Ajo Duta nan ambo hormati,
Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi. Ini adalah metode dakwah yang sangat bagus
ketimbang menonjolkan aliran dan pemikiran yang merasa paling benar.
Aplikasi kandungan Alquran dan Hadis ini yang wajib kita laksanakan. Meskipun
saya sendiri tidak mampu berbuat banyak ditengah kesempatan untuk itu.
Contoh, yang dilakukan karyawati teman sekerja kami. Ia seorang penginjil. Dia
sudah merumahkan lebih 10 anak jalanan dan ditampung di rumah singgah
dibilangan Cimanggis Depok dalam asuhannya. Anak anak itu dididik di sekolah
minggu. Tak kurang ada anak yang berontak disaat diambil dari jalanan
diseputar Pancoran Jakarta, demikian ceritanya dalam suka dan duka. Namun
dengan bujuk manis bahkan ia memandikan anak anak itu hingga bersih dalam
empatinya yang luar biasa.
Dalam kejadian ini, Para rekan sekerja saya berbisik2. Hanya itu yang bisa kami
lakukan. Kemudian saya mencoba menelisik lebih dalam perihal kegiatannya itu.
Katanya, " semua orang bisa melakukannya. Ibu pun juga bisa melakukan. Kita
harus berbuat untuk bangsa ini., Demikian ungkapnya pada saya. Semua
pandangannya tentang muamalah persis sama yang diajarkan Rasulullah SAW.
Diantara perbincangan kami, dia mengungkapkan, jika kita berdoa tampunglah
tangan agar kita mendapat curahan rahmat dari Alah. Berjalan dan berbuatlah
demi Alah. Mengadu pada Tuhan alah. Kami orang kristiani juga berdoa untuk
keselamatan bangsa dan negara ini. Kami berbuat untuk mengentaskan kemiskinan
dan keterpurukan.
Membandingkan itu saya malu hati kepadanya.
Kalangan palang ini masuk melalui ranah budaya. Seperti yang saya saksikan
penampilan seorang perempuan memakai topi jilbab - ia humas gereja katedral
jakarta.
Sungguh banyak jalan yang ditempuh kaum palang ini dan itu melalui cara budaya.
Bukan kita tak pernah berbuat untuk kemaslahatan umat, namun begitu banyak
permasalahan umat yang tak mampu kita tangani.
Banyak dai yang terjerat dengan perhiasan dunia. Syukurla ada yang cepat
menyadari.
Jika secara institusi mereka pun terjerat pada politik kepentingan ;
• politik dan ekonomi,
• popularitas.
Kira kira demikianlah tanggapan saya. Saya salut atas aktivitas pak Lomo itu.
Semoga semakin banyak yang disadarkannya bahwa Allah itu satu. Tidak beranak
dan tidak diperanakkan.
Wassalam,
Evy Djamaludin
Kawasan Puspiptek
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: ajo duta <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 11 Apr 2012 18:23:31
To: [email protected]<[email protected]>;
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Oot: Dakwah Pak Lomo
Sumber artikel ada di FB.
Pak Lomo, Out of The Box ……
Namanya Pak Lomo, beliau tadinya adalah kepala Sapol PP Kota
Surakarta, pada masa walikota Hartomo. Perawakannya gempal meski tidak
terlalu tinggi, dengan kumis ala wekudoro tebal melintang. Tak heran
kalau orang kampung menjulukinya mirip Setyaki yang sering disebut
juga Bima Kunting (kerdil). Pasca pensiun, Pak Lomo mengabdikan
dirinya sebagai kepala desa di tempat kelahirannya, desa Catur, Simo,
Boyolali. Desa Pak Lomo termasuk desa yang menjadi target
kristenisasi, banyak warganya yang terkonversi jadi Kristen dan sebuah
gereja besar berdiri, meski tidak separah desa sebelahnya yang bisa
dikristenkan 90% pasca konflik politik G 30S PKI.
Kristenisasi bermula dari politik diaspora kelompok Kristen, dengan
menanamkan warga luar untuk menjadi penduduk desa Catur. Kepiawaian
orang tersebut dalam bergaul, konsistensi sikapnya yang bisa dijadikan
panutan, lembut, andhap asor telah menarik hati warga desa. Satu per
satu warga masuk Kristen. Padahal desa tersebut di masa pendudukan
Belanda merupakan basis perlawanan terhadap Belanda. Desa itu
didirikan oleh Ki Ageng Wonotoro, seorang ulama besar keturunan
Brawijaya V yang mati dibunuh Girindrawardhana, raja Hindhu dari
kerajaan Kediri, karena Brawijaya V dianggap merestui perkembangan
dakwah Islam. Kyai Mojo mendirikan pesantren besar di desa itu, meski
pesantren itu kini tinggal puing disebabkan tidak adanya penerus. Saat
awal Pak Lomo menjadi kepala desa Madrasah Ibtidaiyah Wonotoro juga
dalam kondisi sekarat.
Sebagai keturunan langsung Ki Agen Wonotoro, Pak Lomo tentu prihatin,
meski ia bukan seorang da’i dan cenderung preman (kata beliau),
bagaimanapun Islam adalah harta yang paling berharga. Dan tantangan
pertama datang di tahun pertama kepemimpinannya yakni “Undangan
perayaaan Natal bersama” dari gereja desanya. Perayaan Natal tersebut
sepertinya sengaja digelar besar-besaran untuk mendekati Kepala Desa
baru. Terbukti, banyak tokoh gereja dari Solo ikut hadir, juga umat
Kristen dari desa-desa lain di Kabupaten Boyolali. Meski gamang, Pak
Lomo menghadiri acara tersebut.
Namun, watak “preman”nya kembali muncul, ketika beliau didaulat untuk
memberikan sambutan oleh pihak gereja. Kurang lebih isi sambutannya
seperti ini :
“Terima kasih pada para sesepuh gereja dan umat Kristen yang telah
mengundang saya dalam peringatan Natal bersama kali ini. Saya tentu
harus mendatangi, karena posisi saya sebagai Kepala desa yang harus
mengayomi semua warga. Nah karena warga saya cukup banyak yang
Kristen, jadi sebagai bentuk pengayoman saya, saya menghadiri perayaan
Natal ini…… dst..
Namun perlu bapak/ibu ketahui, sebagai muslim saya punya rumus sendiri
untuk Yesus. Dalam kepercayaan saya Yesus itu adalah Nabi, yang kami
sebut Isa a.s. Jadi bukan Tuhan seperti keyakinan panjenengan semua.
Sebaga Nabi, Isa menyerukan orang untuk menyembah kepada Allah semata,
dan kelahirannya melalui Maryam adalah sebagai mu’jizat seperti halnya
beliau bisa bicara waktu masih bayi…. (Dan terus pak Lomo bercerita
banyak tentang Nabi Isa, dan Nabi-nabi lain termasuk Nabi Muhammad) …
dan pengajian panjang pak Lomo di hadapan warga gereja itu pun ditutup
beliau dengan sedikit apologi untuk mencairkan wajah para jamaah yang
sudah terlihat tegang… “Itu kalau menurut saya sebaga muslim, kalau
menurut panjenenga Yesus itu Tuhan ya sumonggo, wong kita berlainan
agama. Jadi Silakan memulai perayaan Natal”
Keberanian Pak Lomo menjadi ustadz di gereja itupun jadi buah
pembicaraan warga. Ada yang menyayangkan ada yang memuji. Namun
sepertinya Pak Lomo tidak menggubrisnya. Setidaknya warga musholla
menjadi tumbuh lagi kepercayaan dirinya. Namun umat Islam di desa
Catur kembali mempertanyakan keseriusan ke Islam pak Lomo, sebab saat
pemilihan ketua Baperdes (Badan Perwakilan Desa) dan beberapa pos yang
cukup strategis diserahkan Pak Lomo pada orang-orang Kristen. Tidak
hanya itu, kegiatan usaha pak Lomo sebagai pengusaha, sering mengajak
orang-orang Kristen untuk ikut serta dalam proyeknya. Selalu
runtang-runtung, ngobrol sampai larut malam dan entah apa yang
dibicarakan.
Jawaban atas sikap pak Lomo tersebut mulai terlihat setelah dua tahun.
Saat hari Iedul Fitri, pak Lomo menyiapkan beberapa bingkisan, terdiri
dari seperangkat baju kok, sarung, kopiah, mukena, Al Qur’an dan
terjemahan” dikemas dalam parcel cantik. Dalam tiap-tiap parcel
tersebut diberi kartu ucapan yang intinya menyatakan bahwa selama
bergaul, pak Lomo dapat menangkap bahwa bapak-bapak tersebut adalah
orang yang baik dan tulus. Jadi alangkah senangnya pak Lomo kalau
bapak tersebut mau masuk Islam. Sebab karakter mereka lebih dekat
dengan karakter seorang muslim. Parcel itu kemudian dibagikan kepada
teman-teman Kristennya.
Sepertinya usaha Pak Lomo tidak sia-sia, prinsip bergaul yang
menyatakan bahwa “wong jawa ki matine yen dipangku” ternyata memang
betul. Beberapa orang kemudian balik kembali kepada agama Islam.
Terhadap yang belum mau kembali ke Islam pak Lomo masih terus
melanjutkan kerjasamanya. Dan usahanya tidak sia-sia, dari waktu ke
waktu ada yang menyatakan kembali ke Islam, bahkan tokoh yang dulunya
merupakan aktor utama dalam penyebaran Kristen pun kini sudah menjadi
Imam Masjid. Saat ini tinggal 5 keluarga yang masih menganut agama
Kristen. MIN Wonotoro pun sudah penuh lagi muridnya. Tidak hanya itu,
pak Lomo mendidik para pemuda untuk berusaha, dan setelah itu dikasih
modal, dengan syarat menikahi gadis desa sebelah yang desanya telah
terkristenkan 90 %. Tentu saja ada syarat tambahan, gadis tersebut
masuk Islam dan ia harus tinggal di kampung tersebut. Saat itu,
kampung sebelah prosentasenya sudah berimbang 50 % muslim 50 %
Kristen, Jadi siapa bilang Natalan tidak boleh, maka menurut saya
Boleh asalah anda seberani Pak Lomo. Terima kasih.
(Disarikan dari perbicangan dengan Pak Lomo selama 2 jam, sebuah
pembicaraan yang menyenangkan, guyonan ala preman dan lepas. Terima
Kasih Pak Lomo, yang bukan ustadz, bukan da’i tapi semangat
keIslamannya bikin ngiri.)
--
Sent from my mobile device
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/