Waalaikumsalam w.w. Sanak Jamaluddin,

Terima kasih atas response Sanak terhadap tiga gagasan saya untuk menindak 
lanjuti Kesimpulan Sementara Perang Paderi.

1)  Tentang Training of Trainers (ToT).  Seperti dapat kita ingat bersama, 
senior kita yang paling berpeduli terhadap kaderisasi ini adalah Pak Chaidir 
Nien Latief. Tidak bosan-bosannya beliau mengingatkan kita akan hal ini. 
[Beliau juga yang mendorong terbentuknya MPKAS yang sekarang sudah mulai 
memperoleh momentumnya itu berkat kegigihan pak Yulnofrin Napilus beserta 
kawan-kawan beliau]. Saya setuju dengan pandangan beliau ini, karena kalau 
bukan kader, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan untuk memperbaiki 
kondisi Ranah di masa depan, yang menurut penglihatan kita bersama menghadapi 
demikian banyak masalah, sebagian di antaranya sudah berusia 170 tahun, mungkin 
lebih ? Peran saya hanya mencari cara bagaimana menindaklanjutinya saja.
            Dalam jangka panjang, memang sebaiknya kita sangkutkan dengan 
semacam 'rencana strategi' pendidikan untuk Ranah. Undang-undang Pendidikan 
Nasional  memberi peluang untuk muatan lokal ini. Kalau saya tidak salah, 
sekarang sudah ada mata pelajaran BAM (Budaya Adat Minangkabau) di Sekolah 
Dasar. Saya mempunyai beberapa buku yang bagus-bagus tentang mata pelajaran BAM 
ini.
            Namun yang menjadi perhatian saya -- dan saya kira juga perhatian 
pak Chaidir -- adalah untuk jangka pendek dan menengah. Saya memang 
mengharapkan agenda ini akhirnya juga diambil alih oleh Pemerintah Daerah 
Sumatera Barat, namun mungkin besar manfaatnya jika kita orang Rantau 
memulainya terlebih dahulu.Tidak usah menunggu.  Mengenai masalah ini saya 
pernah bertukar fikiran dengan Bp Jadin Jamaluddin dari pengurus Ikatan 
Keluarga Minang Yogyakarta ( IKMY} untuk mengadakan ToT ini di Yogyakarta, 
dengan peserta sekitar 20 (orang) satu angkatan, sepuluh dari Ranah dan sepuluh 
dari Rantau, yang terbagi sepuluh priya dan sepuluh perempuan. Setelah selesai, 
mereka diberi sertifikat kemampuan meneruskan pengetahuannya kepada 
rekan-rekannya generasi muda.  Sudah barang tentu juga bisa diadakan di 
Jakarta, Bandung, atau tempat-tempat lain yang memerlukannya. Sudah bisa 
diperkirakan bagaimana dampaknya nanti jika masing-masing  kader ini melatih 20 
kader lagi, berarti
 dalam dua gelombang kita sudah punya 420 kader. Bayangkanlah lagi jika 420 
kader ini masing-masing melatih 20 orang kader lagi !
           Yang perlu dilakukan untuk melaksanakan ToT ini adalah menyusun 
Kerangka Acuan, Kurikulum, Buku-buku Referensi, serta merekrut Nara Sumber dan 
Fasilitator, yang saya kira tidak lagi terlalu sulit. Inilah yang saya 
rencanakan agar  dapatnya diprakarsai oleh Gebu Minang. [Sebagai catatan, 
sesungguhnya mulai tanggal 23 Januari 2008 saya sudah meletakkan jabatan 
sebagai Ketua Dewan Penasihat Gebu Minang untuk melapangkan jalan bagi kaum 
muda, tapi Prof Dr Jurnalis Uddin dan Pengurus Pusat Gebu Minang minta agar 
saya meneruskan tugas, yang akhirnya saya setujui, antara lain karena belum ada 
calon pengganti yang tampil]. Dalam minggu-minggu mendatang insya Allah saya 
coba untuk menyusun draft awalnya. 
2.      Mengenai usul kedua, Pengurus Pusat Gebu Minang sudah menyiapkan surat 
resmi memuat usulan kepada Bp Gubernur`dan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, 
dan telah membuat janji untuk bertemu di Jakarta minggu depan. Kebetulan kedua 
beliau akan berdinas di Jakarta. Mari kita doakan agar kedua petinggi Sumatera 
Barat tersebut menyetujui usul ini, yang jika terlaksana akan sangat besar 
manfaatnya   untuk kita semua, baik untuk Ranah maupun untuk Rantau. Istilah 
'Pemerintah Daerah' bersifat 'generic', bisa meliputi pemerintah provinsi, 
pemerintah kabupaten. atau pemerintah kota, sedang istilah 'pemerintah 
provinsi' bersifat 'specific' untuk tingkat provinsi saja.
3.        Ada empat kemungkinan untuk menyelesaikan pembaharuan buku 'Sejarah 
Minangkabau' ini. Pertama, para penulis buku 'Sejarah Minangkabau' yang terbit 
dalam tahun 1970 -- yaitu Prof Dr`Asmaniar Idris M.Pd dan Drs Amrin Imran -- 
menyempurnakan sendiri buku yang beliau-beliau tulis. Kedua, para penulis ini  
bergabung dengan tim yang sudah ada di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, 
yang dipimpin oleh Ibu Dr Magdalia Alfian, yang secara berkebetulan mempunyai 
proyek penulisan sejarah lokal, yang dimulai dengan Sejarah Minangkabau. 
Ketiga, mendorong Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas di bawah 
pimpinan Ibu Dra Adriyetti Amir SU untuk menyusun 'Sejarah Minangkabau' secara 
baru sama sekali. Di fakultas ini cukup banyak sejarawan yang piawai seperti Dr 
Gusti Asnan. Keempat, gabungan dari tiga cara tersebutr di atas. 
           Itulah baru yang terlintas dalam fikiran saya sebagai jawaban 
terhadap pertanyaan Sanak Jamaluddin. Mudah-mudahan dapat kita laksanakan 
bersama-sama.

Wassalam,,
Saafroedin Bahar

jamaludin mohyiddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wa' Alaikum salam wa Rahmatul 
Llah hi wa Barokatuh,.

1. Ketiga tiga usul ini  baik sekali kalau di laksanakan.  

2. Saya ingin meminta penjelasan tentang latar belakang usul pertama.

    Usul ini lebeh menyentuh persoalan kependidikan yang ada di Ranah.  Saya 
ingin tahu lebeh lanjut tentang filsafah pendidikan yang mendasari sistem 
persekolahan dari darjah satu hingga ke perguruan tinggi di Ranah. Sefaham 
saya, Ranah di bolehi membina satu filsafah pendidikan Minang melalui apa yang 
di sebut sebagai muatan lokal dalam merangka satu kurikulum pendidikan dan 
pembelajaran  di sekolah sekolah. Pengembelingan segala usaha pendidikan 
melalui muatan lokal, dalam pandangan saya, lebeh bermakna untuk dapat 
mempertingkatkan mutu hidup/quality of life generasi. mendatang. Sekiranya 
muatan lokal ini payah di laksanakan oleh kerana beberapa hal diluar kemampuan, 
boleh kah muatan skema muatan  lokal ini di terapkan di sekolah sekolah rendah 
dan tinggi swasta di Ranah.

3.  Usul kedua Pak Dr. meletakkan 'Tim Kecil Penyususan Draft Kompilasi Hukum 
SBS-SBK' di bawah kelolaan pemerintah Daerah Sumatra Barat kena pada tempatnya. 
Kerna, legitimasi politik Tim Kecil ini di dukung penuh oleh Dewan tertinggi di 
Sumatra Barat. Sudah pasti para Legislator di Sumatra Barat berupaya 
membolehkan aspirasi dan inisiatif bulat dari seluruh rakyat Sumatra Barat ini 
di terjemahkan melalui proses legislatif, membentuk komisi riben biru/blue 
ribbon comission. Political backup ini penting. Tempoh dua tahun merumus 
ABS-SBK cukup berpatutan. 

Boleh tidak Pak Doktor jelaskan pada kami apa bedanya pamerintah Daerah dengan 
pemerintah Provinsi? Saya masih samar samar perbedaan ini. 

4.  Usul ketiga sudah jelas. Apa yang ingin saya lebeh tahu lagi ialah 
bagaimana cara terbaik agar penulisan pensejarahan Minangkabau/Minangkabau 
historical rewritings atau  Minangkabau historiographical writings berterusan 
tiada hentinya. Kita tidak dapat menafikan usaha dan sumbangan peribadi dan 
perorangan yang terus menerus berjalan. selain usaha peribadi dan perorangan, 
ada bentuk lain yang boleh di fikirkan bersama. Mungkin usaha sama diantara 
fakulti fakulti sejarah di universiti universiti di Ranah bisa dijadikan titik 
mula kearah pengembelingan bersama memajukan penulisan sejarah Minangkabau.    

"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamualaikum w.w. Pak 
Chaidir dan para sanak sa palanta,
   

           

---------------------------------
Be a better friend, newshound, and  know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
  
 


       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Peraturan yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke