Dunsanak sapalanta
Angek angek cirik ayam adalah sesuatu yang harus DIHINDARI oleh kita semua
MPKAS dan MAPPAS adalah suatu kasus merupakan upaya yang dipeloporai oleh
uarang Rantau dan terus terang oleh generasi tua dengan beberapa anak muda yang
energik
Bolanya kini ada pada generasi muda dan para pejabat dan tokoh tokoh di Ranah
Benang idan jaringan ini tidak boleh putus. Sekali putus akan mejadi gunjingan
dan generasi berikutnya akan jera
Secara khusus ambo harapkan Wk Katua yang sebentar lagi selesai tugasnya di
laut Austalia bersama Sekjen ( pribadi Nofrin dan Hadi ) dengan jajaran
pengurus lainnya akan mampu menyekesaikan satu epide sampai kita mendapatkan
Team yang mantap di Ranah dan Rantau
Chaidir N Latief
Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Alaikumsalam ww
Thanks Yos. Semoga ini bukan Euforia. Krn Gerbong ini ternyata sdh 2 bulan
selesai tp tidak dikomunikasikan ke masyarakat banyak. Mungkin KAI dan pemda
Sumbar punya alasan sendiri, maybe...:D Berkebetulan saja krn Metro TV ingin
meliput aktifitas MPKAS ke Sumbar, Kadivnya minta Gerbong ini dikeluarkan.
Sehingga kita "ledakkin" saja skln... Mestinya ada pengaruhnya, insya allah...
Apakah bisa berkelanjutan atau tidak, kita lihat nanti. Waktu yg akan
membuktikan. Rasanya tidak bisa dibebankan semua kepada MPKAS dan MAPPAS. Kita
MPKAS dan MAPPAS hanyalah badan non profit dan sosial yg bekerja jika ada waktu
tersisa dan berlebih 'pitih' saketek utk ongkos dari mencari sesuap nasi di
rantau ini utk menghidupi keluarga...
Kalau boleh saran Yos, baiknya yang kita pantau dan nilai-nilai itu adalh
kinerja Pemda atau DPRD krn mereka dibayar dari uang rakyat...! Uang kita juga,
dari wesel2 yg kito kirim ka kampuang...:D Bgmn supaya mereka konsisten
mendukung program ini. Kito kan cuman bukain pintu sajo. Lobby-lobby suok kida
itu, juga bagian dari bukain pintu itu tadi krn lemahnya koordinasi antar
departemen... Ice breaking ajalah... Baa supayo orang-orang yang
bertanggungjawab langsuang dan digaji rakyat itu indak "angek-angek cik
ayam"...
Kalau kita di MPKAS dan MAPPAS, sudah pastilah tidak akan bisa konsisten
sepenuhnya utk itu. Kita gak digaji oleh siapapun. Rasanya gak ada jaminan
untuk itu...!! Kebetulan sajo Uda hobby fotografi, jadi ya kenapa gak disalurin
utk ikut mendorong kampung hlmn? Dari pada disalurkan utk offroad, moge, atau
hobby2 yg tidak lgs terkait manfaatnya buat banyak orang... Semakin lama
pendekatan fotografi ini malah semakin menarik, sehingga mungkin kedepan Uda
akan melebar keluar Sumbar...
Tapi kalau kawan2 yg gak punya hobby dan interest tertentu, gak bisa kita
salahkan mereka utk tidak aktif dan konsisten... Bagi yg sudah mau turun,
kasihanlah kawan2 itu yg sudah mau keluar effort, masih kita motivasi lagi dg
istilah angek-angek Cik Ayam... Kalau mental mereka belum masuk kategori
"tageh", hilang nanti potensi2 tsb semua...! Bbrp kan sudah menyatakan "pasif"
saja lagi... Indak sato lai do keceknyo. Pd hal mereka orang2 bagus semua.
Secara moril, kita semua disini, ikut bertanggungjawab dalam hal itu. Tapi
kalau sekedar guyon-guyonan aja, ok ok saja lah...:) Kasih judulnya: cuman
guyon lho... Jadi mari kita cari istilah2 yg jauh lebih baik dan membangun
spirit kebersamaan bisa dan mau maju bersama... Kawan2 yg psikolog, pasti tau
cara2nya itu...
So, let's be positive dan sama-sama bergandeng tangan maju bersama. Dibaris
yang sama...! Duduak samo randah, tagak samo tinggi. Supayo bergulir terus,
kalau nan ciek sadang kandua, nan lain ambil alih dulu. Bak roda padati lah...
Jan nan itu-itu sajo nan dipompa taruih. Talampau banyak pompanyo, malatuih
pulo benen kito itu beko...:))
Kalau utk menilai, biarlah masyarakat yang jadi jurinya nanti melihat apakah
ada hasil atau tidak... Apakah ada manfaat buat mereka atau tidak. Kalau
ternyata indak bamanfaat pun, ya harus diakui sajo, baru segitu kemampuan
kita... Baru itu yg kito miliki. Baa kalau baitu Yos? Setuju gak dg usul
ini...? Indak setuju pun, sah sah sajo... Hak kita masing-masing lah... Kalau
sekedar usul-usul sajo kan lai alun kanai pajak pulo kan...? Jadi masih terbuka
lah utk usul sebanyak-banyaknyo. Baa supayo Pemda dan DPRD indak Angek-Angek
Cik Ayam mandukuang program iko...:) Ini yg selalu diingekan juo dek urang tuo
kito Pak Chaidir Latief...
Ealaahhh... sagitu sen lah dulu. Banyak karajo sawah nan manunggu ko mah...
Talabiah takurang, mohon maaf. Sekali lagi tarimo kasih utk dunsanak
kasadonyo...
Wassalam,
Nofrins/47
NB:
Ambo indak cc ka milis MPKAS, krn disitu banyak dunsanak awak nan bukan dari
Minang. Mrk dari IRPS dan bbrp organisasi pecinta KA lainnya. Kok ka mancabiek
baju, kan labiah rancak didalam kamar awak surang. Di WS.com, sejak berdiri
lebih dr 2 tahun lalu, jiko ado komen2 negatif yg agak tajam ttg Pariwisata
Sumbar, juga lgs kita drop/delete. Krn situs tsb bukan tempat menghujat atau
mengkritisi, tapi utk ikut serta membantu promosi pariwisata Sumbar melalui
pendekatan fotografi. Agar orang tertarik datang berkunjung ke Sumbar. Walaupun
situs tsb masih jauh dr sempurna. Thanks.
----- Original Message ----
From: Mantari Sutan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; MPKAS <[EMAIL PROTECTED]>; MAPPAS <[EMAIL
PROTECTED]>
Cc: [email protected]; Gebu Minang <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, January 22, 2008 11:17:58 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Gerbong KEPRESIDENAN Agar Tak Angek-Angek Cik
Ayam
Assalamualaikum,
Pertama saya ucapkan salut atas kerja keras Da Nof, sungguh pekerjaan besar dan
beresiko juga membangunkan orang yang sedang tidur pulas.
Agar gegap gempita bisa terjaga, apalagi sampai menjadi sebuah euforia sesaat.
Rasanya kita perlu menjaga ini semua bisa berkelanjutan. Agar gerbong
kepresidenan dan Kereta Api ini kelak tak hanya angek-angek cik ayam belaka.
Singkat kata, agar semua upaya baik dari pemda, PT KAI, MPKAS tidak sia-sia,
demand terhadap KA wisata ini harus tetap dijaga. Syukur-syukur kita bisa
menambah rute perjalanan secara bertahap dari tahun ke tahun. Bukan mustahil
bisa sampai ke Payakumbuh di utaranya dan ke Logas di sisi timur. Pemberitaan
media saat ini pasti akan berpengaruh langsung terhadap adanya peningkatan
demand. Tapi siapa bisa menjamin setelah itu bisa berkelanjutan?
Disamping upaya berupa gebrakan dan lobi sana-sini, perlu diiringi oleh sebuah
kajian dan strategi mendalam mengenai pengembangan pariwisata khususnya kereta
api wisata ini. Baik secara akademik pengembangan kawasan atau pendekatan
bisnis. Misalnya di tahap awal, memulai dari pemanfaatan kunjungan ke
sumatera barat yang sudah ada. Seperti pemberian insentif bagi
perusahaan-perusahaan di sumatera barat yang memanfaatkan KA Wisata & gerbong
ini untuk kegiatan meeting atau outing. Atau insentif lain bagi para operator
pariwisata yang bisa berkomitmen menyewa KA Wisata dalam jumlah tertentu dalam
jangka waktu setahun.
Saya yakin dengan segenap potensi dan kemampuan networking yang ada di MAPPAS
dan MPKAS, rasanya kegiatan pariwisata ini tak lagi angek-angek cik ayam
seperti persepsi kebanyakan orang-orang tentang kegiatan keminangan selama ini.
Wassalam
Mantari Sutan
Komisi Propaganda Kumpulan Minang Watch
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---