Betul Mak-Ngah exodus urang Piaman ke rantau Pakanbaru akibat PRRI terjadi di 
awal tahun 1958an. 

Mohon maaf kesalahan pengutipan tahun karena tulisan ini cuplikan dari berbagai 
sumber hidup nan ambo rangkum.
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "sjamsir_sjarif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 25 Apr 2012 02:22:58 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] 1955 - SEJARAH PKDP DI RANTAU PEKANBARU-RIAU

Saya kira tahun 1955 yang disitir sangkut pautnya dengan PRRI itu keliru, 
karnea itu belum ada PRRI.
-- MakNggah

--- In [email protected], Darwin Chalidi <dchalidi@...> wrote:
>
> Kepada Yth: Niniak Mamak Sidang Sapangka PKDP seluruh Indonesia
> 
> 
> Dari : Anggota Piaman Laweh gadang di Pakanbaru
> 
> 
> 
> *SEJARAH PKDP** DI RANTAU PEKANBARU-RIAU*
> 
> 
> Tahun 1936 dimulailah usaha pencarian minyak di daerah Riau oleh sebuah
> perusahaan Belanda bernama NPPM, perusahaan ini juga dimiliki oleh
> perusahaan Caltex asal Amerika. Usaha pengeboran sumur minyak pertama
> dilapangan Minas sekitar 30 km utara Pekanbaru terhenti karena Perang Dunia
> II, pengeboran tersebut dilanjutkan oleh tentara Jepang pada tahun 1944,
> sehingga menemukan minyak bumi di sumur Minas 1 yang terkenal itu. Selesai
> perang dunia II, NPPM kembali kekonsesi mereka dan dimulailah pembangunan
> perminyakan secara besar2an oleh perusahaan baru bernama Caltex. Kegiatan
> pembangunan perminyakan ini menjadi titik sentral perhatian bagi pemuda2
> disekitar Riau terutama pemuda2 Sumatera Barat yang telah biasa berkunjung
> ke Pekanbaru karena adanya infrastruktur hubungan jalan darat dalam
> perjalanan mereka ke Singapura.
> 
> 
> Sejak 1946, akibat para pemuda pedagang yang melakukan perjalanan pulang
> pergi ke Singapura melalui Pekanbaru dengan menumpang kapal kayu, maka
> bermunculanlah komunitas pemuda2 dari perkampungan Minangkabau untuk
> mencari rizki di rantau Pekanbaru. Salah satu komunitas pemuda yaitu yang
> berasal dari daerah Pariaman yang banyak bermukim disekitar didaerah pasar
> pusat . Orang tua kami sendiri berpindah rantau dari Gunung Tua dekat
> Padang Sidempuan sebagai tukang emas ke rantau Pekanbaru ini di tahun 1949,
> beliau memulai usaha babelok ka Singapura sehingga mempunyai anak kemenakan
> yang juga menetap si Singapura sampai saat ini. Ditahun 1953an kegiatan
> Caltex berlanjut dan dibuka hubungan Ferry antara Pekanbaru dengan terminal
> Caltex di Sungai Rumbai secara regular. Dimulailah era baru perkenbangan
> pemuda2 Pariaman yang telah menetap di Pekanbaru, dan orang tua kami
> menjadi salah satu kontraktor untuk perawatan dan pengadaan kebutuhan
> Perumahan dan Transportasi Caltex.
> 
> 
> Karena meningkatnya kegiatan pembangunan Caltex maka komunitas yang berasal
> dari Piaman Laweh ini berkembang menjadi lebih banyak, dan lebih2 sewaktu
> "Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia" yang disingkat dengan
> sebutan PRRI yang menjadikan prahara didaerah Sumatera Barat. Akibat
> prahara ini membuat exodus sebagaian besar pemuda2 Minang, karena tidak ada
> persiapan atau ketiadaan skill dan kepandaian maka banyak warga Piaman
> Laweh menjadi masyalah bagi perantauan yang telah dahuluan menetap di
> Pekanbaru.
> 
> 
> Oleh sebab itu pada tahun 1955 sewaktu terjadinya exodus besar2an warga
> Piaman ke Pekanbaru ada empat orang perantau yang dianggap cukup kuat waktu
> itu di Pekanbaru dan menjadi tumpuan para pendatang, mereka juga sangat
> prihatin dengan keberadaan urang kampuang ini. Para tetua yang ada dikota
> kecil Pekanbaru adalah Datuak Denai pengusaha Transportasi, Bapak
> Tenok karyawan
> Medical Caltex merangkap pengusaha dan kusir Bendi, Bagindo Balai pengusaha
> Jahitan (Taylor), dan orang tua kami Bagindo Chalidi kontraktor Caltex. Di
> akhir tahun 1955 mereka menghimpun potensi2 orang Piaman di Pekanbaru dan
> membentuk organisasi bernama *Persatuan Keluarga Daerah Pariaman
> (PKDP)*untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi urang Piaman
> yang
> merantau di Pekanbaru.
> 
> Awal berdirinya PKDP sekitar tahun 1956 maka hampir setiap pemuda2 Pariaman
> yang datang ke Pekanbaru mendatangi para pendiri PKDP tersebut.
> 
> 
> Setelah didata maka mereka disalurkan kebidang2 yang sesuai antara lain
> sebagai;
> 
> 
>    1.        Pekerja dikontraktor Caltex,
>    2.        Supir atau kernet mobil di kontraktor2 perusahaan yang
>    menyediakan servis di Caltex,
>    3.        Pedagang pasar ikan atau pasar sayur bagi mereka nan bisa
>    manggaleh
>    4.        Penjahit bagi yang pandai menjahit  dengan membuka toko jahit
>    menjahit,
>    5.        Buruh angkek barang baik di terminal bus maupun kapal bagi yang
>    tidak punya keahlian.
>    6.        Yang gagal dipulangkan kekampung  jika tidak ada lagi usaha yang
>    bisa menghidupkan mereka di rantau Pekanbaru.
> 
> Pekanbaru di penghujung tahun 1950an itu dihuni sekitar 70%
> penduduknyaurang asal
> Pariaman dan terkonsentrasi disekitar daerah Jalan Pangeran Hidayat sekarang
> .
> 
> 
> Organisasi PKDP menaungi para perantau Piaman dengan tenang berkarya sampai
> terjadi huru hara dengan saudara2 kita dari utara Sumatra sekitar tahun
> 1959 yang ikut mengeroyok peluang yang ada di Pekanbaru akibat kegiatan
> Caltex yang barusan membuka jalur lintas Padang - Dumai. Benturan yang
> hebat terjadi dilapangan buruh angkek, sehingga terjadi "pertempuran" fisik
> antara dua kelompok tentu dengan pendukung2 yang juga kuat. Orang tua kami
> yang diangkat sebagai ketua PKDP pada waktu prahara tersebut dijaga
> rumahnyaoleh anak2 mudo
> Piaman.
> 
> 
> Prahara ini untuk kota sekecil Pekanbaru, serta lokasi kejadian pertempuran
> berdekatan dengan rumah tinggal Gubernur Riau sekarang, sehingga langsung
> menjadi perhatian Muspida Riau. Alhamdulillah Bapak Bagindo Chalidi
> mempunyai kemenakan seorang  letnan tentara yang menikah dengan Urang 
> Tapanuli,
> istri keponakan tersebut ada hubungan famili dan diakui sebagai kakak oleh
> Gubernur Kaharudin Nasution, oleh karena hubungan itu Gubernur Riau merasa
> kemenakan Bapak Chalidi, maka Gubernur bersama Muspida langsung memprakasai
> untuk mempertemukan pemuka2 PKDP dengan pemuka2 Batak, sehingga prahara ini
> dapat diselesaikan dengan baik sampai saat ini. Salah satu hasil pertemuan
> Muspida Riau dengan Petinggi PKDP Pekanbaru, para niniak mamak PKDP
> mendapat tugas tambahan dari kepolisian untuk menyelesaikan permasalahan
> anak kemenakan asal Piaman yang masuk ke Polisi dan dianggap Polisi masalah
> non kriminal, sehingga dengan kejadian prahara ini PKDP Pekanbaru menjadi
> tumpuan anak kemenakan di rantau Pekanbaru mencari solusi permasalah yang
> mereka hadapi.
> 
> 
> Bapak Dasril Chalidi sebagai anak tertua dari bapak Chalidi dan juga
> menjadi salah satu pengurus yang ditunjuk di Sie Ekonomi, telah memberikan
> info Kepada ketua DPP PKDP bapak Suhatmansyah mengenai keberadaan PKDP yang
> di bentuk di Pekanbaru tahun 1955. Data-data pengurus pada tahun 1955
> tersebut telah diserahkan oleh Bapak Dasril Chalidi berupa fotocopy
> kepadasekretaris DPP
> PKDP (bapak Fuad). Tetapi sayang sebuah organisasi yang telah berdiri sejak
> tahun 1955 tersebut telah dan masih diredusir pendiriannya menjadi tahun
> 1984.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke