Assalamualaikum Wr.Wb. yth bapak Darwin Bahar. Iko ado saketek info memeng indak langsuang manyangkuik Minangkabau. salamaik mambaco.
Wassalam, Muljadi Ali Basjah. XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX http://www.suarapembaruan.com/home/jica-incar-mrt-east-west/13388 Investasi Jepang Mengalir ke Indonesia JICA Incar MRT East-West Kamis, 10 November 2011 | 8:30 Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo (Foto: Inilah.com) Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo (Foto: Inilah.com) Berita Terkait Komisi XI Dukung Beri SLA kepada Pemprov DKI [Tokyo] Jakarta segera memiliki mass rapid transit (MRT), sebuah moda angkutan umum yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Japan International Cooperation Agency (JICA), tertarik mendanai semua jaringan MRT berbasis rel atau heavy rail transit di Jadebotabek. Selain MRT South-North I, Lebak Bulus-Bundaran HI, Lembaga keuangan Jepang itu mengincar South-North II, HI-Kampung Bandan, dan MRT East-West atau Balaraja-Cikarang. Dana pinjaman 50,5 miliar yen yang sudah memiliki loan agreement akan terus dicairkan sesuai kemajuan proyek. "Kami komit untuk mendanai proyek yang sudah kami tandatangani. Sedangkan selebihnya, kami melihat perkembangan. Tapi, buat proyek MRT di Jakarta, kami tetap berikan high probability," ungkap Hayakawa Yuho, Direktur JICA Divisi Asia Tenggara saat menerima Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo di Tokyo, Rabu (9/11) seperti dilaporkan wartawan SP Primus Dorimulu dari Tokyo tadi malam. Tribudi didampingi Direktur Fungsi dan Perencanaan PT MRT Jakarta Eddi Santosa. Hadir pada kesempatan itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, dan sejumlah pemimpin redaksi dari Indonesia. MRT Utara-Selatan Tahap I, Lebak Bulus-Bundaran HI sepanjang 15,2 km kini menjelang tahap tender. Ditargetkan, angkutan cepat kombinasi layang dan subway atau bawah tanah itu mulai dioperasikan tahun 2016. Sedangkan MRT Utara Selatan Tahap II sepanjang 8,1 km selambatnya dioperasikan tahun 2018, lebih cepat dua tahun dari target awal. Pemerintah juga merencanakan pembangunan MRT Barat-Timur, yakni dari Balaraja, Kabupaten Tangerang, hingga Cikarang, Kabupaten Bekasi sepanjang 87 km. Total panjang rel MRT sekitar 110,8 km dan biaya pembangunan --mulai studi awal, pembebasan tanah hingga operasi-- sekitar Rp 86 triliun. Biaya pembangunan Koridor Selatan Utara Tahap I sekitar Rp 17 triliun atau 157 miliar yen. JICA telah menandatangani MoU untuk meminjamkan dana sekitar 84% kebutuhan proyek atau 132,6 miliar yen. Dari jumlah itu, sebesar 50,1 miliar sudah dikuatkan oleh loan agreement letter yang ditandatangai JICA dan pemerintah Indonesia. Dana pinjaman sebesar 50,1 miliar yen dianggarkan untuk pengerjaan konstruksi atau civil work. Biaya pembebasan lahan ditanggung Pemda DKI Jakarta. "Dana pinjaman JICA baru sedikit yang dicairkan. Kami menunggu pencairan selanjutnya agar pengerjaan bisa sesuai jadwal," kata Tribudi. Setelah civil and track works, ada dua tahap penting berikutnya, yakni mechanical and electrical installation atau sistem pengiriman sinyal dan rolling stocks procurement atau pengerjaan badan kereta MRT. "Kami masih menunggu komitmen JICA untuk mendanai tahap mechanical and electrical installation dan rolling stocks procurement. Jika tidak ada komitmen lanjutan dari JICA, kita bisa mencari sumber pendanaan lain," ungkap Tribudi. Sesuai Target Sesuai jadwal, kata Tribudi, mestinya pada pekan pertama Oktober 2011, JICA sudah memberikan surat persetujuan untuk prakualifikasi dan dokumentasi tender. Hanya dengan surat persetujuan dari JICA, PT MRT Jakarta bisa membuka tender bagi para calon kontraktor. Keterlambatan JICA memberikan persetujuan bisa membuat proyek MRT melesat dari target. "Kami harap pekan depan, surat persetujuan itu sudah diberikan," ungkap Tribudi. JICA, kata Hayakawa, tetap pada komitmennya untuk membangun MRT Jakarta, Koridor South-North I. "Kami membutuhkan waktu untuk mempelajari tender document. Kami terus berkomunikasi intensif dengan Jakarta untuk mengambil keputusan," paparnya. Meski pengumuman tender mundur beberapa bulan, Tribudi optimistis, pembangunan MRT Selatan-Utara Tahap I akan selesai sesuai target. Maret 2012 pemenang tender sudah bisa diumumkan dan setelah itu, proyek MRT mulai dibangun. Sekitar enam kontraktor akan dilibatkan dalam pembangunan setiap koridor MRT. Kontraktor yang mayoritas BUMN bisa ikut manjadi salah satu anggota konsorsium di tiga koridor MRT. Agar sesuai target, pembangunan MRT tidak hanya dari satu titik, melainkan dilakukan di sejumlah titik. Meski biaya sedikit naik, pembangunan MRT akan berjalan lebih cepat. Proyek MRT Jakarta sepenuhnya dibiayai pemerintah Indonesia dengan dana pinjaman dari JICA. Dana pinjaman goverment to goverment dalam bentuk Special Term for Economic Partnership (STEP) Loan itu hanya dikenakan bunga di bawah 1%. Akan tetapi, JICA memberikan persyaratan sangat ketat yang merugikan kepentingan Indonesia. Pertama, setiap pembentukan konsorsium pembangunan MRT, JICA harus mendapat share 50% dan menjadi group leader. Kedua, 30% produk yang digunakan harus dari Jepang. "Bunga memang murah, tapi persyaratan yang menyertai pinjaman itu terlalu ketat. Kita seperti didikte oleh JICA dengan persyaratan itu," ujar Tribudi. Jika persyaratan itu tidak direvisi, Indonesia tidak memiliki keleluasaan untuk mencari kontraktor dan teknologi terbaik. Di samping itu, Indonesia juga tidak mendapatkan peluang untuk meningkatkan kemampuan teknologi. Setelah pembangunan MRT Tahap I, BUMN Indonesia yang ikut terlibat sebagai anggota konsorsium akan mendapatkan pengalaman. Dengan kemampuan yang sudah dimiliki itu, perusahaan Indonesia berpeluang untuk menjadi group leader pada pembangunan koridor berikutnya. Tribudi mengambil contoh India yang melakkan renegosiasi kesepakatan yang terlalu ketat. Mereka boleh mencari sumber pendanaan lain dan melibatkan kontraktor lain. Hayakama tidak menampik kemungkinan itu. Tapi, kesepakatan awal sangat penting untuk dilaksanakan. Pada November 2005, pemerintah RI dan JBIC menandatangani minutes of discussion dan pada Oktober 2006 Memorandum on Engineering Services ditantangani. JBIC keemudian merger dengan JICA. Mengalir ke Indonesia Dubes Indonesia untuk Jepang Muhammad Lutfi mengatakan, investasi Jepang ke Indonesia akan terus meningkat. Bukan hanya proyek MRT yang dibangun Jepang, melainkan berbagai proyek. Sekitar 30 miliar yen investasi Jepang segera mengalir ke Indonesia. Lutfi mengakui, ia menerima banyak pertanyaan dari pengusaha Jepang yang hendak ke Indonesia. Mereka umumnya mengincar negeri berpenduduk besar dengan jumlah kelas menengah yang terus bertumbuh seperti di Indonesia. Dari sisi demografi, komposisi penduduk Jepang yang didomnasi usia tua tidak lagi menarik bagi investasi baru. Infrastruktur dan sistem transportasi di Jepang sudah sangat maju. Selain perbaikan, kata Lutfi, tidak ada lagi pembangunan. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada pilihan lain selain menginvestasi di negara lain. Dia yakin, Jepang bersedia membangun infrastruktur transportasi di Indonesia. Rel, gerbong, dan lokomotif kereta api (KA), demikian Lutfi, perlu dibangun di Indonesia bekerjasama dengan BUMN dan swasta nasional. Untuk pembangunan rel kereta dan lokomotif, JICA bisa melibatkan PT Inka, sedangkan untuk gerbong, Jepang perlu melibatkan PT KA. -- Empfehlen Sie GMX DSL Ihren Freunden und Bekannten und wir belohnen Sie mit bis zu 50,- Euro! https://freundschaftswerbung.gmx.de -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
