Ass.ww. Takana pulo dek ambo kutiko sikola di ITB Bandung tahun 1992 nan lalu, Labiah kurang 2 tahun tingga di Bandung , lai sempat pulo menikmati suasana kota Bandung yang terkenal sebagai "Paris Van Java" sebuah kota yang sejuk, nyaman untuk ditempati dan dikunjungi. Banyak sekali tempat wisata belanja seperti "factory outlet " yang terbentang dari "BIP" (Bandung Indah Plaza) hingga sepanjang jalan menuju Dago dekat kampus ITB, Cihampelas, jl. Suci Cibaduyut yg terkenal dengan sepatu-sepatu murah dengan harga murah dan serta suasana nyaman dan " Senam Massal" dan pasar pagi dengan berbagai barang terpmpang di sekitar lapangan "Gazibu dan Telkom" Bandung setiap hari Sabtu-Minggu.
Ambo liek, bukan hanya mungkin bukan hanya orang malaysia yang senang berkunjung di Bdg/ Jawa Barat tetapi masyarakat Indonesia pun seperti "urang awak" serta dari berbagai daerah lain banyak yg senang berkunjung, belanja, bahkan tinggal atau "study" disini. Satu hal yang terkesan adalah keramahan masyarakat "Urang Sunda" serta keamanan Kota . "sebagai contoh; Dulu kalau awak tibo tangah malam di Terminal Bus tengah malam di Kota bandung indak ado urang manggaduah, paliang batanyo : "Bade kamana akang? ayu saya antar ? Kalau kita bilang tidak usah mereka akan akan berhenti memburu kita. BERBEDA sekali dengan di SUMBAR termasuk suasana di Bandar Udara Minangkabau atau bahkan Bukit Tinggi kalau awak pai ka Terminal Aua Kuning , Banyak "parewa" tu datang, Inyo "resek"/pacik sajo tas kito saketek kudian diminta pitih ka awak dengan caro mamaso. Sangenek, Ramadanil Pitopang 48 thn ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: RantauNet <[email protected]> Dikirim: Selasa, 22 Mei 2012 21:15 Judul: Re: [R@ntau-Net] Sumbar Takicuah Dek Jabar Ajo Dut, Kalau jalan di pasa baru atau outlet2 di Banduang urang manggaleh tu lah santiang pulo bahaso samanajuang manyapo jo manjojoan galeh no, lah indak raso di Banduang awak li Wassalam Tan Ameh Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: ajo duta <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 22 May 2012 09:56:42 To: [email protected]<[email protected]>; <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] Sumbar Takicuah Dek Jabar Makin Banyak Turis Malaysia ke Jawa Barat Ni Luh Made Pertiwi F | Tri Wahono | Dibaca : 9863 kali Rabu, 16 Mei 2012 | 20:05 PM  LEMBANG, KOMPAS.com - Turis asal Malaysia menjadi salah satu pangsa pasar pariwisata Jawa Barat. Apalagi sejak Air Asia membuka penerbangan langsung rute Kuala Lumpur-Bandung. "Air Asia buka rute 4-5 kali, daily. Isinya orang Malaysia yang datang ke Jawa Barat. Tahun 2011, ada 1,4 juta wisatawan dari Malaysia. Dari 1,4 juta, 30 persennya datang ke Jawa Barat," ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Fathul Bahri saat pembukaan Festival Budaya & Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu di Gunung Tangkuban Perahu, Lembang, Bandung Barat, Rabu (16/5/2012). Selain obyek wisata seperti Gunung Tangkuban Perahu, sisi ekonomi kreatif dan kebudayaan juga menarik wisatawan mancanegara, terutama Malaysia. Menurut Fathul, tekstil, hasil kerajinan, dan kuliner menjadi daya tarik bagi turis asal Malaysia. "Mereka datang untuk membeli hasil kerajinan Jawa Barat, seperti tekstil dan makanan, untuk dibawa ke Malaysia. Ekonomi kreatif memang berkembang di Jawa Barat," katanya. Ketua DPR RI Marzuki Alie yang ikut membuka Festival Tangkuban Perahu 2012, menuturkan pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 700.000 wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Barat di tahun 2012. Angka ini berarti hampir mendekati 10 persen dari target nasional, yaitu sebesar 8 juta kunjungan wisman ke Indonesia. "Wisatawan domestik, Jawa Barat menargetkan 45 juta orang. Industri wisata di Jawa Barat akan terus berkembang karena meningkatnya kunjungan," jelasnya. Ia menambahkan Jawa Barat, terutama Bandung, memiliki hawa sejuk sepanjang tahun dengan suhu rata-rata 22 derajat. Hawa sejuk yang tak dimiliki kota-kota besar lainnya di Indonesia ini menjadikan Bandung sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan. Selain itu, lanjutnya, Bandung mudah dijangkau dari berbagai kota. Ia berharap dengan segala potensi wisata yang dimiliki Jawa Barat, seperti tempat wisata, kuliner, sejarah, alam, dan pendidikan, Jawa Barat dapat menjadi destinasi wisata nasional. Festival Budaya & Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu 2012 berlangsung pada 16-19 Mei 2012 di kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Saat pembukaan, diawali dengan pawai budaya, drama Sangkuriang, dan Gending Sriwijaya yang menampilkan budaya Sumatera Selatan. Festival ini memang biasa menyelipkan budaya dari daerah lain. Berbagai pertunjukan kesenian dan budaya akan tampil, seperti Karinding, Sisingaan, Reog, Calung, Rampak Pencak, Rajah, dan tari-tarian tradisional. Selain itu, pengunjung dapat membeli aneka kerajinan dan kuliner khas daerah setempat di area bazaar. -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
