Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuhu
Paisi-isi wakatu sajo...........
CERDIK BURUK
Cerdik mempunyai arti positif. Orang yang cerdik adalah orang yang pandai
membaca situasi lalu mengambil keuntungan dari situasi itu tanpa merugikan
orang lain. Guru saya di SMA dulu pernah bercerita, ketika beliau masih remaja,
beliau mengenal seorang pedagang yang cerdik. Seorang pedagang sirup yang
berjualan di keretapi. Para penumpang yang masih menunggu kereta sebelum
berangkat, mula-mula dihadiahinya segenggam seorang kacang goreng. Dia bergerak
dari pintu wagon yang satu menuju pintu yang lain sambil membagi-bagikan kacang
tanah direndang (yang terlanjur dijuluki kacang goreng) yang renyah dan wangi.
Gratis. Sesudah itu dia kembali lagi dari pintu pertama membawa gelas berisi
sirup. Tapi yang ini tidak lagi gratis. Orang tidak dipaksa membeli, tapi entah
karena kehausan sesudah makan kacang goreng, atau merasa tidak enak sudah
dihadiahi kacang, orang-orang itu kemudian ‘terpaksa’ membeli sirup. Terpaksa
tapi ikhlas.
Namun ada pula cerdik yang berkonotasi tidak baik. Orang Minang menyebut cerdik
buruk. Artinya orang yang culas. Orang yang menarik keuntungan dengan
menggunakan kesempatan secara tidak jujur, atau merugikan orang lain. Pedagang
yang menimbun barang setelah mendengar akan ada gangguan pasokan, tidak mau
menjualnya ketika orang ingin membeli pada hari-hari biasa, lalu ketika pasokan
benar-benar putus dia menjual dengan harga sesuka hatinya (mahalnya), termasuk
kategori pedagang yang ‘cerdik buruk’. Orang cerdik buruk biasanya tidak
perduli dengan kepentingan orang lain, tidak perduli bahwa tindakannya
merugikan orang lain. Dalam bahasa populernya, orang seperti ini dijuluki orang
yang ‘aji mumpung’. Mumpung ada kesempatan, mumpung orang lain sedang tidak
sadar, mumpung sedang ada kesempatan. Halal dan haram tidak sedikitpun jadi
pertimbangan bagi orang seperti ini.
Al Quran menyebut orang yang cerdik buruk ini dengan istilah ‘muthaffifiin’.
Satu surah dalam al Quran bernama yang sama (surah 83). Orang yang culas ini,
seperti dijelaskan dalam ayat-ayat awal surah tersebut adalah orang yang ketika
menimbang untuknya minta dipenuhkan, dan ketika menimbang untuk orang lain
dikuranginya. Dan mereka diancam Allah dengan neraka wail nanti di akhirat.
Di sekitar kita hadir orang yang lebih buruk dari ‘muthaffifiin’ ini. Bahkan
ada dikalangan orang-orang yang diberi amanah untuk jadi wakil rakyat. Yang
ketika menimbang untuk dirinya bukan saja mintak dipenuhi bahkan mintak
dilebihkan. Sedangkan ketika menimbang untuk orang lain dikuranginya dengan
semena-mena. Tentulah tempatnya kan lebih buruk lagi dari neraka wail.
*****
St. Lembang Alam
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites.
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---