Makkah Jadi Acuan Waktu Arab Saudi makin dekat dengan ambisinya menjadikan Makkah sebagai pusat patokan waktu internasional. Pemerintah Arab Saudi mengujicobakan jam terbesar di dunia pada Selasa (10/8) waktu setempat atau Rabu (11/8) WIB. Uji coba ini akan berjalan selama tiga bulan.
<http://zulfikri.files.wordpress.com/2010/08/jam-makkah.jpg> <http://zulfikri.files.wordpress.com/2010/08/konstruction4.jpg> Jam terbesar di dunia itu dipasang di puncak gedung pencakar langit, Abraj Al Bait Tower, yang terletak di belakang Masjidil Haram. Pada waktu uji coba, baru satu sisi jam dari empat sisi yang berjalan. Selain berambisi menjadi acuan waktu dunia, Pemerintah Arab Saudi ingin jam ini akan menjadi acuan bagi 1,5 miliar Muslim di seluruh negara. Manajer Royal Mecca Clock Tower Hotel, Mohammed al-Arkubi, berharap jam tersebut menjadi acuan umat Muslim seluruh dunia. “Menjadikan Makkah sebagai pengganti Greenwich Mean Time (GMT), itu tujuan pembangunan menara jam,” kata al-Arkubi, yang bekerja di hotel di Abraj Al Bait Tower, seperti dikutip Associated Press. Hani al-Wajeh, warga Makkah, mengatakan, masyarakat sangat menunggu-nunggu jam terbesar di dunia itu beroperasi penuh. Namun, Pemerintah Arab Saudi masih mengunci rapat informasi rinci terkait jam tersebut. “(Dengan adanya jam terbesar di dunia) kami di Makkah berharap bisa menjadi acuan waktu internasional,” sambungnya. Ambisi Makkah menjadi kiblat pengaturan waktu internasional sudah berlangsung lama. Pada 2008 di Qatar diselenggarakan seminar internasional terkait kemungkinan Makkah menggantikan GMT yang sudah 125 tahun mendominasi waktu dunia. Seluruh peserta seminar mengusulkan langkah pertama untuk menggantikan GMT adalah menyatukan acuan waktu seluruh negara Arab. Selain itu, peserta seminar mengatakan, melanggengkan GMT sama saja melanggengkan kolonialisme. Alasan mereka, penetapan GMT pada 1884 penuh dengan agenda kolonialisme negara barat atas negara lain. Greenwich Mean Time adalah hasil konferensi internasional yang diikuti 41 negara pada Oktober 1884 di Washington DC, Amerika Serikat. Saat itu mayoritas peserta setuju menjadikan Kota Greenwich di Inggris sebagai titik nol acuan garis meridian yang membelah bumi menjadi bagian timur GMT dan bagian barat GMT. Pada 1 Januari 1972, acuan waktu internasional kembali diubah karena jam di Greenwich Observatorium kurang akurat. Peneliti menggunakan jam lebih akurat yang memanfaatkan zat atom dan menamakannya Coordinated Universal Time (UCT). Beda antara UCT dan GMT adalah 0,9 detik. Cendekiawan Muslim, Yusuf al-Qaradawi, mengatakan, Makkah pantas menjadi pusat nol dunia karena sejajar tepat dengan Kutub Utara, sehingga menjadikannya sebagai ‘zona magnetisme nol’. Pandangan al-Qaradawi didukung oleh Abdel-Baset al-Sayyed, dari Pusat Penelitian Nasional Mesir, yang mengatakan tidak ada medan magnet di Makkah. “Jam terbesar di dunia berada tepat di titik paling penting di seluruh dunia, Ka’bah. Ini adalah impian seluruh umat Islam,” kata Atif Felmban, warga Makkah. Ahmed Haleem, warga Makkah lainnya, mengatakan, sudah saatnya dunia Islam memiliki jam yang bisa dibanggakan. “Selama ini kita selalu memuja konstruksi jam Barat,” katanya. Proyek jam terbesar di dunia ini dikerjakan dengan melibatkan ahli jam dari Swiss dan Jerman. Total dana yang digelontorkan Pemerintah Saudi mencapai 800 juta dolar AS. Selain berfungsi sebagai menara jam, Abraj Al Bait Tower juga sebuah kompleks yang terdiri atas tujuh menara hotel dan pusat perbelanjaan. Jam ini juga akan membuat jam yang menjadi landmark Kota London, Big Ben yang pernah menempati posisi sebagai jam empat sisi terbesar di dunia, menjadi terlihat kecil. Dengan diameter sekitar 40 meter, jam Arab Saudi ini akan lebih besar dari juara dunia jam terbesar saat ini, yakni jam Mall Cevahir di Istanbul, yang memiliki lebar 36 meter. [Sumber: Republika Online/gulfnews/BBC/AP/the national/saudi press agency/vancouver sun, ed : stevy maradona] 2012/3/13 Dedi Nofersi <[email protected]> > Kok diskusinyo manjadi hangek mambahas masalah lintang dan bujur? > Lintang jo bujur, manuruik ambo indak paralu didiskusikan, itu alami. > > Nan manggalitik adolah Indonesia 1 zona waktu akan maangkek PDB 20%. Baa > kok bisa? Apo rahasionyo atau baa strategynyo? Atau baa etong-etongannyo. > > Barangkali ado nan bisa manjalehan. > > Dedi N - 50 > "Berusaha untuk Qona'ah" > > ------------------------------ > *From:* Herman Moechtar <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Tuesday, March 13, 2012 12:53 PM > > *Subject:* Re: [R@ntau-Net] PARA MENTERIPUN ,MASIH BINGUNG ......... > > Betul pak. Peralihan waktu itu terjadi secara berangsur mengikuti elevasi > atau posisi bumi megitari matahari, yang tidak mungkin dilakukan. Saya > cenderung Pemerintah menyelesaikan pekerjaan yang didepan matanya banyak > Berantakan. Jangan bikin sensasi yang nantinya tidak bermanfaat, seperti > cuti bersama yang ternyata tidak ada gunanya. Itu pak poin saya sebetulnya. > Kenapa kita masalahkan waktu mengikuti secara ilmiah itu. Kita negara yang > luas yang tidak mungkin memiliki waktu yang sama, kecuali DIPAKSAKAN. > > Sebagai catatan, kita berada dikatulistiwa pada kawasan tropis. Wilayah > itu sebenatrnya merupakan waktu yang tepat sebagai acuan waktu. Artinya > merupakan wilayah yang waktunya terukur secara baik, yang dapat dijadikan > sebagai acuan di tempat lain, seperti wilayah sub-tropis, temprate, dan > polar. Tentu akan banyak yang perlu didiskusikan. Yang jelas, serahkan ke > ahlinya. Kenapa kita jadi repot memikirkannya. > > Wassalam, > > Herman Moechtar > > --- On *Tue, 3/13/12, Ahmad Ridha <[email protected]>* wrote: > > > From: Ahmad Ridha <[email protected]> > Subject: Re: [R@ntau-Net] PARA MENTERIPUN ,MASIH BINGUNG ......... > To: [email protected] > Date: Tuesday, March 13, 2012, 5:37 AM > > 2012/3/13 Herman Moechtar <[email protected]> > > > Itu betul tatalah waktu secara alami mengikuti astronomi seperti sekarang. > > > Pak Herman, jika yang sekarang telah alami, bagaimana dengan wilayah > perbatasan zona waktu? Perbedaan posisi pada bumi tidak signifikan, tapi > kok waktunya berbeda satu jam? > > Ataukah pada akhirnya merupakan kesepakatan? > > -- > Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim > (l. 1400 H/1980 M) > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E > > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Thank and Best Regard Reza Vahlevi CONFIDENTIALITY This e-mail message and any attachments thereto, is intended only for use by the addressee(s) named herein and may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient of this e-mail message, you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message, and any attachments thereto, is strictly prohibited. If you have received this e-mail message in error, please immediately notify the sender and permanently delete the original and any copies of this email and any prints thereof. ABSENT AN EXPRESS STATEMENT TO THE CONTRARY HEREINABOVE, THIS E-MAIL IS NOT INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR A WRITING. Notwithstanding the Uniform Electronic Transactions Act or the applicability of any other law of similar substance and effect, absent an express statement to the contrary hereinabove, this e-mail message its contents, and any attachments hereto are not intended to represent an offer or acceptance to enter into a contract and are not otherwise intended to bind the sender, Sanmina-SCI Corporation (or any of its subsidiaries), or any other person or entity. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
