Wass
Sebaiknya tulisan Elthaf ini dibukukan, sebab tak banyak orang yg memiliki
ingatan seperti Elthaf yg mampu menulis secara chronologi yg jelas dan tajam
Mungkin lebih banyak lagi arsip yg tersimpan, semua ini sangat berharga bagi
kita pengunjung milis ini, tolong Elthaf ungkapkan
Terima kasih Elthaf, berkaryalah terus. Elthaf mempunyai sesuatu yg tak
dimiliki orang lain
salam teriring do'a
K Suheimi
"Elthaf (elthaf)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamualaikum wr.wb.,
Nikmat nian saat kita membuka dan membaca mailing list Rantau net, ada
nuansa kekeluargaan, ada nuansa kelembutan, rangkaian kata berbahasa yang
santun dan saling menghargai, kental dengan implementasi dari tahu di nan
ampek, mandaki, mandata, manurun jo malereang, serba positive thinking dan
malah Rantau Net jadi Think Tank bagi geliat dinamika Minang, sangat sejuk,
kondusif, konstruktif, persuasif, informatif dan edukatif.
Tapi nuansa itu hanya tidak berlangsung lama, saat-saat sejuk dan
indah, saat tidak ada lagi front ranah dan rantau, front PNS dan swasta, saat
ini kembali terusik dengan adanya satu dua anak muda, katanya sih anak muda,
dengan embel-embel keren di bawah namanya dan mewakili satu front dengan nama
yang begitu keren dan malah ingin fantastis dan ingin mengkritisi setiap denyut
jantung aktivitas berminang-minang, maaf saya pinjam istilah berminang-minang
ini dari dia.
Kita ingin milis yang laksana air yang jernih dan bersih, namun
apalah arti air jernih jika tidak mampu menghilangkan dahaga, ibarat air di
samudera luas, namun apalah artinya samudera luas jika tak mampu mengalir dan
ombaknya tak mampu mencapai pantai karena terhalang karang.
Pertama saya melihat anak-anak muda pintar yang sangat kita banggakan
ini ingin sedikit mengembangkan daya imajinasi dan kreasinya, melepaskan spirit
gemuruh jiwa muda nya yang bergelora, walaupun sedikit agak mencle-mencle saya
tetap bangga, dan masih bisa menerima
, haa ini dia anak muda harapan bangsa
yang akan menggebrak dan akan berprestasi dan berkarya lebih dahsyat, dari
tatanan emailnya dan energy kritisi anak muda ini nampak sekali begitu
tingginya intelektualnya, begitu luasya wawasannya, dan begitu tinggi jenjang
pendidikannya tapi lama-lama sepertinya anak muda ini lepas kendali, manapuak
dado memproklamirkan jati dirinya dengan pongah, dibuktikan dari statement yang
ditulis dibawah namanya pada setiap postingannya, dan pada puncaknya ada anak
muda yang dengan garangnya dia MENGUSIR setiap orang tua yang mengeluh dengan
berbagai beban (pulsa dan lama menunggu waktu ) saat membuka Rantau Net yang
begitu besar memorinya sehingga harus maibo-ibo memohon
belas kasihan, anak muda ini bukannya mengasihi malah mengusir, dengan
congkaknya dia menyatakan dia berlangganan dengan puluhan mailing list dan
menjudge Rantau net sebagai mailing list yang aneh dengan pelbagai aturan
mengikat, dan tanpa belas kasihan sedikitpun mengusir orang tua yang begitu
kita hormati, kita banggakan dan tempat kita bertanya dan minta
nasehat
.astaghfirullah. begitu ganaskah dunia ini sampai harus mengusir
seorang tua renta yang tidak punya daya malah semangat untuk membuka Rantau net
inipun adalah sisa-sisa semangat yang masih beliau punyai, yang kadang mungkin
saja beliau untuk shalat saja harus shalat duduk dan mandipun harus bajarangan
aia angek, betapa gemetarnya saya saat membuka mail dan membaca mail yang
ditujukan pada beliau, bisa bayangkan bagaimana keadaan beliau dibaituan tanpa
belas kasih.
Ketahuilah, INDAK SALAMONYO DOH, sia bana awak, gagah bana awak,
santiang bana awak, toh alam akan menggiring kita pada titik titik dimana kita
sendiripun tidak menginginkan , siapa sih yang mau sakit, siapa sih yang mau
tua, percayailah rukun iman ke enam akan selalu hinggap pada setiap manusia
tanpa kecuali.
Hai anak muda
perlu juga saya sedikit bercerita tentang Rantau Net
dan orang-orang yang ada di Rantau Net, alkisah, awal tahun 1990-an, sebelum
ada rantau Net, ada beberapa orang Minang yang Alhamdulillah diberi oleh Allah
SWT nikmat mempunyai Email, waktu itu belum bernama E-mail, masih bernama MCS,
dan perusahaan yang memakaipun perusahaan besar kelas dunia, dengan adanya IT
yang baru ini beliau-beliau ini mulai merintis silaturrahim di alam maya,
beliau itu antara lain Mak Ngah Sjamsir di Amerika, Bundo Nismah di Caltex
Pekanbaru, Pak Rumzi di Pekanbaru, Pak Arisman Adnan di Inggris, Pak Edi
Santoso di Amerika, dan banyak lagi yang kita mohon bundi Nismah mau sedikit
bercerita, yang saya percaya Bundo urangnya bukan suka membanggakan, tapi
mudah-mudahan Bundo, pak Arisman dan beliau-beliau ini bisa sedikit bercerita
awal mulany beliau berE-mail, dan dari beberapa dari beliau itu baru bisa
ketemu setelah sekian tahun berhubungan dengan mail, beliau inipun
ingin menjalin kisah-kisah beliau sekian tahun silam lewat email.
Kalau Bundo Nismah, Pak Rumzi, Mak Ngah Sjamsir itu sudah berteman
dari beliau sekolah di tahun 1950-an, dan Bundo Nismah dan Pak Rumzi pun telah
beberapa kali ketemu dengan mak Ngah di Amerika di tahun 1970-an. Mak Ngah
Sjamsir Sjarif baru ketemu dnegan Pak Arisman Adnan adalah tahun 2005, maaf
kalau saya nggak salah di Hotel Pangeran di pekanbaru, dan saya pun hadir, dan
saya alang kepalang kaget, saya pikir beliau beliau ini sudah sering ketemu di
Amerika, ternyata ciek di ujuang ciek di puun. Saat itu Mak Ngah, Pak Arisman
Adnan, Ibu Yenny Arisman (isteri Pak Arisman) , kakak ipar saya yang juga teman
seperjuangan mak Ngah tahun 1960 di Sungayang Batusangka, 40-an tahun nggak
pernah ketemu, beliau berdua ketemu pertamanya lagi di Mekkah Almukarramah, dan
sayalah yang mempertemukan tali silaturrahim beliau dan ini juga berkat Rantau
Net.
Sedikit saya bercerita tentang mak Ngah Sjamsir, beliau ini satu
kampuang dengan saya di Biaro, tahun 1963 beliau berangkat ke Amerika, dan bagi
kami anak-anak kecil sebagai pelecut untuk maju dan bercita-cita ke Amerika
seperti beliau, mak Ngah muda adalah seorang petualang dan salah seorang teman
akrab beliau adalah pak Syamwil di Sungayang. Tahun 1989 saya menikah dnegan
orang Sungayang yang ternyata adalah adiak ipar Pak Syamwil, pak Syamwil
bercerita kalau teman beliau orang Biaro namanya pak Sjamsir Sjarif, waktu itu
saya nggak terlalu ngopi karena beliau ini saya nggak kenal dan jauh di
seberang lautan, tahun 1994 saya mendapat fasilitas semacam Email, tapi namanya
bukan Email , masih bernama MCS, waktu itu baru seperempat dari pegawai yang
punya MCS dan itupun setelah melalui penjaringan yang ketat dnegan sarat-sarat
yang berat, alhamdulilah mendapat fasilitas itu, saya waktu itu sudah
berlangganan mailing list apakabar yang penuh dnegan informasi yang
berani dan tajam.
Kemudian saya ikut mailing list rantau net, dan betapa kagetnya saya
membaca ada nama Pak Sjamsir Sjarif, kemudian saya beranikan memeperkenalkan
diri dan Alhamdulillah, ternyata beliau sangat responsif dan sangat welcome,
beliau sangat mengenal keluarga besar saya di Biaro dan setiap suduik rumah
gadang saya di kampuang. Kemudian beliau kaget setelah saya cerita tentang
kakak ipar saya yang adalah teman lama beliau yang sudah lama tidak kontak, dan
Alhamdulillah beliau ketemu di Makkah, subhannalah, dua orang konco palangkin
berpisah tahun 1964, satu di AS dan satu di Batusangka, Allah mempertemukan
beliau ini di Mekkah Almukarramah.
Apa Lesson learnya anak muda, baiklah saya lanjutkan cerita ini.
Beliau beliau yang punya Email ini sepakat membuat mailing list Rantau Net
tahun 1996, dan berkat silaturrahim dan kepeduliaan dan yang pasti atas rahmat
Allah yang maha kuasa jadilah Rantau net seperti sekarang.
Kemudian siapa beliau-beliau ini, kalau Ibu Nismah saya udah kenal di
Rumbai, beliau yang lainnya saya mulai mengenal beliau-beliau ini dari mailing
list Rantau net. Saya mulai bergabung dengan Rantau Net tahun 1998, sekian
tahun berjalan saya mengenal nama-nama Pak Syamsir Alam, Pak Sjamsir Sjarif di
AS, Pak Darul, Pak Bandaro, Pak Arisman Adnan di Inggris, Pak Dafiq, Pak Ibnu
Hajar di Belanda, Pak K. Suheimi, dan banyak lagi, pertamanya saya heran
beliau-beliau ini kok maandokkan kuku, Nampak sekali beliau-beliau selalu
memakai bahasa yang membumi, memakai dan selalu mencari bahasa Minang yang
sudah jarang dipakai, jauh dari memakai bahasa Indonesia yang diadopt dari
bahasa Inggris, pada hal beliau ini sehari-harinya memakai bahasa Inggris,
paling nggaknya di kantornya, malah dari bahasa dan substansinya sepertinya
sangat naïf, dan sederhana sekali, tidak ada kesan mamanggak atau show, jauah
dari hariak-hariak dan selalu memakai bahasa santun, saya penasaran,
siapa sih beliau-beliau ini, ibarat cerita Kho Ping Ho, mulailah saya ingin
mencari dan mengenal beliau dan tentunya ingin sekali menjadikan beliau sebagi
suhu saya.
Anak Muda!, baiklah saya kenalkan satu persatu dari beliau-beliau
ini, tentunya Mak Ngah dulu deh, beliau urang Biaro, tahun 1963 ke Amerika
pada usia yang masih muda, beliau menyandang MA sekian tahun silam, pada usia
beliau yang sudah 73 tahun beliau masih kuat berenang, tahun 2005 beliau ke
Pekanbaru dan mampir ke rumah saya, kemudian beliau sendiri menjelajahi
pedalaman Riau sampai ke Pasir Pangaraian, kemudian beliau sampai ke Myanmar
dan ketemu sama pak Dino, manager Hotel di Yangoon, tahu nggak ?...mak Ngah
menjelajah sendiri sampai ke kota kecil dimana Dino sendiri belum pernah ke
sana. Dalam usia senja itu beliau sendiri mejelajah dunia, napak tilas di Agam
dan kembali lagi ke Amerika seorang diri, beliau dikaruniai sepasang anak
Mutiara dan
. Lupo ambo namonyo.
Mak Sati, adalah gelar dari seorang bapak yang bernama Pak Sjamsir
Alam, umur beliau 73 th, masih gengnya Mak Ngah, tahun 2004 saya membawa
keluarga saya mampir ke rumah beliau di Tabiang, Padang, pertama ketemu saya
lengsung terkesima dan takjub dengan kebapakan beliau, tatapan mata beliau
begitu sejuk dan penuh rasa sayang, tidak saya sangka beliau begitu menghargai
kedatangan saya yang hanya anak muda biasa, mulailah beliau sedikit mengulas
cerita rantau net dnegan hangat, beliau memperkenalkan isteri beliau dan
menceritakan anak-anak beliau yang sebagian besar adalah alumni SMA 1 Bkt,
beliau tahun 1961 sudah menjadi guru di SMA 1 Bukittinggi bersama dengan pak
Sunariman Mustafa ynag telah melegenda sebagai pendidik yang sukses, Nampak
sekali pak Sjamsir adalah tokoh pendidikan, banyak ide brillian beliau yang
keluar, dan telah banyak beliau mencetak orang-orang yang berhasil, dan sampai
sekarang murid-murid beliau itu masih sowan ke rumah beliau, dan
terakhir beliau ikut sebagai founder Universitas Bung Hatta dan menjadi staf
pengajar, hobby beliau mengutak ngutik mobil kuno khususnya Land Rover yang
setiap sore selalu beliau elus-elus, mulai saat itu saya sangat respek dengan
atensi, karya dan kepeduliaan beliau terhadap Minang ini, Alhamdulillah
anak-anak beliau semua sudah berhasil, tapi beliau senang seperti saat ini,
melihat anak cucu beliau di Bogor, Balikpapan dan kembali membuka Rantau net,
jadi jangan dianggap beliau nggak mampu bayar pulsa, beliau orang hebat, beliau
disegani oleh para pejabat di Sumatera Barat dan selalu dimintai nasehat oleh
bapak-bapak itu, dari walikota Bukittinggi sampai pejabat di pusat, beiau
teriak di Email itu hanyalah karena beliau kesal dengan netter yang melanggar
komitmen dan aturan berRantau net. jangan coba-coba menganggu beliau, ribuan
murid beliau yang lah jadi orang akan manjinjiang talingo si pengganggu
Bundo Nismah, berasal dari Payakumbuh, beliau pensiunan Caltex
dulunya di Bagian Komputer sebagi programmer, saya mengenal beliau karena etek
saya sati departemen dnegan beliau, sekarang beliau berdua assignment jadi MC
di Dallas untuk beberapa bulan
Pak Dafiq Suaib St Lembang Alam, kamanakan dari Gubernur Jambi
pertama , pak Jamin Dt. Bagindo, cucu dari Sech Ahmad Taher seorang ulama besar
di Saudi Arabia di tahun 1920-an beliau seorang geologist dari ITB dan baru
pensiun dari Total, saya pertama bertemu dnegan beliau di rumah adik beliau di
Pekanbaru tahun 2000, banyak tulisan beliau yang saya simpan, termasuk carito
mak Marah yang pulang dari Jakarta.
Pak Bandaro, nama beliau Pak Amzar Bandaro, tahun 1971 beliau bekerja
sebagi trainee di PT Caltex Pacific Indonesia, beliau masuk penggemblengan yang
luar biasa keras, 6 bulan pertama belajar bahasa Inggris 8 jam satu hari 5 hari
seminggu dnegan native speaker, kemudian dilanjutkan hampir dua tahun training
khusus dengan disiplin ilmunya, yaitu ambil spesialisasi akunting, mechanic,
welding, electric, training ini juga 8 jam sehari dan 5 hari seminggu, Pak
Bandaro mengambil training Electrical khusus belajar listrik saja, tanpa
belajar ilmu pengetahun lainnya, tidak ada disleingi pelajaran bahasa
Indonesia, PPKN dsbnya, bayangkan betapa tingginya skill beliau hanya satu
bidang ilmu selama hampir dua tahun dan malah disambung dnegan belajar malam,
karena sistemnya gugur, kalau gagal jadilah sebagai pegawai dengan grade sesuai
lulusan SMA, alhamdulillah beliau lulus dengan nilai bagus dan disesuaikan
gradenya dnegan training, kemudia beliau dikirim ke Amerika juga
memperdalam tantang electrical, beberapa tahun sepulang dari Amerika beliau
minta berhenti dan pindah ke pelbagai perusahaan seperti Arco dsbnya. Di usia
senja beliau masih tetap energik, saya beberapa kali ketemu beliau di Bogor dan
Pekanbaru dan beliau berkenan mampir ke rumah saya serta ikut di acara HBH
alumni SMA 1 bkt di Pekanbaru.
Mak Darul, delapan belas tahun beliau mengharungi dunia ini sebagai
kapten kapal, telah banyak dunia yang beliau singgahi, di usia senja beliau
masih sempat mengambil S2 beliau, beliau telah dua kali mampir ke rumah saya di
pekanbaru dan tahun 2003 beliau bersilaturahim dengan urang rantau Net di
Pekanbaru seperti dengan Pak Madahar, Pak Taufiq Rasjid, pak Kasman dsbnya,
banyak pemikiran brillian beliau yang kami dapatkan terutama bagaimana
mengoptimalkan potensi SDM di Minang itu sendiri, beliau lah yang membawa dan
memperkenalkan saya dnegan banyak orang rantau Net di lapangan RSAU Halim.
Pak Suheimi, tahun 1998 beliau sudah ikut di Rantau net kemudian
karena kesibukan sempat istrihat dan sekarang beliau sangat banyak memberikan
pencerahan di rantau net, pertama saya kenal beliau tahun 1998 saat beliau
berkunjung ke Pekanbaru di toko beliau di Jl. Imam Bonjol, saya kaget orang
yang saya kagumi itui begitu baik dan sangat baik kepada saya anak muda yang
tidak ada apa-apanya, hubungan kami terus berlanjut sampai beliau mengundang
saya untuk menghadiri acara pengukuhan beliau sebagai guru besar, ada satu yang
sangat berkesan bagi saya, tahun 2002, saat saya mengisi BBM di By pass
Bukittinggi saya melihat seorang tua sebagai kasir di sebuah SPBU, dan malah
ada saya melihat seorang supir oplet yang sedikit kesal karena pitih baliaknyo
lamo bana dek lambek maetongnyo, orang tua ini hanya senyum-senyum saja, siapa
beliau ternyata beliau adalah ownernya yang ingin mengetahui bagaimana menjadi
kasir, menjadi operator dari satu usaha, beliau telah melakoni
perbagai usaha, mulai dari manggaleh es tong-tong di tahun 1950-an di
Bukittinggi sampai beliau pemilik beberapa usaha yang sudah menggurita.
Saya berhasil beratatap muka dan beberapa kali basuo dan
bersilaturrahim dengan banyak urang Rantau Net, dengan Pak Hanif Husein ketemu
di Bogor , Pak Asmardi, Ronald, Pak Mulyadi, Miko, Raf, Dokter yang di
Kopassus, lupa saya namanya. Pak Asadi, pak Mulyadi di pekanbaru, Rahima,
Firdaus HB, Reza, Bobbi Lukman, Pak Syaaf, pak Chaidir, pak Nofrins, Kanda
Ridwan Sirin di Jeddah, Junaidi di Spr, Ibu Nuraini di Pekanbaru dan Padang,
Sanak Bandaro Labiah di Bgr, Bkt dan Padang, Razi, Pak Arisman yang sudah
kontak Email sejak tahun 1998 ketemu setelah beliau di pekanbaru bersama-sama
dnegan Mak Ngah, dan banyak lagi dan semua itu sangat mengesankan dan saya
sangat memahami arti dari sebuah silaturrahim, dan malah barusan saya mancigok
mail mail saya tahun 1998 yang masih tersimpan rapi di satu folder, dan salah
satu mail saya di rantau net tahun 200 saya kopikan di sini, lihat ini, ada
mail turut berduka dari seorang member rantau net, kala itu belum di
Googlegroups.com
-----Original Message-----
From:
Sent: Monday, July 24, 2000
1:10 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Rantau-Net]
Berita Duka
Di milis ini sangat kental hubungan keluarganya, tidak hanya sebagi
rasa kekeluargaan tapi yang betul betul keluarga secara hubungan darah juga
banyak, ada yang anak dengan bapak, kakak adik, mertua dan mantu, saya tahunya
setelah banyak kopi darat dengan beliau ternyata semua saling punya hubungan,
minilam sama sekolah dan konco saparangai wakatu ketek, ada yang membuat kita
bangga ialah Netter rantau net dnegan bangga membawa saudara kenalannya untuk
ikut di mailing list, seperti Pak Mulyadi paling banyak mengajak orang untuk
ikut di Rantau net, bayangkan beliau mempertaruhkan supremasi dan nama baik
Rantau net, beliau mengajak dan memberikan referensi, dan yang beliau ajak itu
bukanlah orang yang suka bermilis-milis karena beliau beliau itu tidak punya
waktu yang banyak untuk bermilis-milis, makanya saya jadi heran kok ada orang
yang bisa bermilis-milis begitu banyak, apa nggak ada kerjaan.
Selain pak Mulyadi banyak anggota RN ini mengajak sobat dan
saudaranya ikut di Rantau net, Setelah beliau-beliau masuk di rantau Net beliau
sangat senang karena di sini tercapture tentang Minang secara integrated,
apakah beliau harus unsubscribe hanya dengan postingan kita yang tak
bakaruncingan ini?.
Makanya ada baiknya postingan kita ke mailing list Rantau net adalah
postingan yang membuat si netter sejuk dan ada korelasinya dengan tata tertib
di Rantau net. Setiap kerjaan ini ada SOPnya, di Rantau Net juga ada SOP dan
juga ada aturannya, jaan disamoratoaan saja, makanya saya jadi heran kalau
sampai muncul istilah yang kurang tepat di RN ini seperti hot hot chickenshit,
komisi
.,
.. Watch dsbnya, yang kadang sepertinya tumpahan kekesalannya kok
harus ke mailing list ini, kenapa harus menumpahkannya ke mailing list ini,
saya mengerti ada yang tidak puas tapi apakah di sini DPOnya, apa tidak ada
media lainnya, kita yang tidak tahu menahu ini kenapa sepertinya harus kena
damprat. Silahkan saja buat milis Rantau net reformasi, RN Perjuangan, RN Abad
ke duapuluh satu, RN abu abu, dsbnya, mungkin saja netter RN ini akan eksodus
dan masuk ke milis yyang baru yang mungkin sangat responsive dengan kamauan
netter yang ingin seperti berdemokrasi yang demokrasi itu
sendiri sudah dipertanyaakan dan lah kalimpasingan.
Jangankan saya, pak Syaafruddin saja yang seorang jenderal harus
terbirit-birit dan mengangkat bendera putih tinggi tinggi membaca istilah
komisi
itu, sebagai seorang mantan anggota Komnas HAM yang jelas-jelas ada
kata-kata komisinya harus membalik-balik buku tebal Komnas HAM dimana komisi
propaganda ini terdaftar dan mungkin saja beliau harus mencari ke kementerian
hukum dan HAM apakah ada di sana terselipnya.
Begitu pula istilah angek angek cirik ayam, ayam saja sekarang nggak
sempat beol lagi karena harus tungganglanggang menyelamatkan diri diburu-buru
karena dianggap sebagai teroris yang telah menyebarkankan bom virus H5N1
Sebainya berkarya dululah, tunjukkan hasil karya kita sebelum
mengkritis orang lain. Membuat hati orang tua taibo adalah dosa, sebelum pintu
maaf tertutup ada baiknya minta maaf, karena bagaimanapun namanya maut tidak
memandang bulu.
Doa kami semua, Jadilah anak muda harapan bangsa, harapan kita semua,
menjadi anak muda hebat, brillian, yang santun, yang taat, hebat di dunia dan
dan surga menunggu di akhir masa.
Duhai Rantau Net
.
Engkau telah mencuri hati ku
Engkau berkilau laksana permata Wanginya laksana wewangian syuhada
Rangkaian kata-katanya laksana bunga yang mekar dan mejadi sumber air yang
jernih.
Lihatlah kala tetesan hujan menempel di dedaunan, nampak elok, indah dan
kemilau
Bila RN ini adalah air, ingin ku segera meminumnya
Bila RN ini udara ingin aku menghirupnya
Bila RN ini pantai, ingin aku segera berlabuh
Engkau laksana bunga mawar semerbak membias
Dan aku mendengar desiran syair syair yang dituliskan netter
Bagaikan simponi indah yang melenakan.
Duhai Rantau net, abadilah kau sampai keabadian itu tak bermakna lagi, amiin..
Wassalam,
Elthaf
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---