Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, Aktivitas budaya adalah bagian dari kehidupan manusia yang nilainya akan tergantung timbangan yang digunakan. Sebagai contoh acara peringatan 1 Suro di Yogyakarta. Jika timbangan yang digunakan adalah adat setempat maka acara itu merupakan warisan leluhur yang keramat dan ditunggu-tunggu. Jika timbangan yang digunakan adalah keuntungan materi maka acara itu menjadi sumber penting pemikat wisatawan dan menjadi sumber pendapatan orang-orang yang menyediakan bahan-bahan dalam peringatan itu. Akan tetapi jika timbangan yang digunakan adalah Islam maka didapati dalam acara itu ada kezhaliman yang besar, bahkan terbesar, yakni praktik-praktik kesyirikan.
Pertanyaan mendasarnya, timbangan apakah yang digunakan urang Minang? -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
