MUARO SIJUNJUNG, SUMBAR, KOMPAS.com--

Wali Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung Bakri
mengatakan, situs cagar budaya Surau Tinggi dalam kompleks pemakaman
Syekh Abdul Wahab di Jorong Calau dapat dijadikan pusat studi dan
kegiatan agama Islam di Sijunjung.

"Perkembangan agama Islam di Sijunjung berawal dari daerah Calau itu,
sudah seharusnya surau tersebut dikembangkan menjadi sebuah sentra
kegiatan Islam seperti halnya Da’arut Tauhid di Bandung," katanya, di
Muaro Sijunjung, Rabu.

Menurut Bakri, seluruh potensi dari segala segi telah cukup memadai di
kompleks surau itu. Dia menyebutkan, dari segi pendidikan pada surau
tersebut dapat dibangun sebuah pesantren modern.

Pada pesantren tersebut diajarkan segala macam ilmu fiqih (hukum
Islam) dan tarbiyah (pendidikan) sehingga akan dihasilkan lulusan yang
berkompeten, namun memiliki pemahaman ajaran Islam yang tinggi.

Dengan begitu, kata dia, di masa yang akan datang akan muncul pemimpin
yang arif dan bijaksana dari Sijunjung. Selain pesantren dapat juga
dilakukan kegiatan Islam lainnya, semisal jual beli halal atau
koperasi madani, katanya.

Bakri menambahkan, alam dan lingkungan di sekitarnya juga sesuai
apabila akan dikembangkan sebagai objek wisata. Di sekitar kompleks
surau dan makam tersebut dibatasi oleh sungai Batang Kuantan serta
dipagari oleh bukit.

Apabila ini ditata sedemikian rupa katanya, maka pemandangannya akan
terlihat bagus dan menarik minat pengunjung. "Surau calau selalu
banyak dikunjungi peziarah pada bulan sebelum Ramadhan dengan tujuan
untuk berdoa," katanya.

Dia mengatakan pengunjung sering mengeluhkan sarana yang terdapat di
kompleks surau tersebut seperti belum adanya kamar mandi yang sesuai,
dan tempat berwudhu.

Bahkan beberapa bangunan terlihat tidak terawat dan cenderung kotor.
"Sudah seharusnya pemerintah daerah tidak melupakan sejarah
daerahnya," katanya.

Bakri berharap agar pemerintah melestarikan cagar budaya dan segera
melakukan pembangunan di Surau Calau ini, karena menurutnya, Surau ini
merupakan salah satu aset penting yang dimiliki kabupaten Sijunjung
saat ini.


Sumber : A

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke