Terima kasih ya pak Saaf. Nanti saya sunting sebagai resensi dari pak saaf 
bersama pak reflus.

Dari Padang, juga ada resensi dari Doktor Silfia Hanani. Ia meresensi  buku 
Padusi sebagai prosa tahun 70 an atas kerisauan didunia maya tanpa ada 
penyelesaian masalah. Bagi ambo ..Buku Padusi memang tidak untuk menyelesaikan 
masalah tetapi untuk menunjukkan bahwa di Minangkabau ada masalah. 
Seperti biasalah, kan kita paham bahwa urang kampuang awak manalah mau digurui.

Kami berencana dari bundokanduang gebu minang akan mengadakan bedah buku. Bu 
zoeraini juga punya buku tentang perempuan dan kerusakan lingkungan.

Sekali lagi terima kasih ya pak.
 
Wassalam,
 
Evy Niz
 

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 13 Feb 2012 21:28:45 
To: Evy Nizhamul<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: <[email protected]>
Subject: [R@ntau-Net] Fwd: Masukan untuk buku "Padusi: Perempuan yang Mendaung
 Biduk ke Hulu".

Evy,
Terlampir saya kirimkan kembali tanggapan saya terhadap buku " Padusi " yang 
Evy tulis. Semoga bermanfaat.

Wassalam,
SB.

Dikirim dari iPad saya

Mulai meneruskan pesan:

> Dari: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
> Tanggal: 4 Januari 2012 06:13:32 WIB
> Kepada: Evy Nizhamul <[email protected]>
> Subjek: Masukan untuk buku "Padusi: Perempuan yang Mendaung Biduk ke Hulu".
> Balas-Ke: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
> 

> 
>  
> Evy,
> 
> 
> Saya sudah membaca buku Evy yang menarik itu, : “ Padusi: Perempuan yang 
> Mendayung Biduk ke Hulu”. Sungguh menarik untuk mengetahui pandangan 
> perempuan sendiri tentang adat dan kebudayaan Minangkabau, yang dirangkum 
> dalam 13 tema.  Saya kurang tahu, apakah Evy yang pertama menulis buku 
> tentang adat dan kebudayaan Minangkabau dari perspektif perempuan, ataukah 
> sudah ada perempuan Minangkabau lainnya yang menulis terlebih dahulu tentang 
> adat dan kebudayaan Minangkabau ini.
> Kesan pertama saya adalah Evy sangat bersungguh-sungguh untuk mendalami dan 
> mengritisi masalah-masalah klasik Minangkabau yang selama ini menjadi bahan 
> perdebatan, baik yang merupakan sistem nilai dan lembaga sosial yang bersifat 
> mendasar, maupun tentang cabang-cabangnya. Hal ini adalah positif dan perlu 
> dilanjutkan.
> Di antara pendalaman dan kritik terhadap  sistem nilai dan lembaga sosial 
> yang bersifat mendasar, antara lain  tentang latar belakang dan manfaat 
> sistem kekerabatan matrilineal; matrilineal dan matriarkat; tentang warisan; 
> harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah; tentang kaba dan tambo; tentang 
> kekhawatiran tentang rumah gadang ketirisan; serta tentang orang Minang yang 
> pindah agama.
> Sedangkan yang bersifat cabang-cabangnya adalah tentang hubungan peran 
> laki-laki dan perempuan, peran sosial perempuan Minang, tentang adat 
> badunsanak, tenrang punah, tentang abu di atas tunggul, tentang uang jemputan.
> Sangat menarik bahwa Evy juga mencari solusi terhadap masalah kontemporer, 
> antara lain pendapat tentang manfaat Pohon Keluarga Minangkabau, yang 
> mencatat garis keturunan dari fihak ibu dan bapak, antara lain dengan 
> menggunakan software Family Tree.
> Saya garis bawahi pendapat Evy tentang terjadinya perubahan sosial yang 
> terjadi dalam alam Minangkabau, serta implikasinya terhadap tema-tema yang 
> Evy bahas tersebut. Nampaknya memang perubahan sosial inilah yang menjadi 
> faktor penyebab utama dari perdebatan berkepanjangan yang terjadi dalam 
> masyarakat Minangkabau selama ini, yang mungkin akan berlanjut ke masa datang 
> kalau tidak dikaji dan tidak dirumuskan secara mendalam. Dapat saya sampaikan 
> bahwa menurut penglihatan saya sampai saat ini belum ada sebuah lembaga 
> penelitian adat dan kebudayaan Minangkabau, yang secara profesional  
> mengadakan penelitian berlanjut tentang perubahan sosial Minangkabau ini. 
> Sebagai akibatnya, sebagian besar tulisan tentang Minangkabau bukan saja 
> bersifat statis – tidak jarang dogmatis – tetapi juga bersifat fragmentaris.
> Kesadaran terhadap terjadinya perubahan sosial di Minangkabau serta tentang 
> perlunya dibahas secara komprehensif dan integral terhadap adat dan 
> kebudayaan Minangkabau itulah yang mendorong diadakannya KKM/SKM GM 2010. 
> Seperti dapat Evy baca dalam kata sambutan Prof Dr Azyumardi Azra MA dalam 
> buku hasil kesepakatan SKM GM 2010 tersebut, bahwa yang dihasilkan SKM GM 
> 2010 tersebut sesungguhnya adalah suatu strategi kebudayaan Minangkabau yang 
> komprehensif yang kita perlukan. Kandungan kesepakatan dalam SKM GM itu akan 
> menjadi lebih afdhal sekiranya seluruh kalangan dapat hadir dan memberikan 
> pendapatnya dalam pertemuan besar yang dihadiri oleh kl 1.000 orang peserta 
> tersebut. Sayang, walau sudah berkali-kali diundang, beliau-beliau tiak 
> bersedia.
> Saya sangat berterima kasih sewaktu Evy mengirimkan 16 butir saran terhadap 
> draft kesepakatan Kongres Kebudayaan Minangkabau (KKM) 2010 – yang kemudian 
> berganti nama menjadi Seminar Kebudayaan Minangkabau Gebu Minang (SKM GM) 
> 2010 – yang seluruhnya saya cantumkan dalam draft berikutnya. Dapat saya 
> sampaikan bahwa Pedoman Pengamalan ABS SBK yang dihasilkan SKM GM 2010 
> mendapatkan sambutan baik dari masyarakat Minangkabau dan sudah mulai 
> disosialisasikan secara teratur.
> Tentang adanya kelompok yang menyatakan dirinya mewakili seluruh orang Minang 
> di dunia untuk menentang KKM 2010, sampai sekarang masih merupakan teka teki 
> bagi saya apa sesungguhnya alasan mendasar penentangan yang dilakukan oleh 
> kalangan yang menolak KKM 2010 tersebut. Saya hanya dapat menduga saja, bahwa 
> sama sekali tidak ada alasan mendasar, yang terlihat dari sama sekali tidak 
> adanya reaksi mereka terhadap hasil SKM GM 2010.
> Akhirulkalam, saya sarankan agar buku Evy ini disediakan untuk publik, dengan 
> menyediakannya di toko-toko buku, oleh karena isinya sangat bermanfaat untuk 
> mengetahui dinamika internal masyarakat internal Minangkabau. Jika mungkin, 
> isinya dikelompokkan dalam dua bagian, yaitu yang bersifat mendasar, dan yang 
> bersifat pelaksanaan.
> Sedikit catatan, kelihatannya Evy lupa mencantumkan judul buku saya dalam 
> Kepustakaan, walau membahas bagian-bagiannya dalam buku Evy. Kalau mungkin 
> dicantumkan dalam edisi kedua yang akan datang. Satu lagi, agar mudah mencari 
> topic-topik tertentu, besar manfaatnya jika nanti mencantumkan indeks.
> Sampai disini dulu.
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
> (Laki-laki, Tanjung, masuk 75 th, Jakarta)
> Taqdir di tangan Allah, syukurnya nasib di tangan kita.
> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke