Rancak lo manyimak dialognyo di suduik Lapau, tapi, manncaliak  subjectnyo ado 
namo baru Taufiqurrahman mungkin nan dimakuasuik Angku Mochtar Naim ko lah 
salah sabuik lo namo angku Taufiq Rasjid?

Salam,
-- Sjamsir sjarif
--- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarnaim@...> wrote:
>
> Sdr Taufiq, dkk
>  
>      Kita berfikir dan berencana bukan utk di hari sekarang saja, tapi juga 
> utk di hari besok dan besok-besok, kalau semua2 keburukan itu sudah kita 
> atasi.  Atau kita berjalan sambil kita mengatasi dan memperbaiki berbagai 
> kesalahan dan keburukan yang kita bikin dan lakukan itu.
>      Kalau tidak, kita tidak akan bisa membedakan mana yang konsep teori mana 
> yang praktek. Itu baru BUMD, atau BUMN, ataupun Koperasi, yang selama ini 
> prakteknya juga begitu. Bayangkan kalau kita juga berfikir seperti itu dengan 
> kita melihat praktek pelaksanaan ajaran Islam  di bidang apapun. Karena 
> praktek kehidupan dari ummat Islam yang kita lihat adalah buruk, Sdr Taufiq 
> tentu juga akan mengatakan, jangan mikirin ttg konsep ajaran Islam itu karena 
> orang Islamnya buruk,  jelek, korup, bangsat -- maksudnya bansaik, miskin 
> --dsb.
>      Kalau cara berfikir Sdr Taufiq itu yang diturutkan, tentu semua menjadi 
> buruk, karena tidak memisahkan antara teori dengan prakteknya itu. Teori 
> dilihat dari segi prakteknya. Bukan begitu agaknya, Sdr Taufiq. Bedakan dan 
> pisahkan.
>      Tugas kita pertama-tama adalah, dengan berdasarkan pada pedoman hidup 
> kita, baik secara beragama maupun secara bernegara, sesuai dengan 
> prinsip-prinsip yang kita anut itu. Di bidang ekonomi, misalnya, kita 
> memikirkan bagaimana kita menjabarkan konsep ekonomi menurut pasal 33 UUD1945 
> yang juga sejalan dengan prinsip ekonomi Islam, sehingga semua itu ditujukan 
> untuk sebesar-besar kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dengan cara yang adil 
> dan dengan kerjasama yang setara dan saling menguntungkan. Maka 
> muncullah konsep BUMN di tingkat nasional, BUMD di tingkat Desa, dan mungkin 
> juga BUM apapun di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota. Misalnya.
>      Sdr Taufiq tahu bahwa di Jepang, Korea dan Cina, sebagaimana juga 
> di Malaysia sekarang, mereka mendahulukan ekonomi kerakyatan ini, sehingga 
> rakyat mereka menjadi makmur. Kita kan sebaliknya. Semua tanah, air dan alam 
> seisinya diserahkan pada para konglomerat dan kapitalis multinasional itu, 
> sehingga rakyat kita tetap miskin dan melarat. Konsep BUMD adalah satu upaya 
> utk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Jepang, Cina dan 
> Malaysia itu.
>      Nah, sekarang, tugas Sdr Taufiq memikirkan bagaimana supaya BUMD itu 
> bisa jalan untuk tujuan sebesar-besar kemakmuran rakyat itu.
>      Coba saya dengar pula dari Anda dan anda-anda yang lainnya, bagaimana 
> konsep Anda.
> MN280312
>  
>  
>  
>  
> 
> ________________________________
>  From: "taufiqrasjid@..." <taufiqrasjid@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Wednesday, March 28, 2012 10:51 AM
> Subject: Re: [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR NAIM DI KOMPAS  22 MARET 2012 
> "BANTUAN LANGSUNG TUNAI"
>   
> 
> Pak MN  yth
> 
> 
> BUMD itu  untuk saat ini mungkin hebat pada teori dan planning saja
> 
> Karena pada umumnya BUMD itu tekor terus
> 
> Apakah karena pengelola yang kurang beritikad baik atau kontrol dari Pemda 
> sebagai Komisaris yang kurang ?
> Atau ada  juga yang menanggap BUMD sebagai sapi perahan Pemda ?
> 
> --TR
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> ________________________________
> 
> From:  Mochtar Naim <mochtarnaim@...> 
> Sender:  [email protected] 
> Date: Wed, 28 Mar 2012 11:19:58 +0800 (SGT)
> To: rantaunet rantaunet rantaunet<[email protected]>; 
> [email protected]<[email protected]>; 
> [email protected]<[email protected]>; Dr. Saafroedin 
> Bahar<drsaafroedin.bahar@...>
> ReplyTo:  [email protected] 
> Cc: MOCHTAR NAIM<mochtarnaim@...>
> Subject: [R@ntau-Net] TULISAN MOCHTAR NAIM DI KOMPAS  22 MARET 2012 "BANTUAN 
> LANGSUNG TUNAI"
> 
> Kawan2 di Dunia Maya,
> 
> Kalau belum sempat baca tulisan saya di Opini Kompas, 22 Maret 2012, dengan 
> judul
> "Bantuan Langsung Tunai," bisa baca sepenuhnya di Lampiran terlampir.
> Kasi komentar, ya.
> 
> Mochtar Naim
> 280312
> -- 
>


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke