Assamualakum warahmatullahi wa barakatuh, 'Sekedar informasi buak dunsanak, harga premium octan 90 di Qatar 0.70Dirham = Rp 1750.
Jadi rencana pemerintah untuk "menaikan" premium dari octan 88 ke 90 dengan harga Rp. 7500 (?) memang sangat menyedihkan akan menyusahkan masyarakat, seperi yang dikatakan oleh Pak Revrison dan Pak Iman Sugema di Media -Indonesia hari ini. Salam. Elham, Mohd. di Q. Pengalihan Premium, Upaya Liberalisasi Terselubung *Penulis: Reva Sasistiya* *JAKARTA--MEDIA:* Rencana pemerintah mengalihkan premium beroktan 88 ke premium beroktan 90 diindikasikan tidak lain merupakan sebuah skenario liberalisasi terselubung. Dengan pengalihan ini, para investor asing akan lebih leluasa untuk mengekspansi usaha mereka di Indonesia. Jika program ini mulai dijalankan, maka mau tidak mau rakyat pun didesak untuk mulai melirik BBM yang dijual para investor BBM ritel asing. Imbasnya, tentu saja, para pengusaha BBM ritel asing yang sudah mendirikan sejumlah SPBU di beberapa kota besar di Indonesia ini akan terdongkrak penjualannya. "Jika dulu masyarakat lebih memilih membeli premium yang notabene disubsidi ini, dengan pengalihan ini, dimana harganya dibuat sedemikian rupa untuk mendekati harga pasar, rakyat pun didesak untuk mempertimbangkan membeli BBM di SPBU-SPBU asing yang harganya tidak jauh berbeda dari BBM beroktan 90 ini," kata Pengamat Ekonomi Revrison Baswir ketika dihubungi *Media Indonesia* di Jakarta, Jumat (7/12). Alih-alih menekan pembengkakkan subsidi BBM, Revrison malah melihat rencana pengalihan ini sebagai bukti nyata bahwa pemerintah mendapat tekanan yang besar dari para pengusaha ritel asing yang selama ini usahanya cukup mandek lantaran persoalan BBM bersubsidi ini. "Jadi, sudah jelas sekali rencana pemerintah ini harus dilihat sebagai tekanan dari para pemodal internasional agar ekspansi bisnis mereka berjalan lancar," tuding Revrison. Tapi, bagaimana dampaknya bagi masyarakat? Hal ini lah yang kemudian disesalkan Revrison. Karena, mereka lah pihak yang paling dirugikan. "Tentu saja hal ini akan menyebabkan tingkat kemiskinan bertambah. Karena, biaya hidup tentunya akan semakin bertambah, transportasi semakin mahal, harga-harga naik. Pemerintah hanya akan menggencet rakyat kecil," tandasnya. Lain halnya dengan Revrison yang menilai pengalihan ini sebagai upaya liberalisasi terselubung, Pengamat Ekonomi lainnya, Iman Sugema, justru menilai program ini merupakan suatu kebohongan besar pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono. Kebohongan untuk tidak menaikkan harga. "Kalau masyarakat disuruh membeli BBM yang lebih mahal, maka saja eksistensinya pemerintah menaikkan harga BBM! Tapi, dengan cari yang lebih halus." seloroh Iman. Dengan skema seperti ini, Iman pun berpandangan masyarakat telah dirugikan tiga kali oleh pemerintah. Pertama, masyarakat rugi karena yang biasanya bisa membeli premium oktan 88 yang lebih murah, sekarang dipaksa untuk membeli premium oktan 90 yang sudah tentu jauh lebih mahal. "Masyarakat kan mau tidak mau harus mengkonsumsi BBM yang lebih mahal, karena yang ada hanya BBM jenis itu. Tidak bisa lagi mengkonsumsi BBM yang murah." Kedua, melalui skema ini, lanjut dia, praktis jumlah subsidi untuk rakyat juga dikurangi. "Jika biasanya masyarakat disubsidi Rp2.000 untuk premium oktan 88, sekarang subsidi yang diberikan hanya Rp500," ujar Iman. Ketiga, para pemilik mobil tahun 1980-1990an harus melakukan perubahan mesin. Karena, mesinnya saat ini belum sesuai untuk premium beroktan tinggi. "Kalau ditimbang-timbang, mendingan sekalian saja pemerintah menaikkan harga," tambahnya. Lebih lanjut ia juga memperkirakan program ini akan memicu kelangkaan premium di pasaran. Karena, hingga saat ini, permintaan premium masih amat tinggi.(Eva/OL-2) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
