Ini sebenarnya sudah saya ingatkan kepada Basyral
Hamidi Harahap lewat email beberapa waktu yg lalu.
Saya sudah dapat kiriman buku Greget Tuanku Rao itu
dari pengarangnya. Banyak aspek seputar metodologi dan
rujukan bibliografis buku itu yang perlu dikomentari
dan dikritisi. Akan coba saya resensi nanti.

Walau bagaimanapun, polemik mengenai kepahlawanan
TuankuI mam Bonjol dan Tunaku tambusai itu harus
dihadapi dengan kepala dingin.

Salam,
Suryadi
 


--- "Nofend St. Mudo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Kepahlawanan Imam Bonjol Dan Tambusai Digugat
> 
> WASPADA Online, Selasa, 27 November 2007 00:38 WIB
> Oleh H. Kosky Zakaria
> 
> Demikian tercermin dalam paparan seorang ahli
> sejarah Mandailing,
> Basyral Hadi Harahap dalam seminar dengan tema
> Holong Mangalap Holong,
> Prinsip Dakwah Masyarakat Mandailing, di kampus
> Pascasarjana Institut
> Agama Islam Negeri Sumatera Utara, Medan pada hari
> Kamis tanggal 17
> November 2007. Saya terperangah mendengarkan
> pernyataan ahli sejarah
> Mandailing ini,  pengangkatan Tuanku Imam Bonjol dan
> Tuanku Tambusai
> sebagai Pahlawan Nasional dipertanyakan.  Bagi orang
> Minang para
> pahlawan Perang Paderi adalah tokoh Minang jua yang
> perlu dihormati
> dan disanjung sebagai orang-orang yang telah
> berjuang melawan
> penjajahan Belanda.
> 
> Bermula, seorang pemuka masyarakat Mandailing,
> Pandapotan Nasution, SH
> sebagai narasumber pada seminar itu di atas
> menanggapi paparan Basyral
> Hadi yang bersumber dari bukunya, Greget Tuanko Rao.
> Bagi saya,
> sebagai salah seorang peserta seminar, yang menarik
> ialah apa yang
> dikemukakan  Basyral Hadi dalam bukunya itu  di
> atas, khususnya
> menyangkut Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai
> sebagai Pahlawan
> Nasional, tulisan mana ditanggapi oleh Pandapotan
> Nasution.
> 
> Jiwa Kepahlawanan
> Basyral menulis dalam bukunya, sebagaimana dapat
> dibaca pada halaman
> 106 di bawah judul: 'Kita Bertanya'. Basyral
> menulis: Kita juga
> bertanyatanya tentang apakah ada patriotisme pada
> diri Tuanku Imam
> Bonjol dan Tuanku Tambusai? Pertanyaan ini timbul
> dari kenyataan, dua
> petinggi Paderi itu telah ditetapkan oleh Pemerintah
> Pusat Republik
> Indonesia sebagai Pahlawan Nasional. Kita bertanya
> di manakah jiwa
> kepahlawanan seorang yang telah banyak membunuh,
> menculik kaum
> perempuan untuk dijual sebagai budak atau dijadikan
> gundik di kalangan
> bangsa sendiri? Kita bertanya, apakah seseorang yang
> menginjak-injak
> harkat dan martabat bangsa sendiri pantas menjadi
> pahlawan? Pandapotan
> Nasution berpendapat, tidaklah dapat diyakini Paderi
> melakukan
> tindakan teror karena mereka adalah penganut agama
> Islam. Islam adalah
> agama yang membawa kedamaian, mungkinkah mereka
> melakukan perbuatan
> sekeji itu? Bisa jadi, menurut Pandapotan, bahwa
> tuduhan itu
> dibenarkan oleh Basyral karena leluhurnya adalah
> korban kekejaman
> Tuanku Tambusai.
> 
> Demikian pula halnya dengan Tuanku Imam Bonjol,
> sebagaimana pernah
> diketahui oleh Pandapotan dan juga disebutkan dalam
> buku-buku sejarah,
> Imam Bonjol bukan menyerah tetapi ditipu oleh
> Belanda dengan dalih
> diajak berunding, lalu kemudian ditangkap. Lebih
> lanjut Pandapotan
> mengemukakan, Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai
> haruslah ditinjau
> menurut perspektif zamannya. Waktu itu belum ada
> nasionalisme. Belum
> ada bangsa Indonesia, yang ada waktu itu, adalah
> bangsa Minangkabau,
> bangsa Mandailing, bangsa Jawa, bangsa Aceh, dan
> sebagainya. Kita pun
> bukan warganegara, tapi Bumi Putera (Inlander).
> Penduduk jajahan
> Belanda ini terbagi atas tiga golongan, yaitu Eropa,
> Timur Asing, dan
> Inlander atau Bumi Putera. Bangsa di sini dalam
> pengertian etnis,
> bukan nation. Karena itu, kata Pandapotan, 'kita
> tidak perlu
> mempertanyakan kepahlawanan Imam Bonjol dan
> Tambusai. Mereka sudah
> diakui sebagai Pahlawan Nasional. Sebagai salah
> seorang yang berasal
> dari  Minang, saya terusik juga apa yang dikemukakan
> Basyral Hadi
> dalam bukunya, Greget Tuanku Rao. Saya mengemukakan,
>  Tuanku Imam
> Bonjol, Tuanku Tambusai, dan para pahlawan Perang
> Paderi lainnya,
> adalah  pahlawan Minangkabau sebagaimana dapat
> dibaca dalam buku-buku
> pelajaran sejarah semenjak saya bersekolah di
> Sekolah Rakyat (sekarang
> Sekolah Dasar). Dalam bukunya, Basyral Hadi bertanya
> apakah ada
> patriotisme  pada diri Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku
> Tambusai?
> 
> Buktikan
> Walaupun saya hadir di seminar itu dan tidak
> memiliki buku Greget
> Tuanku Rao dan waktu yang tersedia sedikit saja, 
> saya ingin mendalami
> lebih lanjut sekitar Tuanku Imam Bonjol dan Tuanku
> Tambusai,
> sebagaimana diulas Pandapotan Nasution (lihat
> kutipan tulisan miring).
> Perlu ditanyakan Basyral Hadi apakah ada patriotisme
> pada diri Tuanku
> Imam Bonjol dan Tuanku Tambusai. Saya ungkapkan di
> sini (mudah-mudahan
> dibaca oleh Basyral), sikap patriotisme Imam Bonjol
> dan Tambusai,
> jangan dilihat sebagai akibat dari gelar Pahlawan
> Nasional dari
> Pemeritah. Lihatlah patriotisme ini sebagai landasan
> berpijak Imam
> Bonjol dan Tambusai serta para pejuang Perang Paderi
> yang
> memperlihatkan sikap kecintaan membela tanah air
> mereka (kebetulan
> mereka berada di wilayah Minangkabau dan sebagian
> wilayah Mandailing)
> berdasarkan sikap seorang Islam sejati. Para pejuang
> Paderi tidak
> ingin Belanda memperbudak kaum 'inlander' terutama
> di Minangkabau dan
> di Mandailing.
> 
> Seandainya Basyral mempertanyakan 'patriotisme' Imam
> Bonjol dan
> Tambusai, saya bertanya pula, 'mengapa sekarang,
> kenapa tidak
> dulu-dulu sewaktu penulis buku ini menemukan
> bukti-bukti sahih tentang
> kepatriotismean Imam Bonjol dan Tambusai?' Kenapa
> pertanyaan
> 'patriotisme' tidak ditujukan kepada panitia
> pemberian gelar-gelar
> kepahlawanan, kepada Pemerintah RI? Buktikan
> alasannya. Kalau respons
> Pemerintah RI tidak ada, mengapa Bung Basyral tidak
> membeberkan
> melalui media massa, agar semua orang tahu bahwa
> mungkin saja menurut
> pendapat Bung Basyral, Imam Bonjol dan Tambusai
> 'tidak pantas' diberi
> gelar Pahlawan Nasional. Kalau ingin meluruskan
> sejarah, sekaranglah
> saatnya Bung Basyral tampil ke depan, siapa tahu
> Bung Basyral akan
> diangkat pula sebagai 'Pahlawan Pelurusan Sejarah
> Bangsa Indonesia'.
> 
> Akhirnya, sebagaimana disampaikan oleh Basyral Hadi
> Harahap di seminar
> di atas, Tuanku Imam Bonjol bukan ditipu kemudian
> ditangkap Belanda,
> tetapi direkayasa seolah-olah Imam Bonjol ditangkap
> kemudian
> diasingkan atau dibuang ke Manado, Sulawesi Utara.
> Imam Bonjol telah
> melakukan pembicaraan rahasia dengan Belanda melalui
> penghubung. Kalau
> memang demikian halnya sebagaimana digambarkan dalam
> buku Basyral,
> sudah terjadi rekayasa bahwa Imam Bonjol 'ditangkap'
> Belanda,
> seyogyanyalah bukti-bukti otentik yang dimiliki oleh
> Basyral dibuka
> agar terdapat suatu pelurusan sejarah. Sebagai salah
> seorang suku
> Minang, Imam Bonjol di mata orang Minang adalah
> pahlawan besar, idola
> masyarakat, mencontoh Imam Bonjol bagaimana ia
> berjuang bersama
> pasukan Paderi mengusir penjajah Belanda dan
> sekaligus juga berjuang
> di jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Janganlah
> hendaknya harkat dan
> martabat orang Minang runtuh karena ungkapan Basyral
> yang tidak
> 
=== message truncated ===



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke