FYI...

"A Portrait is a Landscape of Emotion" -  Powered by 
http://faceofindonesia.com/nofrins

-----Original Message-----
From: "Sutanto" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 14 May 2012 10:23:39 
To: Tamasya<[email protected]>; Nature 
Trekker<[email protected]>; Indonesia 
Geographic<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Natrekk.Com] OOT : Kereta Api

Kereta Api 
Koran Jakarta, 13 Mei 2012
 
Naik kereta api...tut...tut...tut Siapa hendak turut Ke Bandung...Surabaya

Masih ingatkah kalian dengan penggalan lirik lagu di atas? Lirik lagu di atas 
merupakan salah satu lirik yang populer kalian dengarkan dan nyanyikan, baik di 
sekolah atau pun di lingkungan rumah tempat kalian bermain dan bertumbuh. 

Tapi, yang menjadi pertanyaan selanjutnya, tahukah kalian sejarah dan 
jenis-jenis kereta api? Kendaraan berbuntut panjang menyerupai ular itu 
merupakan salah satu moda transportasi utama di dunia, termasuk di Indonesia. 
Kereta api merupakan kendaraan yang memiliki jalur sendiri, jalur tersebut 
selanjutnya dikenal dengan sebutan "rel". 

Rel merupakan jalur kereta api yang terbuat dari besi, memiliki panjang yang 
cukup untuk menghubungkan dari satu tempat ke tempat yang lain (dari satu kota 
ke kota yang lain). Dengan buntut atau ekor yang panjang, kereta api yang 
mengangkut barang dan penumpang dalam jumlah besar tersebut dapat berjalan 
dengan baik di atas rel. 

Kereta api terdiri dari lokomotif dan gerbong (rangkaian kereta). Biasanya 
gerbong tersebut berjumlah lebih dari tiga dengan ukuran yang relatif luas. 
Dengan demikian, gerbong mampu mengangkut penumpang juga barang dalam jumlah 
yang tidak sedikit, sehingga, jangan heran, beberapa negara di dunia menjadikan 
kereta api sebagai moda transportasi publik untuk mengurangi kemacetan, 
khususnya di kota-kota besar. 

Selain menggunakan lokomotif dan gerbong, dalam perjalanannya kereta api 
menggunakan sistem persinyalan. Sinyal dijadikan sebagai salah satu perangkat 
vital yang sangat membantu mengontrol perjalanan kereta api, mengetahui 
kecepatan, dan posisi kereta api. Tidak hanya itu, sinyal juga kerap digunakan 
untuk membuka kunci jalur rel kereta api. frans ekodhanto 

Sejarah
Berawal dari desain kereta kuda untuk menarik rangkaian di jalur khusus dari 
besi (rel).

Sebelum dikenal sebagai kereta api, dulunya orang-orang menyebutnya kereta 
kuda. Jenis transportasi yang ditarik oleh kuda (belum menggunakan mesin), dan 
hanya memiliki satu kereta atau rangkaian. Lalu desain kereta kuda dikembangkan 
agar bisa menarik lebih dari satu rangkaian di jalur khusus yang terbuat dari 
besi (rel) dan dinamakan "sepur". 

Tidak lama kemudian, James Watt berhasil menciptakan mesin uap. Temuan tersebut 
memberikan ide Nicolas Cugnot menciptakan kendaraan beroda tiga dengan bahan 
bakar uap. Selanjutnya, kendaraan tersebut dikenal dengan sebutan kuda besi.

Selanjutnya, Richard Trevithick menciptakan mesin lokomotif uap yang 
dirangkaikan dengan kereta. Lalu lokomotif dan kereta tersebut disempurnakan 
George Stephenson, insinyur asal Inggris, yang berhasil membuat mesin uap yang 
disebut "Blucher". Stephenson juga menjadi seseorang yang berjasa dalam 
pembangunan jalan kereta api umum pertama, Stokton-Darlington, pada 1825. 
Kemudian pada 1826, dia juga terlibat dalam pembangunan jalan kereta api 
Liverpool-Manchester yang dibuka pada 1830.

Setelah itu, teknologi transportasi terus berkembang pesat. Michael Faraday 
mengembangkan motor listrik untuk membuat trem listrik yang menjadi cikal bakal 
kereta api listrik. Seolah tak mau kalah dari Michael, selanjutnya Rudolf 
Diesel berhasil menawarkan kereta api dengan penggerak mesin diesel.

Seiring berjalannya waktu, ditemukan kereta api magnet yang memiliki kecepatan 
lebih kencang dari kereta api biasa. 

Jenis-jenis Kereta :
Buah dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perkereta-apian sekarang 
ini, kita bisa melihat berbagai jenis kereta api. Berikut ini contoh beberapa 
jenis kereta api yang ada di dunia. 

Kereta Api Uap
Kereta api ini biasanya memiliki ketel uap yang dipanaskan dengan kayu bakar, 
batu bara, atau minyak bakar sebagai tenaga menggerakkan roda. Jenis kereta ini 
biasa digunakan masyarakat zaman dahulu, khususnya untuk bidang industri 
(pengangkut barang) dan penumpang. 

Kereta Api Diesel
Kereta api jenis ini menggunakan mesin diesel sebagai tenaga menggerakkan roda. 
Ada dua jenis utama kereta api diesel ini, yaitu kereta api diesel hidraulik 
dan kereta api diesel elektrik. Jenis kereta api semacam ini merupakan kereta 
api yang dapat berjalan dengan bahan bakar mesin dari solar.

Kereta Rel Listrik 
Kereta rel yang bergerak dengan sistem pendorong (propulsi) motor listrik. 
Jenis kereta api semacam ini paling banyak digunakan untuk mengangkut 
penumpang, di kota-kota besar. Di Indonesia, kereta rel listrik dapat kalian 
temukan di kawasan Jabodetabek.

Kereta Api Magnet 
Kereta api yang juga dikenal Magnetic Levitation ini berjalan dengan 
menggunakan daya magnet. Kereta api ini hanya akan terangkat dan bergerak 
sesuai dengan medan magnet sehingga tidak memunyai gesekan yang sangat berarti 
dengan infrastukturnya. Kereta magnet ini dapat berjalan pada kecepatan yang 
sangat tinggi. 

Kereta Api Rel Konvensional
Jenis kereta api ini memiliki lokomotif tersendiri, yaitu lokomotif yang 
memiliki roda gigi yang berjalan di atas rel bergerigi yang terdiri dari dua 
batang besi yang terdapat di bantalan. Di Indonesia, kereta api rel 
konvensional ini biasa digunakan untuk daerah dataran tinggi, tepatnya di 
daerah pulau Sumatra. 

Kereta Api Monorel (Kereta Api Rel Tunggal)
Jenis kereta api ini relnya hanya memiliki satu batang besi. Monorel biasanya 
dibuat menggantung pada rel atau di atas rel. Sering digunakan di daerah 
perkotaan.

Kereta Api Layang 
Jenis kereta api ini berjalan di atas tanah dengan bantuan tiang-tiang. 
Biasanya jenis kereta api ini diciptakan untuk menghindari persilangan sebidang.

Kereta Api Bawah Tanah
Sesuai dengan namanya, jenis kereta api semacam ini merupakan kereta api yang 
berjalan di bawah permukaan tanah (subway). Jalurnya dibangun di terowongan 
bawah tanah. Sering dijumpai di kota-kota besar seperti New York, Tokyo, Paris, 
dan Seoul. 

Fakta-fakta
- Sejak pertama kali kereta api dibangun di Indonesia, pada 1867 di Semarang 
telah memakai lokomotif uap, pada umumnya dengan lokomotif buatan Jerman, 
Inggris, Amerika Serikat dan Belanda. Paling banyak ialah buatan Jerman.

- Di Hindia Belanda, kereta rel listrik pertama kali dipergunakan untuk 
menghubungkan Batavia dengan Jatinegara atau Meester Cornelis pada 1925. Pada 
waktu itu digunakan rangkaian kereta rel listrik sebanyak 2 kereta, yang bisa 
disambung menjadi 4 kereta, yang dibuat oleh Werkspoor dan Heemaf Hengelo.

- Pada 1950, Pemerintah RI melalui DKA (Djawatan Kereta Api) mengimpor 
lokomotif uap yang terakhir, yaitu seri D 52 dari pabrik Fried Krupp di Essen, 
Jerman, sebanyak 100 buah dengan sistem kopel 2-8-2. Lokomotif ini sangat kuat 
(bertenaga 1.600 HP) dan dipakai di berbagai kebutuhan untuk penumpang, barang, 
maupun angkutan batu bara.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke