TENTANG AHOK DAN CINANYA
 
Mochtar Naim
 
     Okelah kalau Joko banyak nilai tambahnya. Haji, jujur, rendah hati, 
sederhana, kerja keras, perduli orang kecil, dedicated, njawani, entah apa 
lagi. Terlihat dengan karya nyata simfoni Soloensisnya selaku wako.
     Yang Ahoknya? Ini yang masalah. Selama ini WNI keturunan Cina membatasi 
diri pada penguasaan ekonomi, perdagangan dan industri. Mereka menyediakan diri 
sebagai pelaksana dan perpanjangan tangan dari para kapitalis MNC yang wajahnya 
invisible. Di bidang politik, sosial, budaya, pendidikan, dsb, selama ini 
mereka bermain di belakang layar. Mereka memanfaatkan para pejabat dan penguasa 
negara, dari pusat sampai ke daerah, di seluruh Indonesia. Mereka bertiga: MNC, 
Konglo dan penguasa negara membentuk kerjasama segitiga yang bersifat saling 
mendukung dan saling menguntungkan. Triumvirat Tiga Sekawan inilah yang telah 
mengendalikan Indonesia ini sejak masih di zaman kolonial sampai sekarang 
sesudah 60an tahun merdeka ini. Tak ada yang telah berubah secara struktural di 
bidang apapun, terutama ekonomi, perdagangan dan industri.
     Dan ini adalah juga gambaran Asia Tenggara secara keseluruhan, yang dari 
segi kepentingan Cina adalah wilayah emporium kekuasaan dan pengaruh mereka. 
Singapura yang tadinya adalah kerajaan Melayu Temasek, sekarang telah menjadi 
negara Cina Singapura yang seluruhnya dikuasai oleh mereka. Menyusul di 
belakangnya Filipina yang juga, tidak hanya ekonomi, perdagangan dan industri 
mereka kuasai seluruhnya, tapi juga politik, sosial, budaya, pendidikan, yang 
orang Melayu Filipina telah menjadi warga kelas dua ataupun tiga. Mereka telah 
tergeser dan terlempar ke pinggiran. 
     Indonesia dengan situasinya sekarang tinggal sejengkal di belakang 
Filipina. Tapi dengan mulai masuknya kelompok WNI Cina masuk ke dalam area dan 
arena politik, sosial, budaya, pendidikan, dsb, seperti sekarang ini, Indonesia 
tinggal hanya menghitung hari, sampai Indonesia juga menjadi Filipina kedua.
     Untung di Malaysia, orang Melayu sempat cepat sadarkan diri. Melalui 
sistem kepemimpinannya yang tegas berwibawa, walau komposisi kependudukan 
hampir berimbangan antara yang M (Melayu) dan yang non-M (Cina, India, Arab, 
dsb), di bawah kepeloporan Mahathir, dst, Negara Malaysia adalah Negara Melayu 
par excellence. Mereka telah berada di gerbang Dunia Maju.
     Secara berlebih berkurang juga Vietnam dan menyusul Thailand dan negara2 
Asia Tenggara lainnya. Mereka cepat sadarkan diri. Tanpa mengusir keberadaan 
konglo Cina di negara2 mereka, karena kesamaan etnografik, agama dan budaya, 
mereka kelompok etnik Cina ditoleransi, tapi kelompok etnik pribumi bertangan 
di atas dan mengutamakan kepentingan rakyat asli yang memang sangat mendambakan 
kekuatan negara dan pemerintah untuk menyelamatkan nasib dan keadaan mereka. 
Negara dan pemerintah mereka berpihak kepada rakyatnya. Ini yang tidak terjadi 
di Indonesia ini. Negara dan pemerintah lebih berpihak kepada MNC dan 
Konglomerat Cina untuk menyelamatkan ekonomi negeri dan negara ini. Negara 
dan pemerintah NKRI ini lebih mempercayakan kepada tripartit kelompok Segi Tiga 
Triumfirat itu dan menjadikan rakyat pribumi kembali menjadi kawula-kawula yang 
harus patuh dan tunduk kepada negara dan pemerintah. Dengan sistem democrazy 
biaya tinggi dan kembali
 menempatkan pejabat negara menjadi para ndara2 kagung penguasa negara dengan 
orientasi feodalistik seperti di zaman pra kolonial dahulu, adegan2 politik 
seperti yang kita saksikan sekarang mulai terlihat. Sekarang saja sudah mulai 
bermunculan ahok-ahok dan ahik-ahik lainnya yang memasuki jalur politik di 
samping ekonomi dll itu.
     Dalam konteks Asia Tenggara sekarang ini, patutlah kalau kita belajar 
banyak dari kasus Singapura, Filipina, Malaysia, Vietnam, Thailand, dsb itu, 
untuk melihat di mana dan bagaimana kita sekarang. Yang jelas, dalam konteks 
Asia Tenggara saja, kita telah tercatat sebagai negara dengan rakyat termiskin, 
 dan tergolong ke dalam kelompok negara terkorup di dunia. Yang diperlukan 
sekarang adalah keberanian untuk merubah dan merombak struktur kenegaraan yang 
sekarang ini yang pro kepada rakyatnya sendiri.
     Baa tu Bung Andrinov, Pak Saf, dan sado nan lain di dunia maya ko.    
 
MN250712 


________________________________
From: Andrinof A Chaniago <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, July 23, 2012 11:49 AM
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT, sebuah visi tentang bung Ahok.


Orang Minang biasanya kritis dan bisa melihat mana pesan-pesan yang berisi 
fitnah dan motifnya hanya politik. Semoga itu tidak ditinggalkan.

Orang yang menggunakan mesjid untuk menyampaikan pesan, atau lembaran stensilan 
dakwah untuk menyampaikan pesan, orang berbaju koko, berkopiah atau syal di 
leher, belum tentu lebih islami dibanding orang yang tidak menggunakan 
simbol-simbol tersebut.

Saya berani mengatakan bahwa Jokowi lebih islami dari Foke, karena Jokowi 
terbukti lebih jujur, nyata-nyata antikorupsi, tidak suka berbohong, tidak 
pernah mengeluarkan kata-kata yang merendahkan orang, tidak menyombongkan diri, 
termasuk tidak memamerkan ibadahnya. Jokowi sudah pergi Haji 12 tahun lalu, 
tidak pernah saya lihat tinggal sholat..

Soal Ahok? Dia bukan dari keluarga misionaris. Ketika saya tidak tahu bahwa ia 
akan jadi Cawagub setahun lalu, saya sudah melihat dia di kampungnya di Manggar 
dan tahu aktifitas di rumahnya sampai di dapurnya. Dia terpilih sebagai Bupati 
Belitung Timur di daerah mayoritas Melayu dan Muslim, karena orang lebih 
percaya dia sebagai orang jujur dan juga tahu bahwa dia bukan Kristen 
misiionaris. Orang tuanya dikenal dermawan, ikut membantu mesjid dan membantu 
orang pergi naik haji.

Jangan mudah terpancing emosi oleh kelompok yang mencari kekuasaan dengan 
menghalalkan segala cara, termasuk menjual agama.
Sekian.
Salam,

Andrinof A Chaniago



2012/7/22 Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>

Saya sedang merenung tentang artikel berikut mengenai bung Ahok, seorang 
penganut agama Kristen Protestan, cawagub pendamping Jokowi.
>Saya bermaksud memilih Jokowi dalam pilgub DKI putaran kedua yad.
>Ada saran para sanak mengenai hal ini ?
>Wassalam,
>SB.
>
>http://m.kompasiana.com/post/politik/2012/07/20/pandangan-saya-sebagai-orang-islam-terhadap-ahok
>
>Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
>
>--
>--
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>
-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke