Rendang, Menu Favorit "Indonesian Culinary Festival"

| Kistyarini | Dibaca : 618 kali

Rabu, 14 Maret 2012 | 07:31 AM



Cita rasa rendang yang kaya membuatnya disukai siapa saja.
Photo: SHUTTERSTOCK

LONDON, KOMPAS.com - Rendang terpilih menjadi menu favorit pengunjung
resepsi pembukaan "Indonesian Culinary Festival" di Grand Westin
Hotel-Berlin, Jerman.

"Tidak salah kalau rendang menjadi ikon kuliner Indonesia, selain itu
rendang pun terbukti menjadi makanan terlezat di seluruh dunia versi
CNN Go 2011," ujar Sekretaris III-Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI
Berlin, Purno Widodo, kepada Antara London, Rabu (14/3/2012).

Acara resepsi pembukaan Indonesian Culinary Festival dihadiri
perwakilan dari berbagai Kementerian Jerman, Korps Diplomatik, Media,
Hotel, Travel Biro, Friends of Indonesia, perwakilan dari Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) RI serta peserta serta
dari Institute of Cultural Diplomacy bertemakan "Authentic West
Sumatran Culinary Culture".

Selain menu hidangan utama Sumatera Barat, berbagai makanan nusantara
lainnya dari makanan pembuka, salad, sup hingga makanan penutup
seperti sarikaya, jongkong dan minuman khas Indonesia juga menggoda
lidah para hadirin.

Dikatakannya dari hidangan utama yang tersedia seperti cumi bakar,
gulai kapau nangka, sate Padang, yang menjadi menu terfavorit dari
tamu undangan adalah rendang. Dalam waktu kurang dari satu jam saja,
semua rendang yang ada di meja hidangan ludes tak bersisa.

Rasa gurih dari santan yang mengering serta paduan bumbu rempah yang
meresap hingga keserat daging terdalam telah membuat rendang, yang
walapun sekilas tampak seperti gosong, namun membuat para undangan
antre panjang untuk mendapatkannya.

"Saya belum pernah merasakan masakan berbahan daging selezat ini
seumur hidup saya," ujar Nazrul, seorang diplomat Bangladesh yang
ditugaskan di Jerman.

Acara resepsi tersebut merupakan bagian dari Festival Kuliner
Indonesia yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 16 Maret 2012. Selama
seminggu penuh Restaurant Relish di Westin Grand Hotel Berlin
menyajikan makanan dari Sumatera Barat yang diolah secara khusus oleh
pakar kuliner Indonesia William Wongso.

Selain menyajikan Menu Sumatera Barat di restoran tersebut, diadakan
juga Cooking Workshop oleh William Wongso yang ternyata amat sangat
diminati oleh pecinta kuliner Indonesia di Jerman.

Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai cita rasa masakan
Indonesia ini dikemas dalam berbagai sub kegiatan, yaitu penyajian
makanan di Restauran Relish Hotel Westin, workshop memasak, dan
resepsi untuk mengawali rangkaian acara.

Dalam resepsi tersebut disajikan berbagai macam menu masakan dari
Sumatera Barat, penampilan harpa dari Maya Hassan serta peluncuran
buku kuliner berjudul "From the Ambassador`s Kitchen".

Buku kuliner ini berisi berbagai resep masakan Indonesia yang dipilih
secara khusus oleh Ny Atiek Pratomo berdasarkan pengalamannya dalam
mengadakan jamuan diplomatik mendampingi suami sebagai Duta Besar RI
untuk Jerman.

Buku yang dibuat dalam Bahasa Inggris dan Jerman ini berisi juga
berbagai panduan dan tips dalam menyajikan makanan Indonesia dengan
sentuhan Internasional.

"Berbagai menu yang saya pilihkan di sini disesuaikan dengan selera
masyarakat Eropa, terutama masyarakat Jerman, terhadap masakan
Indonesia.Resep-resep tersebut juga dipilih berdasarkan kemudahan cara
membuatnya serta ketersediaan bahan-bahannya di Jerman ini," ujar Ny.
Atiek Pratomo saat diwawancarai oleh berbagai media massa yang
tertarik dengan isi buku tersebut di penghujung acara.

Diplomasi kuliner

Festival Kuliner Indonesia di Jerman ini tak lepas dari upaya KBRI
Berlin dalam melakukan berbagai strategi diplomasi, yang kali ini
menggunakan soft diplomacy melalui kuliner Indonesia.

"Festival Kuliner Indonesia di Jerman ini dapat menjadi upaya
tersendiri dalam berbagai cara yang selama ini telah dilakukan untuk
memperkuat ikatan persahabatan antara masyarakat Jerman dan Masyarakat
Indonesia," demikian ungkap Duta Besar RI untuk Republik Federal
Jerman Dr. Eddy Pratomo.

Makanan sebagai salah satu media diplomasi juga diamini oleh Mark
Donfried, Direktur dan Pendiri Institute of Cultural Diplomacy di
Berlin yang juga berkesempatan memberikan kata sambutan di awal acara.

Menurut Donfried, kuliner dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam
diplomasi budaya dimana diplomasi ini ditujukan untuk menanamkan rasa
saling percaya antara dua masyarakat yang berbeda.

"Diplomasi Budaya sangat penting dalam membangun hubungan dan
membangun kepercayaan sosial budaya dengan mengedepankan berbagai ide,
gagasan, nilai-nilai, tradisi dan berbagai aspek dari identitas budaya
yang tercermin dalam berbagai produk budaya, yang salah satunya adalah
tradisi kulinernya," ujar Donfried.

Festival Kuliner Indonesia diadakan dalam rangkaian perayaan 60 tahun
hubungan Indonesia-Jerman paqda 2012. Menyadari bahwa budaya merupakan
aspek penting dalam diplomasi maka berbagai macam program pendekatan
kebudayaan dilakukan oleh KBRI Berlin, termasuk budaya kuliner
Nusantara, katanya.


Sumber : Antar

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke