiba di Bali hampir jam 12 malam dan membawa banyak
perlengkapan shooting, model, dll. Program ini atas biaya dan
inisiatif mereka sendiri tanpa keterlibatan pemerintah RI maupun Jepang.
Ketika mereka sampai di Imigrasi, petugas yg bersangkutan menyuruh
mereka utk masuk ke suatu ruangan dan membuka serta menanyakan harga
dari perlengkapan mereka.
Petugas tersebut kemudian bilang bahwa mereka harus membayar sekitar
Rp.30jtan agar perlengkapan mereka bisa masuk. Karena ketua rombongan
tersebut tidak mengerti, maka saya berbicara dgn petugas bersangkutan.
Setelah berbicara sekitar 15 menit, petugas tersebut dengan "baik
hati" berkata bahwa dia akan berusaha "menolong" kami.
Akhir cerita (sekitar jam 2 pagi) kami sepakat dengan harga tertentu
agar rombongan tersebut dapat beristirahat krn esok hari mereka harus
start jam 5 pagi.
Utk catatan, kejadian ini telah saya alami berkali-kali. Bukan hanya
sekali ini saja.
Pertanyaan saya:
1. Apa memang ada peraturan yg mengharuskan tamu membayar sejumlah
uang apabila mereka membawa barang dgn nilai tertentu?
Teman saya yg lain (dari Jepang juga) pernah mengalami hal ini hanya
karena dia membawa sebuah laptop dan sebuah kamera digital.
2. Kepada siapa kira-kira saya harus melaporkan hal ini? Karena
kejadian seperti ini jelas kontra produktif dengan program Recovery
Bali dan promosi pariwisata Indonesia. Utk informasi, ketua rombongan
ini pernah berkata kepada saya bahwa mereka akan meliput semua hal,
tak terkecuali sistem pelayanan di Bali.
Saya tidak menyangkal bahwa hal ini sudah menjadi rahasia umum tapi
saya akan berusaha semampu saya agar hal-hal tersebut tidak terulang
lagi pada tamu-tamu berikutnya yg berkunjung ke Bali.
Sekali lagi saya mohon maaf apabila ada yang merasa terganggu dengan
tulisan saya ini dan terima kasih atas perhatiannya.
---------------------------------
Get easy, one-click access to your favorites. Make Yahoo! your homepage.
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---