Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ajo Duta dan sanak-sanak di Palanta yth.

Sebagai orang Sumbar nan kebetulan tingga di Jabar, ambo indak satuju jo judul 
posting Ajo Duta iko: 

"Sumbar Takicuah Dek Jabar" padahal isinyo adolah salinan artikel di koran 
berjudul: "Makin Banyak Turis Malaysia ke Jawa Barat".Isi artikel ini samo 
sekali indak mambandiangkan Sumbar jo Jabar, jadi apo dasar Ajo Duta mambuek 
judul posting nan tendensius (berusaha membentuk opini) itu? Mungkin 
mukasuiknyo elok, supayo urang awak tasintak, tagalenjek, dek pariwisata Sumbar 
alah kalah dek Jabar. Tapi istilah takicuah juo bisa mambuek urang 
Sumbar/Minang bangih, jadi marabo ka urang Jabar/Sunda, padahal inyo indak 
manga-manga jo awak doh.

Bandung,kota metropolitan ketiga terbesar di Indonesia setelah Jakarta dan 
Surabaya (berpenduduk 2.394.873 jiwa tahun 2010),ibukota Jabar (propinsi 
berpenduduk terbanyak di Indonesia,38.965.440 jiwa), memang telah dirancang 
oleh Belanda pada awal abad ke 20 yll. menjadi kota peristirahatan, baik bagi 
para pejabat Belanda, juga bagi pengusaha-pengusaha perkebunan teh dan kopi di 
dataran tinggi Priangan, sehingga dijuluki "Parijs van Java". Sejak 1809 
Bandung sudah dilewati jalan raya se Jawa yang dibangun oleh Daendels, dan 
sejak 1880, sudah beroperasi jalur kereta api Jakarta - Bandung. Hotel Homann 
dan Preanger, sejak awal abad ke 20 sampai sekarang menjadi daya tarik kota 
Bandung. Jadi dari segi lokasi, transportasi, fasilitas, dan rancangan kotanya, 
Bandung yang berhawa sejuk, dikelilingi pegunungan, memang layak menjadi kota 
tujuan wisata. Tambahan lagi, ekonomi kreatif, seperti dinyatakan sanak 
Ramadanil Pitopang telah berkembang pesat di Bandung,
 dalam bentuk produk-produk tekstil/pakaian (jeans, busana Muslim, kaos, batik 
dll.), sepatu, asesori, kuliner, yang sebetulnya merupakan respon masyarakat 
terhadap peluang-peluang yang muncul dan berkembang. Pada setiap akhir pekan 
Bandung diserbu oleh wisatawan dari Jakarta, sehingga banyak jalan-jalan 
Bandung yang sempit menjadi macet.

Faktor yang juga sangat penting dalam bisnis pariwisata adalah keramahan. Mak 
Ngah takok-takok uwok bahaso urang di Banduang labiah ramah dari urang di 
Padang. Alah disampaikan dek sanak Ramadanil Pitopang, bahwa para porter di 
bandara jo terminal di Bandung indak ado nampak mamaso panumpang. Juo alah 
disampaikan dek sanak Tan Ameh, bahwa para pedagang di Pasa Baru jo di FO 
(Factory Outlet) dan Distro (Distribution Outlet) yang alah pandai manyapo 
turis2 Malaysia dalam bahasa Melayu.

Memang urang Sunda itu suka heureuy (bercanda). Mereka juga relatif ta'at 
beragama. Waktu PRRI dulu, yang disukai masyarakat Sumbar adalah tentara Divisi 
Siliwangi dari Jabar, yang lebih ramah/luwes, tidak kaku dan kasar, dan ta'at 
beribadah. Sebaliknya kita urang Minang kadang-kadang terlalu serius dan suka 
basitegang urek liia. Waktu masih mahasiswa awal tahun 1970an yll. ambo ikuik 
mambantu BKMM Jabar yang akan maadokan malam amal di hotel Homann untuak 
membantu korban bencana di Bali. Hampia satiok rapek pengurus malam amal itu 
tajadi parang muluik, sehingga konon urang-urang Sunda sekitar mengatakan, 
jauh-jauh dari kampung halaman kok bertengkar aja kerjanya. Waktu itu juo aktif 
mambantu di masjid Istiqamah. Pengurus masjidnyo juo banyak urang awak. Juo 
banyak basitegang, sehinggo acok dilarai dek ketuanyo nan bukan urang awak.

Itulah sekedar pandangan untuik maluruihkan posting Ajo Duta itu. Mohon ma'af 
kalau ado kato-kato nan indak berkenan.

Salam,
Fashridjal M. Noor Sidin
L 64 Bandung




________________________________
 Dari: Ramadhanil pitopang <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 23 Mei 2012 4:46
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Sumbar Takicuah Dek Jabar
 

Ass.ww.

Takana pulo dek ambo kutiko sikola di ITB Bandung tahun 1992 nan lalu, Labiah 
kurang 2 tahun tingga di Bandung , lai sempat pulo menikmati suasana kota 
Bandung yang terkenal sebagai "Paris Van Java"  sebuah kota yang sejuk, nyaman 
untuk ditempati dan dikunjungi. Banyak sekali tempat wisata belanja seperti 
"factory outlet " yang terbentang dari "BIP" (Bandung Indah Plaza) hingga 
sepanjang jalan menuju Dago dekat kampus ITB, Cihampelas, jl. Suci Cibaduyut yg 
terkenal dengan sepatu-sepatu murah dengan harga murah dan serta suasana nyaman 
dan " Senam Massal" dan pasar pagi dengan berbagai barang terpmpang di sekitar 
lapangan "Gazibu dan Telkom" Bandung setiap hari Sabtu-Minggu.  


Ambo liek, bukan hanya mungkin bukan hanya orang malaysia yang senang 
berkunjung di Bdg/ Jawa Barat tetapi masyarakat Indonesia pun seperti "urang 
awak" serta dari berbagai daerah lain banyak yg senang berkunjung, belanja, 
bahkan tinggal atau "study" disini.

Satu hal yang terkesan adalah keramahan masyarakat "Urang Sunda" serta keamanan 
Kota . "sebagai contoh; Dulu kalau awak tibo tangah malam di Terminal Bus 
tengah malam di Kota bandung indak ado urang manggaduah, paliang batanyo : 
"Bade kamana akang? ayu saya antar ? Kalau kita bilang tidak usah mereka akan 
akan berhenti memburu kita. BERBEDA sekali dengan di SUMBAR termasuk suasana di 
Bandar Udara Minangkabau atau bahkan Bukit Tinggi kalau awak pai ka Terminal 
Aua Kuning , Banyak "parewa" tu datang, Inyo   "resek"/pacik sajo tas kito 
saketek kudian diminta pitih ka awak dengan caro mamaso.

Sangenek,
Ramadanil Pitopang
48 thn




________________________________
 Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: RantauNet <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 22 Mei 2012 21:15
Judul: Re: [R@ntau-Net] Sumbar Takicuah Dek Jabar
 
Ajo Dut,
Kalau jalan di pasa baru atau outlet2 di Banduang urang manggaleh tu lah
 santiang pulo bahaso samanajuang manyapo jo manjojoan galeh no, lah indak raso 
di Banduang awak li

Wassalam
Tan Ameh
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: ajo duta <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 22 May 2012 09:56:42 
To: [email protected]<[email protected]>; 
<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Sumbar Takicuah Dek Jabar

Makin Banyak Turis Malaysia ke Jawa Barat

Ni Luh Made Pertiwi F | Tri Wahono | Dibaca : 9863 kali

Rabu, 16 Mei 2012 | 20:05 PM




LEMBANG, KOMPAS.com - Turis asal Malaysia menjadi salah satu pangsa
pasar pariwisata Jawa Barat. Apalagi sejak Air Asia membuka
penerbangan langsung rute Kuala Lumpur-Bandung.

"Air Asia buka rute 4-5 kali, daily. Isinya orang Malaysia yang datang
ke Jawa Barat. Tahun 2011, ada 1,4 juta wisatawan dari Malaysia. Dari
1,4 juta, 30 persennya datang ke Jawa Barat," ungkap Sekretaris
Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi Kreatif Fathul Bahri saat pembukaan Festival Budaya &
Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu di Gunung Tangkuban Perahu,
Lembang, Bandung Barat, Rabu (16/5/2012).

Selain obyek
 wisata seperti Gunung Tangkuban Perahu, sisi ekonomi
kreatif dan kebudayaan juga menarik wisatawan mancanegara, terutama
Malaysia.

Menurut Fathul, tekstil, hasil kerajinan, dan kuliner menjadi daya
tarik bagi turis asal Malaysia.

"Mereka datang untuk membeli hasil kerajinan Jawa Barat, seperti
tekstil dan makanan, untuk dibawa ke Malaysia. Ekonomi kreatif memang
berkembang di Jawa Barat," katanya.

Ketua DPR RI Marzuki Alie yang ikut membuka Festival Tangkuban Perahu
2012, menuturkan pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan 700.000
wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Jawa Barat di tahun
2012.

Angka ini berarti hampir mendekati 10 persen dari target nasional,
yaitu sebesar 8 juta kunjungan wisman ke Indonesia.

"Wisatawan domestik, Jawa Barat menargetkan 45 juta orang. Industri
wisata di Jawa Barat akan terus berkembang karena meningkatnya
kunjungan," jelasnya.

Ia
 menambahkan Jawa Barat, terutama Bandung, memiliki hawa sejuk
sepanjang tahun dengan suhu rata-rata 22 derajat. Hawa sejuk yang tak
dimiliki kota-kota besar lainnya di Indonesia ini menjadikan Bandung
sebagai destinasi wisata favorit bagi wisatawan.

Selain itu, lanjutnya, Bandung mudah dijangkau dari berbagai kota. Ia
berharap dengan segala potensi wisata yang dimiliki Jawa Barat,
seperti tempat wisata, kuliner, sejarah, alam, dan pendidikan, Jawa
Barat dapat menjadi destinasi wisata nasional.

Festival Budaya & Pariwisata Gunung Tangkuban Perahu 2012 berlangsung
pada 16-19 Mei 2012 di kawasan Gunung Tangkuban Perahu.

Saat pembukaan, diawali dengan pawai budaya, drama Sangkuriang, dan
Gending Sriwijaya yang menampilkan budaya Sumatera Selatan.

Festival ini memang biasa menyelipkan budaya dari daerah lain.
Berbagai pertunjukan kesenian dan budaya akan tampil, seperti
Karinding, Sisingaan, Reog,
 Calung, Rampak Pencak, Rajah, dan
tari-tarian tradisional. Selain itu, pengunjung dapat membeli aneka
kerajinan dan kuliner khas daerah setempat di area bazaar.

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
 
 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke