wa'alaikum salam,

mohon maaf ikut sato pulo,
ado teknik dalam hal kritik mengritik ini disampaikan trainer:

pertama, kita ikhlas menerima kritik dari orang (siapa pun orang itu), dan 
sebaiknya orang yang mengkritik pun harus ikhlas menerima feed back (umpan 
balik) dari orang yang dikritiknya.

dengan sama-sama ikhlas, insya Allah tercipta win-win solution, tapi jika kita 
(salah satu) tidak ikhlas, yang rugi dirinya sendiri.

satu lagi: dengan menerima kritik orang lain, kita mempunyai tambahan sudut 
pandang untuk membangun visi ke depan.  

mungkin berguna tips dari trainer itu, ambo belum mancubo pulo, mohon maaf.

wassalam
erwin z

On Thursday 24 January 2008 13:46, muhammad syahreza wrote:
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
>
> Banyak organisasi sosial baminang-minang lahia tiok tahun, dan
> diantaro nan alah lahia banyak pulo yang mati atau pingsan..tapi ado
> pulo nan makin gadang.
> Yang namonyo organisasi sosial, salamo pendanaan organisasi tu murni
> dari anggota bukan ditarik dari masyarakat atau sumbangan
> Pemda/Pemkot. Mako yang berhak mengkritik apopun kegiatan organisasi
> salamo untuk kebaikan  hanyolah internal anggota organisasi tadi.
> Bukan orang dari luar organisasi. Orang luar organisasi porsinya
> sebatas memberi masukan yang baik juga tentunya.
> Sebagai orang yang berpendidikan tentu bisa membedakan antara
> mengkritik dengan memberi masukan/saran. Kenapa orang luar merasa
> berhak mengkritik?? Sementara organisasi tersebut berjalan dengan dana
> pribadi yang disisihkan dari sisa belanja keluarganya anggota dengan
> waktu yang disisihkan dari hak leluarga anggota, bukan dari sumbangan
> dana dari luar organisasi. Harusnya sebagai orang dari luar
> organisasi, kita memberi apresiasi untuk semangat, pengorbanan dan
> usaha yang dilakukan anggota organisasi tersebut. Bukan
> menghujat...sebagai manusia tentu kita punya kelemahan..karena yang
> sempurna dan yang baik itu haknya Allah. Setiap manusia juga punya
> emosi...walau pun berbagai organisasi  sosial tersebut anggota dan
> pengurus tidak minta dipuji, tapi jangan mereka dihujat, sementara
> mereka telah bekorban materi, perasaan, waktu dan lain sebagainya.
> Apakah kita jadi manusia memang bisanya menghujat dan berdebat??
> Daripada menghujat di e-mail atau miling list..masuk saja ke
> partai...disanalah tempatnya berdebat. Yang paling jago debat insya
> Allah bisa jadi kandidat legislatif.
> Itu pun kalau didukung banyak uang. Yang harus kita ingat...kalau kita
> tidak pernah berkorban untuk sesuatu organisasi, jangan pernah kita
> mengkritik urusan organisasi tersebut, kecuali diminta secara resmi
> oleh organisasi tersebut, atau organisasi tersebut didanai oleh
> duitnya rakyat.
> Harusnya semakin bertambah usia semakin sadar dan tahu dengan raso jo
> pareso. Kalau ingin berbuat untuk kemajuan ranah lakukan lah dengan cara
> yang kita bisa tanpa menyinggung orang lain. Itu baru artinya memberi nilai
> tambah.
>
> salam
> Reza
> 0811193646
>


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke