Sayang ka buruang? Lapehkan ka habitatnyo di alam bebas. Kato abak
ambo dulu waktu ambo ketek : "Badoso manguruang buruang, sarancak
apopun sangkanyo"

---------------------------------------------------
PAYAKUMBUH, SUMBAR, KOMPAS.com--Kelompok pencinta burung "Kicau Mania
Payakumbuh" mengadakan lomba kicau burung tingkat Sumatera Barat di
Kelurahan Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Lomba burung berkicau yang diberi tajuk "Jusri Zainuddin Open" ini
berhasil menghimpun sekitar 800 kontestan untuk berlaga dalam 18 kelas
yang dipertandingkan, Minggu.

Ketua panitia, Andi "Badai" mengatakan, peserta yang mengikuti acara
tersebut datang dari berbagai daerah di Sumatera Barat diantaranya
Padang, Bukittinggi, Padang Panjang dan kota lain di sumbar.

"Kelas yang sangat diminati adalah kelas murai batu," kata Andi.

Selain kelas murai batu, beberapa kelas bergengsi lain menurut Andi
juga mendapatkan perhatian dari peserta dan penonton warga Payakumbuh.

Jusri Zainuddin sebagai pihak sponsor utama, memberikan sambutan dalam
lomba tersebut. Dia mengatakan hobi memelihara dan merawat burung
berkicau, sudah sejak lama digemari oleh sebagian masyarakat. Banyak
alasan kenapa burung khususnya burung berkicau jadi hewan peliharaan
yang paling diminati.

"Ada yang hobi sekadar untuk didengar kicauannya setelah seharian
sibuk dengan aktivitas pekerjaan, ada yang sungguh-sungguh hingga
menjadi usaha peternakan, pemeliharan dan penyediaan kebutuhan burung
berkicau," katanya.

Lebih lanjut bapak yang akrab dipanggil JZ (Jusri Zainiddin) ini
mengatakan, daya tarik utama dari burung berkicau adalah kemampuannya
berkicau melantunkan irama lagu yang menawan. Kemudian para juri juga
memperhatikan keindahan postur, keindahan warna bulu, gaya berkicau
tingkah laku, jenis burung langka dan lain sebagainya.

"Saya juga hobi memelihara burung berkicau. Tapi kesibukan saya belum
memberi saya kesempatan untuk lebih punya untuk bercengkrama dengan
kicauan burung. Suara kicauan burung adalah instrumen musik dan alunan
tembang lagu paling sempurna bagi setiap penghobi burung," ujar JZ
yang merupakan putra Zainuddin Hamidy, salah seorang pelopor
perjuangan Kota Payakumbuh.

Pada kesempatan tersebut JZ, diberi kesempatan untuk menyerahkan
hadiah juara kelas murai batu jawar yang merupakan kelas bergengsi di
ajang tersebut.

Keluar sebagai juara pertama di kelas ini Edi Purnomo dari Payakumbuh,
juara kedua diraih peserta dari Bukitinggi dengan nomor gantangan 10.
Sedangka juara ketiga berhasil didapat oleh Andes dari Padang Tiaka
Mudiak Payakumbuh.


Sumber : ANT

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke