Sawahlunto: Jejak Kejayaan Kota Tambang

TEMPO.CO -Bagi wisatawan yang datang ke Sumatera Barat, Sawahlunto
menyimpan pesona tersendiri. Di sana, terlihat jelas jejak-jejak
kejayaannya semasa menjadi kota tambang batubara. Kota Sawahlunto yang
dibangun Belanda sekitar 123 tahun lalu memang didirikan karena temuan
batubara oleh Hendrik De Greve. Padahal letak Sawahlunto saat itu
sangat jauh di pedalaman Sumatera Barat.

Kandungan batubara yang besar di Sawahlunto telah menjadikan tempat
itu sebagai kota penting di Sumatera pada masa lalu. Cadangan »emas
hitam” dalam jumlah besar ini menarik Pemerintahan Hindia Belanda
untuk berinvestasi 5,5 juta gulden, termasuk untuk membangun Pelabuhan
Emma Haven, kini menjadi Pelabuhan Teluk Bayur di Padang. Tujuannya:
memperlancar ekspor hasil tambang tersebut.

Pemerintah Kolonial Belanda juga membangun jalur kereta api dari Emma
Haven ke Sawahlunto sepanjang 155,5 kilometer. Ribuan pekerjanya
didatangkan dari Jawa dan daerah lainnya. Sebagian besar bahkan para
kuli paksa, yaitu para narapidana dari sejumlah penjara dengan kaki
terantai. Karena itu mereka disebut ‘orang rantai’. Setelah proyek rel
kereta api selesai, »orang rantai’ ini kemudian dijadikan buruh
tambang.
Sebagai kota tua, Sawahlunto penuh dengan bangunan lawas. Salah
satunya adalah bekas bangunan pembangkit listrik pertama di Sawahlunto
yang dibangun pada 1894, yang kini menjadi Masjid Raya Nurul Iman.
Tepat di bawah masjid, terdapat bunker yang dulu pernah digunakan
sebagai tempat merakit senjata, mortar, dan granat tangan. Cerobong
asap pembangkit listrik tenaga uap setinggi 80 meter juga masih
berdiri. Cerobong asap itu kini menjadi menara mesjid.

Bangunan tua lainnya adalah gedung megah kantor pertambangan PTBA-UPO
dengan halaman yang luas. Gedung bergaya kolonial Belanda itu
didirikan pada 1916 dengan nama Ombilin Meinen dan berfungsi sebagai
kantor pertambangan hingga sekarang.

Hanya berjarak 200 meter, terdapat gedung Pusat Kebudayaan, yang
dibangun pada 1910. Dulu dijadikan gedung pertemuan dengan nama "Gluck
Auf". Di sini pejabat kolonial berkumpul, berdansa, bernyanyi, sambil
menikmati minuman. Kini dijadikan tempat untuk pentas seni dan pameran
lukisan.

Kejayaan tambang batubara Sawahlunto juga terlihat pada bangunan silo
yang masih berdiri kokoh di kawasan Saringan. Silo ini berbentuk tiga
silinder besar yang berfungsi sebagai penimbun batubara yang telah
dibersihkan dan siap diangkut ke Pelabuhan Teluk Bayur. Setiap hari
sirene silo berbunyi tiga kali, yakni pukul 07.00, 13.00, dan 16.00.
Suara nyaring itu penanda jam kerja "orang rantai".

Stasiun kereta api Sawahlunto, kini menjadi Museum Kereta Api. Kereta
api pengangukut batubara sudah hampir 10 tahun terhenti seiring dengan
menipisnya cadangan tambang batubara di Sawahlunto. Tapi kini di
stasiun itu juga menjadi rumah »Mak Itam”, lokomotif uap untuk
wisatawan. Inilah kereta api uap langka di dunia. Jumlahnya kini hanya
lima buah.

Lokomotif uap E1060 yang dibuat oleh Esslingen, Jerman, ini menjadi
ikon pariwisata Sawahlunto. Dulu beroperasi dari stasiun kereta api
yang dibangun pada 1918 ini dengan mengangkut batu bara ke Pelabuhan
Teluk Bayur, Padang.

Kereta api ini dibawa tiga tahun lalu dari Ambarawa. Sebelumnya, loko
uap ini memang milik Sawahlunto saat tambang batu bara masih berjaya.
Mak Itam hanya digunakan untuk jalur pendek dari Sawahlunto ke Muara
Kalaban sejauh 7 kilometer. Kereta ini mengantar wisatawan menikmati
pemandangan "Lubang Kalam" atau terowongan sepanjang 900 meter. Loko
berbahan bakar batu bara ini bergandengan dengan gerbong kayu untuk
membawa penumpang.

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke