Ada ungkapan yang menyatakan bahwa tidak ada solusi, berarti tidak ada
masalah.Jadi setiap permasalahan baik itu masalah yang sederhana
maupun yang kompleks, selalu ada jalan keluarnya.
Dalam menyikapi masalah tabuik ini perlu kiranya untuk
mengidentifikasi permasalah yang ada. jika melihat tabuik ini dari
prespektif ASBK, maka banyak kita temukan inkorelasi antara tradisi
tabuik ini dengan ajaran islam. buktinya tabuik yang dibuat dengan
uang jutaan rupiah dibuang begitu saja kedalam laut, ini menunjukan
kecendrungan sifat mubazir. padahal dalam islam sifat mubazir itu
dilarang oleh agama.
kemudian alasan pariwisata mampu mempertahankan eksistensi pesta tabik
ini selalu ada. alasan ini dilandasi oleh prinsip ekonomi, dimana
pengeluaran dari biaya produksi tabuik itu akan tertutupi oleh
pemasukan dari wisatawan yang berkunjung. masalah kemudian ialah
apakah wisatawan berminat untuk mengunjungi pesta tabuik tersebut.
jangankan wisatawan dari luar, wisatawan lokal pun saya lihat masih
kurang berminat akan pesta tabuik ini, realitasnya masih banyak orang
minang yang non pariaman yang belum pernah menyaksikan tradisi tabuik.
pada akhirnya promosi yang menjadi kambing hitam dari permasalahan
ini. imabasnya dirasakan oleh kritikan masyarakat yang ditujukan
kepada penyelenggara yakni pemda. Disamping itu tidak hanya kritikan
yang ditujukan melainkan ada pula yang menyumbangkan masukan dalam
tataran ide.
seharusnya jika kita melihat tradisi tabuik ini dari sudut pandang
normatif, maka cukuplah penelitan yang menjawabnya. namun bila melihat
dari sudut pandang praktis maka sosial movement yang mampu
menjawabnya.
untuk itu, keberadaan PKDP yang dianggap sudah besar harus mampu
sebagai garda terdepan dalam sosial movement ini. Dangan adanya sosial
movement ini, mungkin di suatu saat ada sebuah lembaga independen yang
mampu mengakomodir penyelenggaran tabuik pada khususnya dan
melestarakan nilai-nilai budaya secara umumnya. Sehingga saat
mendatang penyelenggaran tabuik ini bukan hanya tanggung jawab dari
pemda saja, melainkan sudah beralih dari menjadi tanggung jawab
masyarakat melalui lembaga tersebut.
jadi solusi nyata terhadap masalah tabuik ini akan menjawab semua
permasalahan seputar tabuik. tapi apabila tidak ada solusi nyata maka
tidak ada masalah dalam penyelenggaran tradisi tabuik ini.
Bila tidak ada masalah biarkan pesta tabuik ini hanya menjadi proyek
tahunan dari dinas pariwisata dan pemda. apabila kita mengaggap ada
permasalahan maka solusi nyatalah jalan keluarnya
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke