Bara jauah Kampung Hijau tu dari Terempa, Pulau Siantan, Pulau Tujuh? Almarhunm MakBan acok barulang ka Natuna dan singgah di Terempa katu pulang baliak sabagai montir lauik.
Tahun 1953 ado urang awak padusi dari Batuampa, Payokumbuah nan kawin jo Urang Terempa, Bang Ibrahim namonyo. Ambo ikut mengikuti acara perkawiannnyo di Payokumbuah. Sudah tu indak tadanga lai. Tahun 1963 ambo ingin mancari mereka di Terempa Pulau Tujuah, tapi gagal karano tasangkek di Pakanbaru, takuik suasana muloi Konfrontasi Ganjang Malaysia. Mungkin anak-anak mereka lah berkembang kini tu di Terempa dan Natuna umumnyo. http://rmbr.nus.edu.sg/exanambas/ Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif Di Tapi Riak nan Badabua Lah lamo indak mancogok ka Lapau, tacigok sabanta, tapi sakadar gata-gata jari tarendong lo mareply saketek. --- In [email protected], yudifebri@... wrote: > > dr bbrp sumber nan ambo dapek, urang rimbo ko memang berasal dr pagaruyuang > jaman pra-islam. > 2007, Ambo sempat sampai di Kampuang Harung Hijau, di P. Siantan - Anambas - > KepRiau. Mereka mamakai bahaso dan adaik Minang. Dr carito2 samo urg tuo di > situ, ado ciek kampuang lai di P. Mengkait, yg kini dikenal sbg Suku Laut, > Urang Mengkait ko katonyo berasal dr Pagaruyuang, sa rombongan samo urg rimbo > / suku kubu di Jambi. > Dari Taluak Kuantan mereka menyubarang ka pulau2 di Natuna. > > > Live from BlackBerry® on AHA - I like it! > > -----Original Message----- > From: "Nofend St. Mudo" <nofend@...> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 24 Feb 2012 18:57:30 > To: <[email protected]>; <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [R@ntau-Net] Orang Rimba Terdampar di Solsel > > Padang Ekspres • Jumat, 24/02/2012 14:09 WIB • (sih) • 75 klik > > Solsel, Padek—Sejak sepekan terakhir, sebanyak 15 orang suku anak > dalam (orang rimba) berada di Solok Selatan. Mereka "turun gunung" > karena dikabarkan hendak mencari tanah kelahiran nenek moyangnya. > > Rombongan Suku Anak Dalam itu berasal dari Bukit Duabelas, Kabupaten > Sarolangun Bangko, Jambi. Menurut cerita yang mereka dapat, mendiang > munyang laki-laki (moyang-red) mereka, bernama Mangku Muhammad, > berasal dari Pagaruyung Batusangkar, Tanahdatar. > > "Munyang aku ndak mau dijajah (saat zaman penjajahan, red), lalu masuk > ke dalam hutan dan nikah dengan suku dalam. Sudah lama kami dapat > cerita itu. Kami ingin betul melihat tanah asal munyang kami, juga > famili kami yang orang Minang," tutur Ismail, 58, Kamis (23/2). Soal > keyakinan, Ismail bersama saudara-saudaranya mengaku telah menganut > Islam. > > Kerinduan mereka mengunjungi Pagaruyung akhirnya terwujud. 35 hari > yang lampau, Ismail bersama sanak saudaranya berangkat dari Bukit > Duabelas. Rombongan terdiri dua istri Ismail (Siti Aminah dan > Masidah), mertua perempuannya, saudaranya yang bernama Siti Khadijah, > serta 10 orang anak-anak mereka. > > Di antaranya ada yang berusia 1,5 tahun. Dari rimba Bukit Duabelas, > mereka berjalan kaki melewati Kabupaten Dharmasraya, hingga ke > Pagaruyung, Batusangkar. > > Dua minggu mereka berada di tanah Pagaruyung. Bukan main senangnya > hati mereka. Kerinduan bertemu dengan sanak famili terlepas sudah > meski tak satu pun warga Tanahdatar yang mereka kenal. > > Bagi mereka, siapa saja yang mereka jumpai di sana, dianggap saudara. > "Saat di Batusangkar, kami menginap di kantor camat," imbuh Siti > Aminah. > > Setelah merasa puas melepas di Batusangkar, mereka berencana > melanjutkan perjalanan pulang ke Bangko, melewati Solok Selatan dan > Kerinci. Peralatan yang mereka bawa cukup beragam. Mulai dari terpal > hingga peralatan memasak. Semuanya dibungkus dalam karung plastik yang > dipikul orang dewasa. > > Sedangkan anak-anak mereka, hanya kebagian membawa ember kecil. Di > sepanjang jalan, kepada siapa pun yang lewat, bocah-bocah itu akan > menyodorkan ember tersebut. > > Saat sampai di Pinangawan, Pauhduo, mereka terlihat sangat lelah. > Apalagi anak-anak. Perjalanan ratusan kilo itu, cukup menguras tenaga > bocah ingusan itu. Di pinggir jalan, di atas rumput mereka selonjorkan > kaki. > > Untunglah, beberapa hari di Solsel, mereka mendapat perhatian dari > warga. Ada yang memberikan makanan, ada pula yang memberi uang. "Tadi > malam, kami nginap di rumah sekolah," ujar Aminah, wanita beranak > empat yang tidak tahu berapa usianya. > > Ismail mengaku kasihan terhadap anak-anak. Mereka masih kecil, tapi > terpaksa harus diboyong. Sebab, kalau anak-anak ditinggalkan di rumah > (tengah rimba), mau makan apa. Ismail lalu memutuskan membawa sebagian > anaknya, membantu meminta sedekah dari warga. > > "Kami ado diagiah urang dinas sosial rumah trans di Bukik Duobaleh. > Tapi tak ado lahan yang bisa digarap. Di sinan, kebun sawit lah > banyak, milik perusahaan. Susah kami cari makan," ujarnya. > > Sehari-hari, anak-anak mereka memang diizinkan untuk mengutil sawit > oleh pemilik kebun. Namun, itu hanya sebatas anak-anak saja yang > boleh. Dari hasil mengutil sawit, satu orang anak paling banter dapat > lima kilo. Meski jauh dari jumlah kebutuhan, tapi cukup membantu untuk > makan sehari-hari. > > Suku anak dalam atau orang rimba, sering juga disebut dengan Suku > Kubu. Namun, istilah Kubu terdengar kasar dan tidak disukai oleh suku > anak dalam. Suku ini hanya terdapat di pedalaman hutan Provinsi Jambi > dan Sumatera Selatan. (sih) > > http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=24527 > > -- > Wassalam > Nofend | L-35 | CKRG -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
