Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar Semoga Allah SWT membalas amal saleh pak Lomo itu dengan berlipat ganda. Dia telah menunaikan tugasnya sebagai pemimpin di desanya dengan benar. Semoga banyak pemimpin beragama Islam dan Muslimin/Muslimat yang berani dan tekun membela Islam dengan cara yang lugas dan efektif serta damai seperti pak Lomo itu. Amin ya Allah Rabbal'alamin. Terima kasih banyak atas kiriman artikelnya Ajo Duta. Salam, Fashridjal M. Noor Sidin Lk, 64, Bandung
________________________________ Dari: ajo duta <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; [email protected] Dikirim: Kamis, 12 April 2012 5:23 Judul: [R@ntau-Net] Oot: Dakwah Pak Lomo Sumber artikel ada di FB. Pak Lomo, Out of The Box …… Namanya Pak Lomo, beliau tadinya adalah kepala Sapol PP Kota Surakarta, pada masa walikota Hartomo. Perawakannya gempal meski tidak terlalu tinggi, dengan kumis ala wekudoro tebal melintang. Tak heran kalau orang kampung menjulukinya mirip Setyaki yang sering disebut juga Bima Kunting (kerdil). Pasca pensiun, Pak Lomo mengabdikan dirinya sebagai kepala desa di tempat kelahirannya, desa Catur, Simo, Boyolali. Desa Pak Lomo termasuk desa yang menjadi target kristenisasi, banyak warganya yang terkonversi jadi Kristen dan sebuah gereja besar berdiri, meski tidak separah desa sebelahnya yang bisa dikristenkan 90% pasca konflik politik G 30S PKI. Kristenisasi bermula dari politik diaspora kelompok Kristen, dengan menanamkan warga luar untuk menjadi penduduk desa Catur. Kepiawaian orang tersebut dalam bergaul, konsistensi sikapnya yang bisa dijadikan panutan, lembut, andhap asor telah menarik hati warga desa. Satu per satu warga masuk Kristen. Padahal desa tersebut di masa pendudukan Belanda merupakan basis perlawanan terhadap Belanda. Desa itu didirikan oleh Ki Ageng Wonotoro, seorang ulama besar keturunan Brawijaya V yang mati dibunuh Girindrawardhana, raja Hindhu dari kerajaan Kediri, karena Brawijaya V dianggap merestui perkembangan dakwah Islam. Kyai Mojo mendirikan pesantren besar di desa itu, meski pesantren itu kini tinggal puing disebabkan tidak adanya penerus. Saat awal Pak Lomo menjadi kepala desa Madrasah Ibtidaiyah Wonotoro juga dalam kondisi sekarat. Sebagai keturunan langsung Ki Agen Wonotoro, Pak Lomo tentu prihatin, meski ia bukan seorang da’i dan cenderung preman (kata beliau), bagaimanapun Islam adalah harta yang paling berharga. Dan tantangan pertama datang di tahun pertama kepemimpinannya yakni “Undangan perayaaan Natal bersama” dari gereja desanya. Perayaan Natal tersebut sepertinya sengaja digelar besar-besaran untuk mendekati Kepala Desa baru. Terbukti, banyak tokoh gereja dari Solo ikut hadir, juga umat Kristen dari desa-desa lain di Kabupaten Boyolali. Meski gamang, Pak Lomo menghadiri acara tersebut. Namun, watak “preman”nya kembali muncul, ketika beliau didaulat untuk memberikan sambutan oleh pihak gereja. Kurang lebih isi sambutannya seperti ini : “Terima kasih pada para sesepuh gereja dan umat Kristen yang telah mengundang saya dalam peringatan Natal bersama kali ini. Saya tentu harus mendatangi, karena posisi saya sebagai Kepala desa yang harus mengayomi semua warga. Nah karena warga saya cukup banyak yang Kristen, jadi sebagai bentuk pengayoman saya, saya menghadiri perayaan Natal ini…… dst.. Namun perlu bapak/ibu ketahui, sebagai muslim saya punya rumus sendiri untuk Yesus. Dalam kepercayaan saya Yesus itu adalah Nabi, yang kami sebut Isa a.s. Jadi bukan Tuhan seperti keyakinan panjenengan semua. Sebaga Nabi, Isa menyerukan orang untuk menyembah kepada Allah semata, dan kelahirannya melalui Maryam adalah sebagai mu’jizat seperti halnya beliau bisa bicara waktu masih bayi…. (Dan terus pak Lomo bercerita banyak tentang Nabi Isa, dan Nabi-nabi lain termasuk Nabi Muhammad) … dan pengajian panjang pak Lomo di hadapan warga gereja itu pun ditutup beliau dengan sedikit apologi untuk mencairkan wajah para jamaah yang sudah terlihat tegang… “Itu kalau menurut saya sebaga muslim, kalau menurut panjenenga Yesus itu Tuhan ya sumonggo, wong kita berlainan agama. Jadi Silakan memulai perayaan Natal” Keberanian Pak Lomo menjadi ustadz di gereja itupun jadi buah pembicaraan warga. Ada yang menyayangkan ada yang memuji. Namun sepertinya Pak Lomo tidak menggubrisnya. Setidaknya warga musholla menjadi tumbuh lagi kepercayaan dirinya. Namun umat Islam di desa Catur kembali mempertanyakan keseriusan ke Islam pak Lomo, sebab saat pemilihan ketua Baperdes (Badan Perwakilan Desa) dan beberapa pos yang cukup strategis diserahkan Pak Lomo pada orang-orang Kristen. Tidak hanya itu, kegiatan usaha pak Lomo sebagai pengusaha, sering mengajak orang-orang Kristen untuk ikut serta dalam proyeknya. Selalu runtang-runtung, ngobrol sampai larut malam dan entah apa yang dibicarakan. Jawaban atas sikap pak Lomo tersebut mulai terlihat setelah dua tahun. Saat hari Iedul Fitri, pak Lomo menyiapkan beberapa bingkisan, terdiri dari seperangkat baju kok, sarung, kopiah, mukena, Al Qur’an dan terjemahan” dikemas dalam parcel cantik. Dalam tiap-tiap parcel tersebut diberi kartu ucapan yang intinya menyatakan bahwa selama bergaul, pak Lomo dapat menangkap bahwa bapak-bapak tersebut adalah orang yang baik dan tulus. Jadi alangkah senangnya pak Lomo kalau bapak tersebut mau masuk Islam. Sebab karakter mereka lebih dekat dengan karakter seorang muslim. Parcel itu kemudian dibagikan kepada teman-teman Kristennya. Sepertinya usaha Pak Lomo tidak sia-sia, prinsip bergaul yang menyatakan bahwa “wong jawa ki matine yen dipangku” ternyata memang betul. Beberapa orang kemudian balik kembali kepada agama Islam. Terhadap yang belum mau kembali ke Islam pak Lomo masih terus melanjutkan kerjasamanya. Dan usahanya tidak sia-sia, dari waktu ke waktu ada yang menyatakan kembali ke Islam, bahkan tokoh yang dulunya merupakan aktor utama dalam penyebaran Kristen pun kini sudah menjadi Imam Masjid. Saat ini tinggal 5 keluarga yang masih menganut agama Kristen. MIN Wonotoro pun sudah penuh lagi muridnya. Tidak hanya itu, pak Lomo mendidik para pemuda untuk berusaha, dan setelah itu dikasih modal, dengan syarat menikahi gadis desa sebelah yang desanya telah terkristenkan 90 %. Tentu saja ada syarat tambahan, gadis tersebut masuk Islam dan ia harus tinggal di kampung tersebut. Saat itu, kampung sebelah prosentasenya sudah berimbang 50 % muslim 50 % Kristen, Jadi siapa bilang Natalan tidak boleh, maka menurut saya Boleh asalah anda seberani Pak Lomo. Terima kasih. (Disarikan dari perbicangan dengan Pak Lomo selama 2 jam, sebuah pembicaraan yang menyenangkan, guyonan ala preman dan lepas. Terima Kasih Pak Lomo, yang bukan ustadz, bukan da’i tapi semangat keIslamannya bikin ngiri.) -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
