Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh
  Sajak ketek ambo maliek upacara Tabuik.Kebetulan pembuatan tabuik Pasa Piaman 
di muko rumah Rang Gaek ambo Jalan SM.Jamil Kampung Perak- 
Pariaman.Sepengetahuan ambo tidak ado unsur ke"syirikan" , justru ado unsur 
membawa pesan-pesan moral dan agama.
  Dan ambo sebagai rang Rantau Piaman marasokan saat upacara Tabuik merupakan 
  saat basobok Jo dunsanak dari Rantau jo nan ado dikampung.
  Untuk sekedar pengetahuan ambo kutip artikel dari Republika.
   
  Wassalam
  Sudirman Yan
            
    Pesta Hoyak Tabuik
     
       
  
  
    Republika - Selasa, 02 April 2002
   
  Prosesi tabuik yang diawali dengan pengambilan tanah menandakan bahwa manusia 
berasal dari tanah. Pesta Hoyak Tabuik Pariaman, Sumatera Barat yang semula 
ritual kini sudah bergeser ke pesta budaya. Meski begitu pesta ini masih 
membawa pesan-pesan moral dan agama.
  Tabuik Pariaman sudah digelar sejak 1831, namun dalam perkembangannya, mulai 
tahun 1974 dipaket menjadi atraksi wisata, hingga menjadi event tetap pemda 
setempat. 
  Di Padang Karbela, Irak sekarang, pada 61 H, cucu Nabi Muhammad SAW, Husein 
dipenggal kepalanya oleh tentara Muawiyah. Nun jauh di Pariaman, Sumatera 
Barat, manuskrip kejadian itu diperingati secara ritual dalam acara yang 
disebut Hoyak Tabuik antara 1-10 Muharram. Ini adalah pesta rakyat yang 
diadakan setiap tahun dan sudah berlangsung sejak 1831 silam. Minggu lalu, 
puncak acara hoyak tabuik mencapai klimaksnya. 
  Aroma kemenyan tercium kental di udara kota Pariaman. Ratusan ribu pengunjung 
seperti larut dalam kedukaan yang mendalam. Ratap tangis sekelompok orang 
menyeret pengunjung lainnya ikut meneteskan air mata. Pada sebuah lapangan di 
depan pasar Pariaman dua buah tabut, yakni sebuah ornamen yang berbentuk burung 
besar yang disebut sebagai buraq, berdiri kokoh berhadap-hadapan. Tinggi burung 
yang terbuat dari 
kerangka rotan itu 15 meter. 
  Di antara ratap tangis dan aroma kemenyan yang menusuk hidung, dua tabut 
kemudian dihoyak (diarak dengan penuh semangat sembari menyatakan, hidup Hasan 
hidup Husein). Karena itu, pesta tabuik juga disebut dengan hoyak hosen. 
Kegiatan hoyak hosen menjadi bagian tak terpisahkan dari kerumunan ratusan 
massa. Ini memang sebuah upacara yang tak teratur, karena setiap orang merasa 
berhak berada sedekat mungkin dengan tabuik. Maka tak heran untuk masuk ke 
arena, alangkah sulitnya. Tabuik yang di Bengkulu disebut Tabot, pada awalnya 
merupakan kegiatan sangat ritual, kemudian berubah menjadi peristiwa budaya 
belaka. 
  Begitulah, Ahad pekan lalu, dua tabuik., yaitu Tabuik Subarang dan Tabuik 
Pasa. Keduanya merupakan fersonifikasi dua pasukan yang akan berperang. 
Menjelang shalat Zuhur, kedua tabuik dipajang berhadap-hadapan. Pestanya 
sendiri baru dimulai sesudah shalat Ashar. Di tengah ratusan ribu orang, benda 
mati itu diarak, diadu, sebagaimana layaknya perang di Karbela. Upacara menjadi 
tidak teratur, karena tabuik yang dibawa masing-masingnya delapan orang itu, 
didekati oleh massa. Tubuh tabuik yang menjulang tinggi, kelihatan dari jauh, 
bergoyang seperti mau rebah. Tapi hal itu tak pernah terjadi. 
  Akhirnya tabuik memang dibuang ke laut Samudera Indonesia. Kedua tabuik karam 
di laut, maka saat itu usai perselisihan, berakhir sudah perang antara Tabuik 
Subarang dan Pasa. 
  Prosesi membuang tabuik ke laut, menurut tokoh masyarakat Pariaman, Buya 
Bagindo M.Letter, merupakan bentuk kesepakatan masyarakat untuk membuang 
segenap sengketa dan perselisihan di antara mereka. Jika ada satu masyarakat 
punya potensi untuk tawuran, maka diperlukan satu event yang bisa mewakili 
tawuran itu, sehingga tersalur dengan baik. 
  Ia menyatakan, masyarakat Pariaman sebenarnya merupakan masyarakat Islam 
seperti di daerah lainnya. Karena itu, di Pariaman tidak ada aliran dan 
penganut Syiah, seperti nafas dalam tabut itu. ''Ini hanyalah sebuah peristiwa 
budaya belaka,'' kata Buyo Bagindo M Letter. Meski sebagai peristiwa budaya 
belaka, ia tidak menapik bahwa dalam prosesi tabuik sebenarnya termuat ajaran 
moral dan agama. 
  Prosesi tabuik dimulai 1 Muhamaram dengan upacara pengambilan tanah secara 
silang. Pengambilan tanah berbarengan dengan azan Magrib hari itu. Upacara ini, 
menurut Letter merupakan pemberitahuan kepada manusia bahwa dia berasal dari 
tanah. 
  Pengambilan tanah secara silang ini, dalam wujud awalnya diwarnai oleh 
peperangan. Tanah tadi kemudian diarak oleh ratusan orang. Tanah kemudian 
disimpan dalam daraga berukuran 3x3 meter, kemudian dibalut dengan kain putih. 
Lalu diletakkan dalam peti bernama tabuik. 
  Tabuik, konon artinya adalah peti pusaka peninggalan Nabi Musa yang digunakan 
untuk menyimpan naskah perjanjian Bani Israel dengan Allah. Dalam pengertian 
perayaan pemperingati wafatnya Husein bin Ali, tabuik melambangkan janji 
Muawiyah untuk menyerahkan tongkat kekhalifaan kepada musyawarah umat Islam, 
setelah ia meninggal. Namun janji itu ternyata dilanggar dengan mengangkat 
Jazid, anaknya, sebagai 
putera makhkota. khairul jasmi
   
  Makna Tabuik Mulai Bergeser
   
  Menurut Bupati Padangpariaman Muslim Kasim, tabuik hadir di Pariaman sejak 
1831. Jika benar, itu berarti pada saat Perang Paderi sedang berkecamuk. Tabuik 
Pariaman berasal dari Bengkulu. Upacara ini, pada awalnya hidup di kalangan 
Syiah Iran dan Karbela Irak. Semua dimaksudkan untuk memperingati dan meratapi 
kematian Husein, cucu Nabi Muhammad SAW pada tahun 680 M. 
  Kematian lelaki ini diperingati dengan upacara, pidato dan puja-puji. Tak 
ketinggalan menabuh rebana serta alat musik lainnya. Upacara itu kemudian 
meluas, berkembang hingga sampai ke anak Benua India. Ketika Inggris menguasai 
Bengkulu dan Belanda menguasai Singapura, Inggris membawa serdadu asal Sepoy 
India ke Bengkulu. Serdadu ini adalah Islam Syiah. 
  Di Bengkulu banyak yang membelot. Mereka kemudian mengadakan acara ritual 
tabot. Belakangan bukan hanya si India ini saja yang melakukan acara tabot, 
tapi juga bersentuhan dengan penduduk Islam lokal. Meluas dari Bengkulu ke 
Painan, Padang, Pariaman, Maninjau, Pidie, Banda Aceh, Meuleboh dan Singkil. 
  Menurut orientalis Snouck Hurgronje, tabot, masuk ke Nusantara melalui dua 
gelombang. Pertama sekitar abad 14 M, tat kala Hikayat Muhammad diterjemahkan 
ke dalam Bahasa Melayu. Melalui buku itulah ritual tabot dipelajari anak 
negeri. 
  Kedua lewat serdadu India tadi. Dalam perkembangannya kemudian, alur masuk 
itu menjadi tidak penting. Yang penting justeru perkembangannya. Kegiatan tabot 
menghilang di banyak tempat. Hingga pada akhirnya hanya ada di dua tempat, di 
Bengkulu dengan nama Tabot dan di Pariaman Sumbar dengan sebutan Tabuik. 
Keduanya sama, namun cara pelaksanaannya berbeda. 
  Di Bengkulu, acaranya lebih rapi dan lebih bermakna ketimbang di Pariaman. Di 
Pariaman, pergesaran telah terjadi sebegitu jauh. Ini dimungkinkan karena 
menurut Bagindo Letter, upacara tabuik sejak awal memang ditakuti oleh sebagian 
besar ulama. Sejak tahun 1974, ulama di sana kemudian mendesak pemerintah untuk 
melaksanakan upacara tabuik yang kental unsur budayanya. 
  Sejak itulah kemudian, tabuik menjadi atraksi budaya belaka. Karenanya, pesta 
tabuik telah menjadi kalender tetap Pemda Padangpariaman. Hajatan ini pula 
menjadi sumber pendapatan daerah. Dari sisi ini, pemda merasa perlu 
turun-tangan mengelola tabuik, meski tidak bisa melepaskan keikutsertaan 
rakyat. 
  Tabuik di Pariaman, bagaimana pun adalah bagian tak terpisah dari rakyat.
  Back To Top
     
   

  

Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Maaf, ambo numpang nanyo saketek..

Tentang masalah ke"syirikan" ato sesuatu yang menyimpang secara tauhid dari 
upacara Tabuik. Sejauh yang ambo amati (maaf, apabilo ternyata Ilmu Islam ambo 
belum samapi), pada acara Tabuik ambo tidak menemukan kegiatan ritual yang 
menentang akidah Islam.
Bagaimana dengan lukah gilo, bagaimana engan tari pirin gyang mempertonotnkan 
kekebalan terhadap piring, yang mungkin bagi sebagian umat islam haram 
dilakukan.

Mungkin ad ayang bisa menjelaskan...
salam

Bot Sp
Denpasar

  ----- Original Message ----
From: Rahima <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, November 27, 2007 3:46:15 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: APA ITU TABUIK?


Wa'alaikumsalamwarahmatullahiwabarakaatuh.

--- Ahmad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,
> 
> Aktivitas budaya adalah bagian dari kehidupan
> manusia yang nilainya
> akan tergantung timbangan yang digunakan. Sebagai
> contoh acara
> peringatan 1 Suro di Yogyakarta. Jika timbangan yang
> digunakan adalah
> adat setempat maka acara itu merupakan warisan
> leluhur yang keramat
> dan ditunggu-tunggu. Jika timbangan yang digunakan
> adalah keuntungan
> materi maka acara itu menjadi sumber penting pemikat
> wisatawan dan
> menjadi sumber pendapatan orang-orang yang
> menyediakan bahan-bahan
> dalam peringatan itu. Akan tetapi jika timbangan
> yang digunakan adalah
> Islam maka didapati dalam acara itu ada kezhaliman
> yang besar, bahkan
> terbesar, yakni praktik-praktik kesyirikan.
> 
> Pertanyaan mendasarnya, timbangan apakah yang
> digunakan urang Minang?

Setelah Uni tanya-tanya dik Ridha, pada teman2 di
kantor, alasan mereka sih untuk menarik parawisata
yang merupakan sumber devisa daerah. Uni tanyakan
lagi, apakah mencari pendapatan daerah, hrs
mengorbankan agama, padahal itu dah jelas-jelas salah
dalam Islam. Tiada dosa yang paling besar selain
syirik. Ngak ada yang mau jawab. Gimana yah..?
Wah..ABS-SBK lagi Nih.

Menurut dik Ridha sendiri, ini kalau kita melihat
Islam lho,sama ngak yah dosa orang-orang yang
menjalankan acara tersebut, mendanainya,
mendukungnya,menontonnya dengan bukan maksud tujuan
tertentu, tapi benar-benar meramaikan acara tersebut,
karena bisa jadi ada yang menonton hanya sekedar untuk
tau, apa itu acara Tabuik, yang sangat terkenal
rupanya di Sumbar ini.

Wassalamu'alaikum. Rahima  
> 
> -- 
> Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
> 
>
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

  
---------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage. 







       
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke