Barusan di TV One ado diskusi masalah iko, ternyata kajian di adokan oleh PLN 
awal taun 2000 an saat Uda Herman Darnel jadi direktur, menurut Uda Anen 
diwawancarain TV one tadi tu hasil kajian disampaikan ka mentri dan kapalo BPPT 
saat itu Hatta Rajasa dan diteruskan ka Sekneg. 

Wassalam
Tan Ameh
------Original Message------
From: Herman Moechtar
Sender: RantauNet
To: RantauNet
ReplyTo: RantauNet
Subject: Re: [R@ntau-Net] PARA MENTERIPUN ,MASIH BINGUNG .........
Sent: Mar 13, 2012 12:53

Betul pak. Peralihan waktu itu terjadi secara berangsur mengikuti elevasi atau 
posisi bumi megitari matahari,  yang tidak mungkin dilakukan. Saya cenderung 
Pemerintah menyelesaikan pekerjaan yang didepan matanya banyak Berantakan. 
Jangan bikin sensasi yang nantinya tidak bermanfaat, seperti cuti bersama yang 
ternyata tidak ada gunanya. Itu pak poin saya sebetulnya. Kenapa kita 
masalahkan waktu mengikuti secara ilmiah itu. Kita negara yang luas yang tidak 
mungkin memiliki waktu yang sama, kecuali DIPAKSAKAN. Sebagai catatan, kita 
berada dikatulistiwa pada kawasan tropis. Wilayah itu sebenatrnya merupakan 
waktu yang tepat sebagai acuan waktu. Artinya merupakan wilayah yang waktunya 
terukur secara baik, yang dapat dijadikan sebagai acuan di tempat lain, seperti 
wilayah sub-tropis, temprate, dan polar. Tentu akan banyak yang perlu 
didiskusikan. Yang jelas, serahkan ke ahlinya. Kenapa kita jadi repot 
memikirkannya. Wassalam, Herman Moechtar --- On Tue, 3/13/12, Ahmad Ridha 
<[email protected]> wrote: From: Ahmad Ridha <[email protected]> 
Subject: Re: [R@ntau-Net] PARA MENTERIPUN ,MASIH BINGUNG ......... To: 
[email protected] Date: Tuesday, March 13, 2012, 5:37 AM 2012/3/13 
Herman Moechtar <[email protected]>   Itu betul tatalah waktu secara alami 
mengikuti astronomi seperti sekarang. Pak Herman, jika yang sekarang telah 
alami, bagaimana dengan wilayah perbatasan zona waktu? Perbedaan posisi pada 
bumi tidak signifikan, tapi kok waktunya berbeda satu jam? Ataukah pada 
akhirnya merupakan kesepakatan? -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal 
Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari 
Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: 
~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, 
menjadi tanggung jawab pengirim email. 
=========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, 
melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail 
attachment, tawarkan di sini & kirim mel
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke