Kalau benar-benar serius dari segala Aspek, bukan terus meningkat, tetapi akan meningkat dengan Pesat.
Itu kalau para dunsanak2 nan manjadi PNS di dinas-dinas, bekerja, sama seperti halnya yang kita-kita Bekerja di Swasta, tidak hanya ngerumpi atau baco2 koran sajo. ** Sarupo itu nan ambo liek di nagari Tetangga, dan pado dasarnyo samo sajo di seluruh Indonesia. ============================================================================ ========== Pimpinan Bank Indonesia (BI) Padang, memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumbar sampai 2009, akan terus meningkat. Malah secara bertahap akan menuju 7 persen/tahun. Sementara itu, gubernur memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2008 ini mencapai 6,6 persen. Target ini lebih tinggi dari pencapaian tahun 2007 lalu sebesar 6,29 persen. Saat menyerahkan DIPA 2008 awal Januari lalu gubernur mengaku optimis pencapaian itu bisa terwujud melihat besarnya dana pemerintah yang akan beredar di Sumbar tahun ini. Sumbar tahun 2008 menerima DIPA mencapai Rp11,935 triliun dari pemerintah pusat. Kemudian PAD Sumbar, Rp600 miliar lebih, LOAN (bantuan lunak) Rp1 triliun dan lainnya. Menurut BI pertumbuhan ekonomi Sumbar, terutama akan didukung oleh meningkatnya kapasitas perekonomian, sejalan dengan rasio investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang terus meningkat. Hal itu terus membaik, karena merespon perbaikan-perbaikan daya beli masyarakat, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang terus membukukan surplus, nilai tukar yang stabil, dan inflasi yang terus mengarah pada laju yang semakin rendah. Dari sisi fiskal, BI melihat otoritas fiskal akan senantiasa memantapkan ketahanan fiskal di tengah gejolak harga minyak dan ketidakpastian global ke depan. dalam kaitan ini, 9 langkah pengaman APBN yang telah dirumuskan tahun lalu, merupakan langkah awal yang dapat menjadi pedoman pelaku pasar, tentang daya tahan fiskal tahun ini. Perbaikan dan pertumbuhan ekonomi, adalah demi kemaslahan bersama, kemakmuran rakyat dari kota sampai ke pelosok-peloosok desa. Karena itu, BI menginginkan, agar BPR lebih optimal lagi, melaksanakan peran dan fungsinya melayani masyarakat di pelbagai pelosok daerah. BPR harus kembali ke khittah, emmberikan dukungan kepada upaya pemberdayaan kekuatan ekonomi lokal yang menjadi sasaran dan fokus kegiatan usahanya. Sebenarnya bukan BPR semata, tapi kucuran kredit untuk usahakecil juga harus mendapat prioritas. Sebab, usaha kecil selama ini, terhambat karena ketiadaan modal. Namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengusaha amat kecil atau bahkan orang amat miskin bisa bangkit dari keterpurukannya. Mereka harus diberi kesempatan untuk bisa tumbuh dan membangun perekonomiannya, sehingga pembangunan benar-benar terasa manfaatnya. Persoalan rumit bangsa ini adalah penumpukkan kekayaan di puncak piramida. Persoalan rumit lainnya, nyaris tidak ada orang yang benar-benar serius memikirkan nasib orang miskin. Orang miskin, seperti temuan Muhammad Yunus dari Bangladesh, punya potensi dan kekuatan untuk maju dan berkembang. * http://www.hariansinggalang.co.id/tajuk.html No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.10/1240 - Release Date: 23/01/2008 17:47 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
