On Dec 28, 2007 1:04 PM, Lies Suryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Komen: Tanggapan Iini jelas subjektif sekali! Kalau orang Islam (Saya juga > orang Islam) membawa agamanya kemana2, pasti tak akan ada korupsi di negeri > ini. Seorang mahasiswa saya yang buke 'kafir' bertanya kepada saya di kelas: > "Kenapa di Indonesia yang lebih 90% Islam banyak korupsi? Kan mereka shalat > 5 kali sehari; tiap ambil wudhu dia berdoa membersihkan dirinya dari segala > najis; korupsi itu juga najis kan?". Rupanya dia belajar theologi Islam > juga. Saya terkejut dan kelabakan juga menjawabnya. >
Saya rasa tanggapan itu tidak relevan karena saya tidak pernah bilang bahwa orang Islam tidak punya salah. Saya setuju bahwa semestinya orang Islam lebih menjaga dirinya dari korupsi dan segala maksiat termasuk yang berasal dari budaya leluhurnya. > Apa iya seburuk itu perlakuan orang Islam terhadap penduduk Spanyol? > > Komen: Tanpa membaca buku, pakai logika saja dulu: apakah di dunia ini ada > invansi tanpa kekerasan? > Tidak relevan juga karena yang saya tanyakan adalah perlakuan selama Islam berkuasa di Spanyol, bukan ketika Islam memasuki Spanyol. > Persoalannya: kita Islam sering narsis dan mengganggap kita paling suci di > dunia ini. Manusia yg beragama Islam tak > lebih suci daripada manusia lain yang beragama Katolik, Budha, Hindu, Begu, > Kaharingan, dll. Dan sebaliknya: kita orang Islam > juga tak lebih buruk dari penganut agama2 lainnya. Toh....SANAK???? > Wah, kalau saya sih yakin manusia beragama Islam (yang beneran lho ya bukan cuma klaim/KTP) lebih baik dari manusia non-Islam. Bukannya saya narsis tapi saya percaya sama firman Allah (yang artinya): "Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu." (QS. al-Baqarah 2:221) > Mereka balas dendamnya ke orangnya langsung. Ingat Spanish Inquisition? > > K: kalau indak ado asok tantu indak ado api. Ini sudah hukum alam. > Kalau begitu pola pikirnya tentu bisa dirunut terus yakni kekerasan yang terjadi selama kekuasaan Islam tentu ada pula apinya dan seterusnya. Kalau dirunut terus tentu yang bikin gara-gara orang non-Islam karena manusia pertama adalah Adam 'alayhis salaam yang beriman. > K: Dalam soal budaya tak berlaku pengandaian, Sanak. Apa orang Papua senang > disuruh pakai pakaian Minang nan basuntiang > ameh bamego2 sabarek 3 kilo di ateh kapalo tu? Pakai tikuluak tanduak atau > songket Silungkang? Saya jamin mereka akan gerah. > Saya rasa orang Minang pun belum tentu senang disuruh pakai suntiang 3 kilo tu. Saya rasa intinya sederhana saja. Apakah demi materi akan kita lestarikan semua budaya yang menarik wisatawan tanpa ditimbang dulu budaya itu? Lagipula kalau kita bicara orang Papua, apakah mereka tidak boleh masuk Islam? Apakah "pakaian tradisional" mereka itu akan dilestarikan pula? -- Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
