Aww. Terima kasih atas copy email tersebut.
Wassalam,
HAASMA


________________________________
 Dari: Darwin Chalidi <[email protected]>
Kepada: Rantau Net <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 24 April 2012 17:55
Judul: [R@ntau-Net] 1955 - SEJARAH PKDP DI RANTAU PEKANBARU-RIAU
 

Kepada Yth: Niniak Mamak Sidang Sapangka
PKDP seluruh Indonesia

Dari : Anggota Piaman Laweh
gadang di Pakanbaru
 
SEJARAH PKDPDI RANTAU PEKANBARU-RIAU

Tahun 1936
dimulailah usaha pencarian minyak di daerah Riau oleh sebuah perusahaan Belanda
bernama NPPM, perusahaan ini juga dimiliki oleh perusahaan Caltex asal Amerika.
Usaha pengeboran sumur minyak pertama dilapangan Minas sekitar 30 km utara
Pekanbaru terhenti karena Perang Dunia II, pengeboran tersebut dilanjutkan oleh
tentara Jepang pada tahun 1944, sehingga menemukan minyak bumi di sumur Minas 1
yang terkenal itu. Selesai perang dunia II, NPPM kembali kekonsesi mereka dan
dimulailah pembangunan perminyakan secara besar2an oleh perusahaan baru bernama
Caltex. Kegiatan pembangunan perminyakan ini menjadi titik sentral perhatian 
bagi
pemuda2 disekitar Riau terutama pemuda2 Sumatera Barat yang telah biasa
berkunjung ke Pekanbaru karena adanya infrastruktur hubungan jalan darat dalam
perjalanan mereka ke Singapura. 

Sejak 1946,
akibat para pemuda pedagang yang melakukan perjalanan pulang pergi ke Singapura
melalui Pekanbaru dengan menumpang kapal kayu, maka bermunculanlah komunitas
pemuda2 dari perkampungan Minangkabau untuk mencari rizki di rantau Pekanbaru.
Salah satu komunitas pemuda yaitu yang berasal dari daerah Pariaman yang banyak
bermukim disekitar didaerah pasar pusat . Orang tua kami sendiri berpindah
rantau dari Gunung Tua dekat Padang Sidempuan sebagai tukang emas ke rantau
Pekanbaru ini di tahun 1949, beliau memulai usaha babelok ka Singapura sehingga
mempunyai anak kemenakan yang juga menetap si Singapura sampai saat ini.
Ditahun 1953an kegiatan Caltex berlanjut dan dibuka hubungan Ferry antara
Pekanbaru dengan terminal Caltex di Sungai Rumbai secara regular. Dimulailah
era baru perkenbangan pemuda2 Pariaman yang telah menetap di Pekanbaru, dan
orang tua kami menjadi salah satu kontraktor untuk perawatan dan pengadaan
kebutuhan Perumahan dan Transportasi Caltex.

Karena
meningkatnya kegiatan pembangunan Caltex maka komunitas yang berasal dari
Piaman Laweh ini berkembang menjadi lebih banyak, dan lebih2 sewaktu 
"Pemerintahan
Revolusioner Republik Indonesia" yang disingkat dengan sebutan PRRI yang 
menjadikan
prahara didaerah Sumatera Barat. Akibat prahara ini membuat exodus sebagaian
besar pemuda2 Minang, karena tidak ada persiapan atau ketiadaan skill dan
kepandaian maka banyak warga Piaman Laweh menjadi masyalah bagi perantauan yang
telah dahuluan menetap di Pekanbaru.

Oleh sebab itu pada
tahun 1955 sewaktu terjadinya exodus besar2an warga Piaman ke Pekanbaru ada
empat orang perantau yang dianggap cukup kuat waktu itu di Pekanbaru dan
menjadi tumpuan para pendatang, mereka juga sangat prihatin dengan keberadaan
urang kampuang ini. Para tetua yang ada dikota kecil Pekanbaru adalah Datuak
Denai pengusaha Transportasi, Bapak Tenok karyawan Medical Caltex merangkap
pengusaha dan kusir Bendi, Bagindo Balai pengusaha Jahitan (Taylor), dan orang
tua kami Bagindo Chalidi kontraktor Caltex.Di akhir tahun 1955 mereka 
menghimpun potensi2
orang Piaman di Pekanbaru dan membentuk organisasi bernama Persatuan Keluarga 
Daerah Pariaman (PKDP) untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi urang Piaman yang merantau di
Pekanbaru.
Awalberdirinya PKDP sekitar tahun 1956 maka
hampir setiap pemuda2Pariaman yang datang ke Pekanbaru mendatangi para pendiri 
PKDP tersebut. 

Setelah didata maka mereka disalurkan kebidang2 yang sesuai antara lain sebagai;
        1.        Pekerja dikontraktor Caltex,
        2.        Supir atau kernet mobil di kontraktor2
perusahaan yang menyediakan servis di Caltex,
        3.        Pedagang pasarikan atau pasar sayur bagi mereka nan bisa 
manggaleh
        4.        Penjahit bagi yang pandai menjahit  dengan membuka toko jahit 
menjahit,
        5.        Buruh angkek barang baik di terminal bus maupun kapalbagi 
yang tidak punyakeahlian.
        6.        Yang gagal dipulangkan kekampung  jikatidak adalagi usahayang 
bisa
menghidupkan merekadi
rantau Pekanbaru.
Pekanbaru di
penghujung tahun 1950an itu dihuni sekitar 70% penduduknya urang asal Pariaman 
dan terkonsentrasi disekitar daerah
Jalan Pangeran Hidayat sekarang.

Organisasi PKDP
menaungi para perantau Piaman dengan tenang berkarya sampai terjadi huru hara 
dengan
saudara2 kita dari utara Sumatra sekitar tahun 1959 yang ikut mengeroyok
peluang yang ada di Pekanbaru akibat kegiatan Caltex yang barusan membuka jalur
lintas Padang - Dumai. Benturan yang hebat terjadi dilapangan buruh angkek,
sehingga terjadi “pertempuran” fisik antara dua kelompok tentu dengan
pendukung2 yang juga kuat. Orang tua kami yang diangkat sebagai ketua PKDP pada 
waktu prahara tersebut dijaga rumahnya oleh anak2 mudo Piaman. 

Prahara ini untuk
kota sekecil Pekanbaru, serta lokasi kejadian pertempuran berdekatan dengan
rumah tinggal Gubernur Riau sekarang, sehingga langsung menjadi perhatian
Muspida Riau. Alhamdulillah Bapak Bagindo Chalidi mempunyai kemenakan seorang  
letnan tentara yang menikah dengan Urang Tapanuli, istri keponakan tersebut ada 
hubungan famili dan diakui sebagai
kakak oleh Gubernur Kaharudin Nasution, oleh karena
hubungan itu Gubernur Riau merasa kemenakan Bapak Chalidi, maka Gubernur
bersama Muspida langsung memprakasai untuk mempertemukan pemuka2 PKDP dengan
pemuka2 Batak, sehingga prahara ini dapat diselesaikan dengan baik sampai saat
ini. Salah satu hasil pertemuan Muspida Riau dengan Petinggi PKDP Pekanbaru,
para niniak mamak PKDP mendapat tugas tambahan dari kepolisian untuk
menyelesaikan permasalahan anak kemenakan asal Piaman yang masuk ke Polisi dan
dianggap Polisi masalah non kriminal, sehingga dengan kejadian prahara ini PKDP
Pekanbaru menjadi tumpuan anak kemenakan di rantau Pekanbaru mencari solusi
permasalah yang mereka hadapi.

Bapak Dasril
Chalidi sebagai anak tertua dari
bapak Chalidi dan juga menjadi salah satu pengurus yang ditunjuk di Sie 
Ekonomi, telah memberikan
info Kepada ketua DPP PKDP bapak Suhatmansyah mengenai keberadaan PKDP yang di 
bentuk di Pekanbaru tahun 1955. Data-data pengurus pada tahun 1955
tersebut telah diserahkan oleh Bapak Dasril Chalidi berupa fotocopy kepada 
sekretaris DPP PKDP (bapak Fuad). Tetapi sayang
sebuah organisasi yang telah berdiri sejak tahun 1955 tersebut telah dan masih 
diredusir
pendiriannya menjadi tahun 1984.
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke