Sanak dipalanta, Gali juo paruik ambo dek galak, kalakuan sopir2 kito di padang. Tuntutan mogok, hilang retribusi terminal dek terminal ndak ado, batambah galak nan di tuntuik accesories, dibuliahkan angkot jadi ceper. Bisa masuak musium MURI, DEMO nan manuntuik dibuliahkan body angkot ceper, sampai diagiah batasan buliah sampai 15cm. antah lah yuang....!!!
Nan biaso dituntuik urang jalur trayek, pungli..., tapi nan dituntuik buliahkan pakai body ceper. Salam Is St Marajo, 39+ Transportasi Lumpuh 5 Jam, Ribuan Penumpang Dipaksa Turun Jum'at, 07-Desember-2007, 12:26:37 Telah dibaca sebanyak 168 kali Padang, PadekムRatusan angkutan kota (angkot) yang melayani sembilan trayek di Kota Padang mogok massal, kemarin. Akibatnya, selama mogok manambang itu, atau sekitar lima jam transportasi di Kota Padang lumpuh. Warga yang menggunakan jasa angkutan ini pun terlantar. Kesembilan trayek yang mogok itu adalah angkot Pasar Raya-Pegambiran, Pasar Raya-Lubuk Buaya/Tabing, Pasar Raya-Teluk Bayur, Pasar Raya- Siteba/Jati, Pasar Raya-Pasar Baru Limau Manis, Pasar Raya-Ampang, Pasar Raya-Balai Baru, Pasar Raya-Belimbing, dan Pasar Raya-Indarung. Dalam aksi mogok kali ini, para awak angkot menuntut pemerintah meniadakan retribusi terminal, boleh melewati jalur Sam Ratulangi, dan kejelasan tentang penggunaan aksesoris di angkot. Dari pantauan Padang Ekspres, aksi mogok manambang dimulai pukul 09.00 WIB sampai 14.00 WIB. Konsentrasi angkot yang mogok manambang menyebar di beberapa titik, yakni di Jalan Proklamasi persisnya di persimpangan RS Reksodiwiryo, di depan BNI Jalan Proklamasi, di Simpang Air Mancur, di Simpang Jalan Tan Malaka, di Simpang Lapai Siteba, di depan Gedung DPRD Sumbar, dan di Jalan Khatib Sulaiman, dekat Presiden Theater, serta di Banuaran. Teriakan ancaman, dan carut-marut terhadap para sopir yang masih beroperasi ikut mewarnai aksi ini. Karena aksi mogok ini, banyak penumpang yang dipaksa turun dari angkot. Para penumpang terpaksa melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki, naik ojek, atau taksi. MOGOK: Sejumlah angkot tanpa penumpang melewati Jalan Proklamasi. Ratusan angkot dari 9 trayek, melakukan aksi mogok manambang, kemarin. Akibatnya, ribuan penumpang pun terlantar. Sebagai alternatif, pengguna jasa angkot terpaksa beralih ke taksi, dan ojek. ”Saya akan ujian hari ini di Sekolah Tinggi Ilmu Agama (STIA) di kawasan Jati. Dari Pasar Raya, saya terpaksa naik angkot Kalawi. Namun, dari Simpang Tan Malaka, saya terpaksa berjalan kaki menuju kampus. Karena angkot Siteba tidak beroperasi juga,” ujar salah seorang penumpang yang tak mau dituliskan namanya. Yos (23), sopir angkot Pasar Raya-Pegambiran menyatakan, ia dan rekan-rekannya tidak mau menyusahkan masyarakat. Tetapi hal itu (mogok), katanya, terpaksa dilakukan karena adanya hal-hal yang dirasakan sangat merugikan. Menurutnya, tuntutan para sopir terkait aksi mogok ini, adalah pengehntian pemungutan retribusi oleh Dinas Perhubungan, karena belum ada terminal angkot. ”Kalau memang terminal belum bisa dibangun, kami minta pangkalan resmi di di Jalan Pasar Baru Pasar Raya Padang,” kata Yos. Tapi kalau alasan macet sehingga tak ada pangkalan, kata Yos, angkot minta diizinkan melewati jalur Jalan Sudirman, dan belok ke Jalan Sam Ratulangi. ”Selama ini, kalau lewat jalur Sam Ratulangi, kami ditangkap oleh petugas Polantas yang biasanya berjaga di Pos Penjagaan Simpang Kandang,” katanya. Selain itu, tuntutan para sopir, katanya tentang aksesoris angkot. ”Mohon jangan main hantam kromo saja di petugas di lapangan. Karena lebih 80 persen angkot Kota Padang memiliki aksesoris. Tolong realisasikan batas- batas mana yang dibolehkan dan mana yang tidak dibolehkan.” Harus Ditangguhkan Secara terpisah, Wakil Ketua Organda Padang, Herman Zein, mengharapkan pemungutan uang retribusi oleh Dishub harus ditangguhkan dulu menjelang ada terminal angkot. ”Karena pemungutan uang retribusi tersebut hanya mempersulit para sopir dan tidak jelas alasannya,” ujarnya. Herman juga menilai tindakan beberapa pemuda bersama sopir angkot yang menghentikan secara paksa setiap sopir yang masih mengambil sewa adalah hal yang wajar. ”Harusnya para sopir yang lain memiliki rasa solidaritas terhadap aksi yang dilakukan rekan-rekannya. Sangat disayangkan sementara rekan-rekan mereka memperjuangkan nasib bersama namun mereka malah mengambil sewa. Tapi jika aksi penghentian para sopir angkot yang enggan mogok dilakukan dengan kekerasan dan menjurus pada tindakan anarkis maka saya juga tidak setuju. Malah saya mendukung apabila kepolisian mengamankan mereka,” kata Herman. Pertemuan di Siteba Sekitar pukul 12.00 WIB, Kasat Lantas Poltabes Padang, Kompol Sareng Suprapto melakukan pertemuan dengan perwakilan enam trayek angkot di Simpang Lapai Siteba. Dari pertemuan ini disepakati, bahwa angkot diperbolehkan ceper (lebih rendah dari ukuran standar) hingga15 cm dari aspal. Usai pertemuan di Simpang Lapai, pertemuan dengan perwakilan sopir berlanjut di Kantor Kesbanglinmas di Kompleks Balaikota Padang. Dalam pertemuan, selain Sareng Suprapto, juga hadir Herman Zein, Kepala Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub, Aprizal, dan perwakilan para sopir angkot. Terkait dengan tuntutan penghapusan retribusi terminal, Aprizal menegaskan tidak serta-merta bisa dilaksanakan. Karena retribusi tersebut diatur oleh Perda. ”Dishub hanya melaksanakan tugas yang telah digariskan Perda,” kata Aprizal. Selain itu, menurut Aprizal, retribusi itu adalah untuk menambah pendapatan Kota Padang, yang telah menjadi kesepakatan pemerintah dan DPRD. Soal angkot ceper, Sareng menyarankan sebaiknya kembali kepada standar. Semua, katanya, harus sesuai dengan UU yang berlaku. ”Ini bertujuan untuk kenyamanan dan keselamatan penumpang dan sopir. Karena dengan angkot yang ceper malah dapat membahayakan pemakai jalan lainnya. Seperti penambahan aksesoris di bagian bawah angkot malah menyebabkan luka pejalan kaki dan sayatan pada ban kendaraan lain. Kami telah banyak menerima pengaduan ini. Puncaknya terjadi saat tabrakan di Jalan Ratulangi beberapa waktu lalu. Diduga akibat angkot yang ceper, pengemudi berusaha untuk berbelok saat melewati tanggul hingga terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa,” tutur Sareng. Akhirnya, dalam pertemuan ini hanya satu aspirasi para sopir yang diterima. Yakni, angkot diperbolehkan lurus di Jalan Sudirman dan berbelok ke Jalan Ratulangi. ”Ini kita perbolehkan pada saat kondisi kemacetan terjadi di Pasar Raya,” kata Sareng. Kembali Normal Sekitar pukul 13.30 WIB, angkot yang melakukan aksi mogok kembali beroperasi. Walaupun beberapa sopir mengaku belum puas dengan pertemuan tersebut, namun mereka tetap kembali beroperasi. ”Saya sebenarnya masih keberatan dengan pemungutan retribusi terminal sementara terminal tidak ada. Namun karena akan mencari penghasilan, maka saya terpaksa kembali beroperasi,” kata salah seorang sopir angkot, Adi. Lain halnya dengan Ujang yang mengemudikan angkot jurusan Kalawi. ”Saya sebenarnya tidak setuju dengan mogok ini. Karena hanya akan mengurangi penghasilan sehari- hari,” katanya singkat. (cr1/ril/ita) ---------------- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
