Pak Saf dkk di Dunia Maya, Berikut adalah resume dari pendapat saya mengenai hal2 yang telah kita bicarakan sejauh ini di Rantaunet: (I) Tentang NII Bagi saya NII adalah sebuah keniscayaan sejarah dan sangat logis sekali kalau ummat Islam ke masa depan di Indonesia ini melangkah ke arah terbentuknya NII itu. Upaya2 yang telah dilakukan sebelumnya dalam bingkai NKRI untuk mendirikan NII itu belum berhasil, memang, tapi itu adalah bahagian dari ritma pergumulan sejarah. Namun, sekarang ummat Islam sedunia telah memasuki era gelombang ketiga dari tamaddun dunia Islam dengan berakhirnya Perang Dunia Kedua th 1945 yl. Selama 7 abad pertama, Islam lahir dan berkembang ke seluruh dunia, mencapai zenitnya di zaman Baghdad dan Kordoba. Tujuh abad kedua adalah era kajatuhan dan keterpurukan dunia Islam sampai semuanya berada di bawah penjajahan Barat yang titik nadirnya adalah Perang Dunia Kedua, yang sekaligus adalah juga titik awal dari era kebangkitan kembali atau gelombang ketiga dari perjalanan sejarah dunia Islam sampai kira-kira 7 abad ke depan pula. Perputaran roda sejarah ini adalah bahagian dari khittah sejarah yang dipergilirkan di antara manusia yang sudah dinashkan dalam Al Quran sendiri: “Wa tilkal ayyãmu nudãwiluhã bainan nãs.” Dan hari-hari itu kami peredarkan di antara manusia2 (Ali ‘Imran 140). Dengan memasuki abad ke 21 ini ummat Islam mulai membenahi diri kembali. Kecuali Palestina dan satu-dua yang lainnya yang masih bergumul melepaskan diri dari keterkungkungan Dunia imperialis-kapitalis Barat, praktis semua sedang membenahi diri untuk mengejar segala ketertinggalannya. Kita sekarang sedang menyaksikan gebrakan2 awal dari tamaddun dunia Islam gelombang ketiga itu, yang menyisir sampai ke Dunia Melayu di Nusantara dan Asia Tenggara ini. Di bidang ekonomi, konsep ekonomi dan perbankan syariah tanpa riba menjalar ke seluruh dunia, tak terkecualinya keara dunia kapitalis Barat sendiri di Eropah dan Amerika. Di bidang politik, sudah sejak dari dibentuknya PBB sesudah PD II, konsep musyawarah, HAM, persamaan hak dan keadilan serta kesama-rataan yang mendasar dalam ajaran Islam diterima menjadi qanun PBB dan negara2 demokratis lainnya di dunia. Di bidang pendidikan, sistem pendidikan Tarbiyah yang mensinergikan unsur2 pendidikan intelektual, emosional, spiritual, kultural, sosial, individual dan fisikal (7 unsur pendidikan integral dari Mohd Natsir yang kemudian dikembangkan di Amerika oleh Dawud Tauhidy, muallaf bule Amerika (meninggal 2010 yl), adalah juga gebrakan dari tamaddun Dunia Islam. Di Indonesia sendiri, kecuali di madrasah dan pesantren, dari hanya beberapa gelintir mahasiswa puteri di Yogya yang berpakaian muslimah di awal 1950an (termasuk bekal pendamping hidup saya), sekarang, seperti dilihat sendiri, di mana2 di Indonesia ini wanita muslimah berjilbab, dan anak2 sekolah dari SD sampai SLA dan PT/Universitas berjilbab. Apa artinya semua ini? Ini semua tidak lain dari awal gebrakan ke arah berlakunya Tamaddun Dunia Islam Gelombang Ketiga yang Indonesia termasuk ke dalamnya. Target sasaran dalam dekade2 ke depan ini tidak lain dari islamisasi Dunia Melayu dan Dunia Nusantara ini sebagai bagian tak terpisahkan dari Dunia Islam. Faktor2 mendasar terhadap terbentuknya NII itu a.l. adalah: (1) Mayoritas terbesar dari WNI adalah ummat Islam. Logis kalau kelompok mayoritas, seperti yang biasa terjadi di manapun, memperjuangkan agar ideologi yang mereka anut menjadi dasar negara. Dia tidak logis kalau ummat Islam, atau ummat manapun, yang merupakan minoritas tetapi memaksakan kehendaknya untuk menguasai negara. Atau sebaliknya, mereka mayoritas tapi membiarkan dirinya dikuasai atau tunduk kepada kemauan minoritas seperti yang ternukil dalam sejarah Nusantara selama ini sampaipun ke NKRI sekarang ini. (2) Kebetulan Islam, berbeda dengan agama Kristen yang memisahkan antara urusan politik dan agama (separation of church and state), Islam tidak mengenal pemisahan itu. Islam melihat semua permasalahan kehidupan ini sebagai satu kesatuan yang utuh, integral dan holistik di bawah naungan kuasa Allah. Makanya wajar kalau ummat Islam berjuang untuk menegakkan negara Islam. Bukan negara sekuler ataupun negara liberal-campur2, ataupun kembali menegakkan nilai2 lama yang sudah outdated atau kaladauarsa. 3. Filosofi kenegaraan yang dikembangkan selama merdeka ini hanya botolnya yang baru dengan label demokrasi, kerakyatan dan kesejahteraan bagi semua, tapi isinya adalah nilai budaya lama feodalisme, etatisme, sentripetalisme, nepotisme dan bahkan despotisme yang sudah kadaluwarsa. Ibaratnya: The old wine in the new bottle. Kebobrokan dan kemelut politik, ekonomi, dan sosial-budaya dengan meruyaknya korupsi, penyalah-gunaan wewenang dan kekuasaan, penguasaan ekonomi negara oleh kelompok minoritas non-pri yang bekerjasama dengan MNC dan para pejabat dan penguasa negara, dsb, sejak masa Orde Baru dan Orde Reformasi sekarang ini, adalah karena yang diminum adalah anggur tua yang dituangkan dalam botol baru itu. Budaya anggur tua dalam botol baru ini jelas tidak punya masa depan lagi dan harus berganti dengan demokrasi baru yang islami dengan prinsip “rahmatan lil ‘alamin.” Istilah lainnya adalah NII itu. Ke arah itu ummat Islam di Indonesia ini menuju ke masa depannya. Soal apakah perlu mendirikan partai politik atau apanya, itu hanyalah masalah taktik dan strategi yang dilihat dan diatur secara integral dan holistik. Menyusul resume ttg: (II) Tentang pelaksanaan ABS-SBK dalam masyarakat Minangkabau dan masyarakat Melayu lainnya di Nusantara ini (III) Tentang pembentukan lembaga TTS (Tungku nan Tigo Sajarangan, Tali nan Tigo Sapilin) dalam konteks masyarakat Minang sekarang ini. (IV) Tentang Nagari sebagai (i) unit kesatuan administratif pemerintahan terendah, (ii) unit kesatuan keamanan dan pertahanan, (iii) unit kesatuan ekonomi, dan (iv) unit kesatuan adat dan sosial-budaya. Mochtar Naim 27 Mei 2012
-- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
