YOGYA malah labiah mahanden lagi!
  ANCAM MAU BERPISAH DARI NKRI!

Kalau daerah lain mangancam dengan tindakan SEPARATISME saroman tu, lah
tibo kapatabang pusek mambom kotanyo tu...

"Tak tanggung-tanggung, adik kandung Sultan Hamengkubuwono X, GBPH
Prabukusumo mengancam, Yogya siap melepaskan diri dari NKRI jika RUUK
Yogyakarta tak menjamin keistimewaan Yogya dalam bentuk penetapan Sultan
sebagai gubernur."

Lihat:
http://nasional.inilah.com/read/detail/1844433/yogya-ancam-merdeka-prabu\
kusumo-luapkan-kekesalan

-- Nyit Sungut

--- In [email protected], Lies Suryadi <niadilova@...> wrote:
>
> Jangan Remehkan Ancaman Kalimantan
>
http://nasional.inilah.com/read/detail/1866544/jangan-remehkan-ancaman-k\
alimantan
>
>
> INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia,
Kalimantan tidak pernah menimbulkan masalah. Ibarat anggota keluarga
NKRI - Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kalimantan merupakan anak
bangsa yang selalu bersikap tenang, manis dan penyejuk suasana.
>
> Tapi Mei 2012, di saat semua perhatian tercurah pada
persoalan-persoalan lain, tiba-tiba : "braaakkkk"! Tokoh Kalimantan
seperti menggebrak meja, menarik perhatian dan membuat kegaduhan.
> Itulah kira-kira perumpaman yang cocok untuk menggambarkan tentang
protes dari para Gubernur se-Kalimantan. Protes terbuka, dan resmi yang
belum pernah dilakukan oleh Kepala Daerah selama ini.
>
> Keempat Gubernur dari pulau yang disebut Paru-Paru Dunia itu,
melayangkan keberatan kepada Pertamina, BPH Migas, Menteri Energi dan
Sumber Daya Mineral, serta Komisi Energi DPR. Dalam keberatan mereka,
terselip ancaman dalam bahasa yang tersirat. Protes empat gubernur
dilakukan terkait adanya pengurangan kuota BBM yang signifikan oleh
pemerintah pusat tanpa koordinasi dengan pemerintah provinsi.
> Pada 2011, kuota BBM sebesar 280 ribu kiloliter dialokasikan untuk
empat provinsi tersebut. Di 2012, kuota berkurang tajam menjadi hanya
263 ribu kiloliter. Akibatnya warga pun kesulitan mendapatkan BBM.
Antrean terjadi di setiap SPBU.
>
> Sangat tidak masuk akal daerah penghasil BBM justru mengalami
kelangkaan minyak. Pemilik minyak justru harus meminta kepada pemerintah
yang seharusnya hanya sebagai administrator. Hingga kini, belum ada
kejelasan, sejauh mana respons pihak-pihak yang disurati oleh para
Guberner se-Kalimantan tersebut.
>
> Kita berpikir positif saja. Semoga para pihak yang disurati keempat
Gubernur se-Kalimatan sadar atas urgensi protes itu. Karena yang pasti,
suara dari Kalimantan itu, merupakan peristiwa serius yang tidak boleh
dipandang remeh. Selain itu kekurangan BBM di Kalimantan ini
mengingatkan peristiwa serupa yang terjadi di Pekanbaru, Riau yang juga
salah satu daerah penghasil BBM terbanyak di Indonesia.
>
> Jangan sampai terjadi, setelah Riau, Kalimantan kemudian daerah
lainnya bernasib serupa. Tingkat keseriusannya, jika diabaikan, dapat
melampaui dampak destruktif yang disebabkan oleh mega korupsi. Sebab
niat keempat Gubernur Kalimantan itu juga untuk menjaga wibawa
pemerintah secara keseluruhan.
>
> Protes pimpinan daerah Kalimantan itu merupakan sebuah peringatan
kepada petinggi di Jakarta agar dalam melihat dan menangani persoalan
daerah harus menggunakan kacamata yang benar. Tidak cukup hanya berpikir
dengan paradigma yang hanya menjadi kepentingan kelompok terbatas saja.
>
> Bukan sebuah dramatisasi, namun kalau pemerintah pusat tidak merespon
secara benar protes dari Kalimantan ini, bakal muncul sebuah ketidak
puasan daerah yang ujung-ujungnya dapat menimbulkan sentimen kedaerahan.
>
> Sebagaimana sejarah kita mencatat, hampir semua pulau utama di
Indonesia, mulai dari Sumatera, Papua dan Sulawesi sudah pernah
bergolak. Pemicunya berasal dari sentimen kedaerahan. GAM dan PRRI di
Sumatera, Permesta di Sulawesi dan OPM di Papua.
>
> Pergolakan itu muncul, berawal dari protes mereka yang tidak
ditanggapi secara proporsional. Hak-hak daerah dikebiri dengan alasan
tidak jelas. Pemerintah pusat akhirnya memang bereaksi. Tetapi sudah
terlambat. Selain terlambat pemerintah pusat menganggap tindakannya
selalu benar. Maka yang dikedepankan bukan solusi melainkan pemaksaan
kehendak.
>
> Pemerintah pusat yang seharusnya mengaku bersalah, perlu melakukan
negosiasi dan rekonsiliasi, justru menjawab protes daerah dengan arogan
sambil membusungkan dada. Akhirnya terjadi ketegangan antara Jakarta
sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dengan daerah. Ujung-ujungnya
pergolakan meletus.
>
> Menyelesaikan persoalan GAM butuh puluhan tahun. OPM belum tuntas.
Sementara PRRI dan Permesta, sekalipun sudah selesai, tetapi luka akibat
pergolakan itu ikut menyebabkan perjalanan bangsa tersendat.
>
> Flasback peristiwa di tiga pulau besar itu sengaja diangkat, untuk
mengingatkan para pengelolah kekuasaan dan negara, agar tidak melupakan
sejarah. Pengalaman di masa lalu itu, sangat pahit bagi bangsa dan NKRI.
Sehingga semua harus punya tekad, pergolakan tidak boleh terulang
kembali.
>
> Jadi kekecewaan masyarakat Kalimantan sebagaimana diekspresikan para
pimpinan puncak di daerah itu, harus ditanggapi secara serius. Semua
pulau di Indonesia, tanpa kecuali besar atau kecil, memiliki hak yang
sama. Kendati begitu, posisi Kalimantan dalam geopolitik Indonesia,
menempati posisi yang cukup penting dan strategis.
>
> Dalam waktu hampir setengah abad, posisi Kalimantan sudah mengalami
perubahan yang sangat besar. Kontribusi pulau itu bagi pembangunan
Indonesia, melalui sumber-sumber daya alam, tidak terhitung.
>
> Selain tidak mengeluh, kekayaan sumber daya alamnya dikeruk
habis-habisan berdasarkan izin dari pemerintah pusat. Karena tidak ada
keluhan, pemerintah pusat ikut terbuai. Sehingga melupakan apa yang
harus diberikannya kembali kepada pulau penghasil devisa terbesar itu.
>
> Selain salah satu pulau terbesar dan kaya, letaknya yang berada di
tengah wilayah Indonesia pernah mengundang pemikiran agar ibukota negara
dipindahkan ke salah satu kota (Palangkaraya) di pulau itu. Kalimantan
juga memiliki wilayah terpanjang yang berbatasan langsung dengan negara
tetangga. Hal ini semua memperlihatkan, Kalimantan merupakan pulau
penting.
>
> Singkatnya, Kalimantan memiliki kekhususan dan keistimewaan.
Kekhususan Kalimantaan bisa disetarakan dengan Jakarta dan
keistimewaannya dapat disejajarkan dengan DI Yogyakarta serta Nangroe
Aceh Darusalam.
>
> Sebagai sebuah pulau terbesar di Indonesia plus memiliki kekayaan alam
yang tidak terbatas, sangat wajar apabila Kalimantan memperoleh
perlakuan khusus bahkan bila perlu secara istimewa. Sehingga dengan
alasan pragmatis ataupun politis, sangat wajar apabila protes dari
Kalimantan yang dapat berkonotasi ancaman itu, benar-benar mendapatkan
perhatian. [mdr]


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke