Da Saaf,

Kemungkinan untuk tahun 2019. Syaratnyo asa inyo lain elok2 se.


On 5/3/12, Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote:
> Dinda Ajoduta, Elthaf, Dino memang salah satu kesayangan SBY, tapi belum ada
> tanda bahwa nakan kito iko disiapkan SBY jadi calon RI 1.
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
>
> -----Original Message-----
> From: Elthaf Hidjaz <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Thu, 3 May 2012 22:29:06
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Gita Wirjawan penganut "Idiologi Pasar"?
>
> Mak Duta, Yoo, pak Dino Patti Djalal, dubes ko sangaik potensial
> pemimpin negeri ko, ambo terakhir basuo jo liau feb 12 d acara
> american batik d jkt, dan  nov 11 acr peluncuran buku liau, d jkt.
>
> Pagi patang ambo teleponan jo baliau.
>
> Salam
> Elthaf
>
> On 5/3/12, ajo duta <[email protected]> wrote:
>> Sanak,
>> Ciek lai "the rising star" kader kesayangan SBY nan kini jadi dubes di
>> AS. Putra Minang anak Hasyim Djalal ko nampaknyo cukup potensial untuk
>> menjadi pemimpin dimaso depan. Liau bakawan arek jo Gita Wiryawan.
>>
>> On 5/3/12, Darwin Bahar <[email protected]> wrote:
>>> Apakah Gita Wirjawan penganut "Idiologi Pasar" atawa yang lebih popular
>>> dengan istilah "neoliberalisme"?
>>>
>>> Sangat mungkin kalau menyimak tulisannya,  Nasionalisme Ekonomi,  di
>>> Harian
>>> Kompas edisi 7 Oktober 2010 [1], yang kemudian ditanggapi oleh Sayidiman
>>> Suryohadiprojo: Nasionalisme Ekonomi yang Memajukan Bangsa (Kompas,
>>> 12/10/10) [2],  Kwik Kian Gie: Nasionalisme Ekonomi Vs Rendemen Modal
>>> (Kompas , 11/10/2010) dan Sri-Edi Swasono: Indonesia Tidak untuk Dijual!
>>> (Kompas 4/11/2010) [3]
>>>
>>> Karena itu tidak aneh-aneh amat kalau memang SBY (yang selalu  ingin
>>> tampak
>>> manis di depan lembaga dan kekuatan-kekuatan "asing") menginginkan Gita
>>> Wirjawan sebagai suksesor rezimnya.
>>>
>>> Berikut tulisan Kwik Kian Gie: Nasionalisme Ekonomi Vs Rendemen Modal,
>>> yang
>>> menyoroti dengan tajam, tulisan Gita Wirjawan.
>>>
>>> Wallahualam bissawab
>>>
>>> Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 69-), asal Padangpanjang, tinggal di
>>> Depok
>>>
>>>
>>> ========
>>>
>>> Kwik Kian Gie: Nasionalisme Ekonomi Vs Rendemen Modal
>>>
>>> Senin, 11 Oktober 2010 | 03:46 WIB
>>>
>>> http://cetak.kompas.com/read/2010/10/11/03460669/nasionalisme.ekonomi.vs.ren
>>> demen.modal
>>>
>>> Oleh Kwik Kian Gie
>>>
>>> Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan menulis di halaman
>>> 7
>>> Kompas, 7 Oktober 2010, dengan judul "Nasionalisme Ekonomi". Dari artikel
>>> itu, ada kesan kepemilikan modal dianggap tidak penting. Yang lebih
>>> penting
>>> adalah manfaat ekonomi yang bisa dipetik. Persoalannya, siapa yang
>>> memetik
>>> manfaatnya?
>>>
>>> Saya membatasi diri untuk mengajukan beberapa pertanyaan. Apa ada pemilik
>>> modal yang membagi bagian terbesar dari rendemen modalnya untuk orang
>>> lain
>>> ?
>>> Kalau betul, alangkah bodoh pemilik modal yang bersangkutan!
>>>
>>> Argumen yang disampaikan selama ini, kehadiran dan beroperasinya modal,
>>> di
>>> mana pun, pasti akan mempunyai dampak yang bersifat multiplier dan
>>> menjalar
>>> ke mana-mana, trickle left, trickle right, trickle up, dan trickle down.
>>> Dapatkah Kepala BKPM menunjukkannya dengan angka- angka seperti yang
>>> selalu
>>> dilakukan oleh para ekonometris di negara-negara maju, Eropa dan Amerika
>>> Serikat?
>>>
>>> Kalau modal asing sebesar 200 miliar dollar AS masuk ke Indonesia untuk
>>> mengeksploitasi batu bara, batu bara yang disedot adalah komponen dari
>>> produk domestik bruto (PDB). Tetapi, PDB itu milik siapa? Bagaimana
>>> pembagian PDB-nya, dalam bentuk: berapa rendemen modal buat pemilik
>>> modal?
>>> Berapa royalti dan pajak buat pemerintah? Berapa lapangan kerja yang
>>> diciptakan? Berapa upah setiap buruh dan staf Indonesia?
>>>
>>> Kalau pembagian manfaat buat setiap orang yang terlibat dalam bekerjanya
>>> modal dipersandingkan, apakah betul peran modal asing akan
>>> menyejahterakan
>>> seluruh rakyat Indonesia secara adil? Bagaimana hitung-hitungannya?
>>>
>>> Penciptaan nilai
>>>
>>> Dalam artikel Kepala BKPM antara lain ada bagian yang menyatakan "...
>>> menghambat penciptaan nilai di Indonesia...". Persoalannya, "penciptaan
>>> nilai di Indonesia" apakah sama dengan "penciptaan nilai buat bangsa
>>> Indonesia"? Prof Sri-Edi Swasono sering mengatakan bahwa yang terjadi di
>>> Indonesia adalah pembangunan di Indonesia dengan manfaat terbesar buat
>>> pemilik modal asingnya, bukan buat rakyat Indonesia yang memiliki sumber
>>> daya alam.
>>>
>>> Pemerintah menerima pajak dan royalti yang sangat kecil dibandingkan
>>> dengan
>>> laba bersih buat investornya. Bagian terbesar dari rakyat Indonesia
>>> terlibat
>>> sebagai kuli-kuli dengan upah yang sangat minimal, mungkin upah minimum
>>> regional (UMR).
>>>
>>> Siapa yang benar? Lihat saja, misalnya, apa yang terjadi dengan Freeport.
>>> BUMN bisa baik dan bisa rusak-rusakan. Sama seperti swasta yang tidak
>>> dapat
>>> disangkal ikut merusak ekonomi Indonesia dengan skala angka- angka yang
>>> luar
>>> biasa besarnya. Apakah menurut Kepala BKPM, swasta di AS pada krisis
>>> tahun
>>> 2008 tidak merusak ekonomi AS dan dunia sampai Presiden Obama menjadi
>>> sangat
>>> "kiri" seperti sekarang ini?
>>>
>>> Sumber daya alam yang terdapat di dalam perut bumi Indonesia, di dalam
>>> perairan Indonesia, di atas perut bumi berbentuk hutan-hutan, adalah
>>> kekayaan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa karena tidak ada yang
>>> membuat seperti halnya dengan pabrik roti, pabrik obat, pabrik mobil,
>>> pabrik
>>> komputer, pabrik perangkat lunak (software). Kesemuanya ini kekayaan yang
>>> buatan manusia (man made) dengan kombinasi modal.
>>>
>>> Akan tetapi, semua kekayaan alam tadi diberikan oleh Tuhan kepada rakyat
>>> yang menghuni bumi yang bersangkutan. Jadi, yang terdapat di Indonesia
>>> adalah untuk bangsa Indonesia. Karena Tuhan Maha Adil, membagi manfaat
>>> dari
>>> kekayaan alam harus secara seadil-adilnya.
>>>
>>> Siapa yang harus mengeksploitasi sumber daya alam untuk kepentingan
>>> rakyat
>>> Indonesia ini? Bukankah itu tanggung jawab mereka yang sudah diberi
>>> wewenang
>>> dan gaji oleh rakyat Indonesia sebagai pemilik semua kekayaan alam itu?
>>> Apa
>>> bentuk organisasi yang harus mengeksploitasi aset milik rakyat Indonesia
>>> pemberian Tuhan itu kalau bukan BUMN? Hanya karena per definisi BUMN
>>> dianggap sudah rusak dan pegawainya korup, tidak bisa dipakai sebagai
>>> alasan
>>> untuk lantas menyerahkan semua dengan gampangnya kepada asing.
>>>
>>> Ada anggapan seolah perusahaan seperti Goldman Sachs dan JP Morgan mesti
>>> bersihnya, mesti efisiennya. Benarkah? Kalau benar begitu, kenapa bisa
>>> terjadi krisis Wall Street pada tahun 2008? Bukankah sang raksasa AIG dan
>>> Lehman Brothers lenyap dalam sekejap?
>>>
>>> Kepala BKPM mengungkapkan, "Sepintas, upaya ini seperti mengabaikan
>>> kepentingan nasional karena mendahulukan kepentingan penanam modal,
>>> terutama
>>> penanaman modal asing. Akan tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa
>>> jika dirancang dengan baik, upaya ini akan membawa arus dana yang
>>> dibutuhkan
>>> serta manfaat jangka panjang bagi rakyat".
>>>
>>> Selanjutnya ditambahkan, "Penyikapan yang dilakukan adalah bagaimana
>>> penerapan nasionalisme ekonomi bisa berfokus pada manfaat ekonomi secara
>>> menyeluruh". Dapatkah saya mendapatkan penelitian dimaksud serta rincian
>>> yang lebih konkret dan lebih eksak mengenai bagaimana penerapan
>>> nasionalisme
>>> ekonomi yang bisa berfokus pada manfaat ekonomi secara menyeluruh
>>> tersebut?
>>>
>>> Kalau disingkat, inti artikel tersebut adalah modal asing harus kita
>>> arahkan
>>> sedemikian rupa sehingga manfaatnya kesejahteraan rakyat Indonesia yang
>>> sangat besar, adil dan merata. Persoalannya, bagaimana caranya?
>>>
>>> Rendemen pemilik modal
>>>
>>> Ketika Bung Karno menjadi presiden, kalau ada menteri yang mengemukakan
>>> what
>>> to achieve, dan setelah ditanya Bung Karno tidak bisa menjawab how to
>>> achieve secara rinci, beliau mengangkat kakinya yang telanjang ke atas
>>> meja,
>>> menunjuk jari kaki jempolnya sambil mengatakan kepada sang menteri yang
>>> bersangkutan, "Kalau hanya begitu pikiranmu, dan weet mijn grote teen ook
>>> (jempol kakiku juga tahu)."
>>>
>>> Last but not least, bukankah modal dari mana pun, juga modal asing, harus
>>> memberikan rendemen buat pemiliknya? Kalau modal asing ditanam ke dalam
>>> barang publik, bukankah rakyat harus membayar barang publik itu kepada
>>> pemilik modal? Di negara-negara yang maju, jalan raya bebas hambatan, air
>>> bersih (bisa diminum) dan transportasi massa gratis atau kalau perlu
>>> merugi,
>>> dibiayai secara gotong royong melalui pajak progresif, dan uang pajak ini
>>> tidak perlu dikembalikan oleh penggunanya.
>>>
>>> Maka, kalau kita bepergian ke Eropa dan AS, highway, freeway, autobahn,
>>> snelweg, semuanya gratis. Tidak seperti Indonesia, pemakainya harus
>>> membayar
>>> dengan tarif tol cukup tinggi sehingga bisa memberikan rendemen kepada
>>> pemilik modal yang memuaskan, yang harus lebih tinggi dari tingkat bunga
>>> bank yang dibayar olehnya.
>>>
>>> Kwik Kian Gie Ekonom
>>>
>>> -------------------------------
>>>
>>> [1]
>>> http://cetak.kompas.com/read/2010/10/07/04310355/nasionalisme.ekonomi
>>>
>>> [2]
>>> http://cetak.kompas.com/read/2010/10/12/03023423/nasionalisme.ekonomi.yang.m
>>> emajukan.bangsa
>>>
>>> [3]
>>> http://cetak.kompas.com/read/2010/11/04/02581532/indonesia.tidak.untuk.dijua
>>> l
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>
>>> --
>>> .
>>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat
>>> lain
>>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>>> ===========================================================
>>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>>> - DILARANG:
>>>   1. E-mail besar dari 200KB;
>>>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>>   3. One Liner.
>>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>>> mengganti subjeknya.
>>> ===========================================================
>>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>>
>>
>> --
>> Sent from my mobile device
>>
>> Wassalaamu'alaikum
>> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
>> suku Mandahiliang,
>> lahir 17 Agustus 1947.
>> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
>> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
>> ------------------------------------------------------------
>>
>> --
>> .
>> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
>> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>> ===========================================================
>> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>> - DILARANG:
>>   1. E-mail besar dari 200KB;
>>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>>   3. One Liner.
>> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
>> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
>> mengganti subjeknya.
>> ===========================================================
>> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
>> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>>
>
> --
> Sent from my mobile device
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke