Kamis, 24 Januari 2008 di Padang Ekspres OnLine


Setelah tidur panjang hampir lebih 20 tahun, roda gerbong kereta
kepresidenan kembali mengesek rel yang melintang Padang - Padangpariaman,
Minggu (20/1) lalu. Meskipun sudah puluhan tahun tak dioperasikan, gerbong
ini seolah tak lakang dimakan zaman.

Senyum Bastian begitu penuh harapan ketika gerbong kepresidenan kembali
dioperasikan Minggu lalu. Pria yang selalu dipercaya membawa gerbong
kepresidenan tersebut semasa menjadi masinis seolah tak menyangka gerbong
tersebut kembali akan unjuk gigi. Tak banyak perubahan dari gerbong yang
langsung dibawa dari Semarang untuk mengangkut Presiden Soeharto tahun 1980
lalu. Minggu lalu, pria yang sudah memasuki masa pensiun ini, sengaja datang
ke Stasiun Padang hanya untuk sekadar melihat dan mengenang kereta api
kepresidenan yang akan mengangkut rombongan pejabat Pemprov Sumbar dan
anggota DPRD Sumbar untuk menyaksikan tabuik di Pariaman. Banyak kenangan
yang tidak terlupakan bagi pria yang sudah berusia 58 tahun ketika
ditugaskan membawa gerbong kepresidenan.

Active ImageNIKMATI: Penumpang menikmati perjalanan di gerbong kepresidenan,
beberapa waktu lalu. Insert, Bastian. 

Kenapa tidak, keselamatan presiden di masa Orde Baru tersebut tergantung
ditangan Bastian yang harus membawa kereta api dengan medan yang tidak
gampang. Di tahun 1980 kata Bastian, dirinya dipercaya membawa Presiden
Soeharto dari Indarung ke Pelabuhan Teluk. Waktu itu, lanjut Bastian,
Presiden Soeharto meresmikan Pabrik Semen Padang Indarung II dan Angar Beton
di Teluk Bayur. ”Pengawasannya waktu itu ketat. Satu hari sebelum presiden
datang masinis dan asisten masinis dikarantina di Stasiun Indarung. Bahkan
untuk makan juga tidak boleh keluar. Ketika membawa kereta, dua pengawal
presiden menjaga dua pintu lokomotif. Betul-betul ketatlah, kan dulu Orde
Baru,” kata Bastian yang waktu itu tak mendapat berkesempatan untuk
menyalami Presiden Soeharto.

Bastian juga menuturkan bagaimana persiapannya untuk bisa membawa gerbong
kepresidenan. Selama lebih tiga minggu berturut-turut Bastian harus dilatih
membawa gerbong kereta api dengan kecepatan rata-rata 30 kilometer/jam
dengan waktu tempuh 30 menit. Tidak boleh melebihi waktu tersebut. Karena
jalan yang dilalui ada turunan dan tanjakan. Biasanya di medan ini,
kecepatan tidak bisa rata-rata, karena laju kereta api bisa cepat atau
justru kalau tidak mahir kereta api akan tersendak-sendak karena direm. ”Ini
yang kita kendalikan agar lajunya mulus dan tidak tersendak-sendak. Makanya
perlu dilatih tiga minggu bolak-balik membawa kereta api dengan kecepatan
yang telah ditentukan,” kata pria pernah menjadi masinis teladan tahun 1989
lalu.

Di tahun 1983, Bastian kembali dipercaya membawa rombongan Presiden Soeharto
bersama rombongan dalam rangka peresmian berproduksinya pabrik PT Semen
Padang III A. Di mana produksi semen pertama tersebut juga dibawa ke
Pelabuhan Teluk Bayur. Terakhir, gerbong kepresidenan ini membawa menteri
perhubungan di tahun 1985 ke Sawahlunto. Sejak peristiwa itu,  gerbong
kepresidenan tersebut di karantina dan disimpan di Balai Jasa Stasiun kereta
api Padang. ”Selama dikarantina, gerbong itu selalu dirawat. Kami
mengistilahkan kereta SO atau Siap Beroperasi kapan saja. Makanya sampai
sekarang gerbong kepresidenan ini tidak banyak perubahan. Gerbong bisa
membawa sekitar 20 orang dan cukup mewah,” tambahnya.

Bastian mengaku sebenarnya di tahun 1980 tersebut dirinya tidak lagi
menjabat masinis. Namun karena mendapat tugas untuk membawa rombongan
presiden, Bastian mau tidak mau menjalankan tugas tersebut. ”Sebenarnya saya
tidak lagi menjadi masinis karena sudah diangkat menjadi pengawas masinis.
Namun, Alhamdullillah saya selalu dipercaya untuk membawa rombongan
pejabat-pejabat. Mungkin ini tidak semua orang mengalami,” kata Bastian.
Pria yang baru saja memasuki masa pensiun ini berharap agar kereta api
Sumbar bisa kembali bergairah lagi.Karena kereta api dulunya menjadi
andalan. Tapi belakangan kereta api seolah terlupakan. Padahal di Sumbar
terdapat tanjakan kereta api tertinggi kedua di dunia (tanjakan jalur kereta
api Padangpanjang) setelah Swiss. (afrianingsih p)

 


No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition. 
Version: 7.5.516 / Virus Database: 269.19.10/1240 - Release Date: 23/01/2008
17:47
 
  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke